Kabid Pemasaran dan Rekam Medis, dr Abdul Rohman menyampaikan, penyembuhan pasien TB MDR tersebut merupakan kali pertama yang ditangani langsung tim medis di klinik TB milik RSUD Sunan Kalijaga. Sebelumnya pasien TB MDR biasanya dirujuk ke RSUP dr Kariadi Semarang. “Semangat pasien untuk sembuh sangat membantu dengan minum obat rutin,” ujarnya
Ketua Tim Ahli Klinis TB MDR, dr Mulyana Aji menambahkan, keberhasilan dua pasien tersebut dinilai sebagai hal yang luar biasa. “Kita mulai beri pelayanan di klinik TB ini sejak 2 Desember 2019. Awal mula ada Covid-19. Ketika itu, kita catat dan menemukan ada 17 pasien di RSUD,” terangnya. Sebelum itu, pasien dirujuk ke rumah sakit lain, termasuk di Salatiga dan Kudus serta RSUP dr Kariadi Semarang.
Dalam perkembangannya, dua orang tersebut berhasil sembuh. “Dua pasien ini menjalani pengobatan selama sembilan bulan. Alhamdulillah berhasil sembuh,” tegasnya.
Keberhasilan tersebut sebuah prestasi tersendiri. Sebab, penanganan pasien TB MDR tidaklah mudah. Butuh perjuangan tenaga medis maupun pasien sendiri.
Direktur RSUD Sunan Kalijaga, dr Debby Armawati mengungkapkan, pengalaman sembuh dua pasien tersebut dinilai sangat berharga bagi pasien lain yang berjuang untuk sembuh. “Kita bangga karena klinik RSUD ini telah mencetak keberhasilan penyembuhan TB MDR. Sehingga kalau ada pasien serupa tidak perlu ke luar daerah. Sebab, di RSUD sudah bisa terlayani maksimal,” ujarnya.
Fahmi, mantan pasien TB MDR yang berhasil sembuh menyampaikan, selama menjalani pengobatan rutin diakui butuh perjuangan. Apalagi, ia masih aktif bekerja sehingga cukup sulit jika mau berobat lantaran harus meminta izin. Pemantauan pengobatan juga dilakukan 1x24 jam. “Saya jalani pengobatan sejak Februari hingga Oktober tahun lalu. Support tim medis luar biasa,” katanya.
Dr Riana Diana dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng mengaku ikut bergembira dengan kesembuhan dua pasien TB MDR itu. “Kita makin yakin bahwa penyakit TB MDR ini bisa disembuhkan meski saat menjalani pengobatan sangat berliku,” ujarnya.
Pihaknya menargetkan bisa menemukan 2.400 pasien TB MDR. Namun saat ini baru 628 pasien yang ditemukan. “Jadi, perlu strategi dan pendekatan pada pasien. Kita tahu perkembangan TB ini sangat pesat. Karena itu, pengobatan tidak injeksi (suntik) lagi, tapi hanya minum obat. Itu lebih mudah,” tandasnya. (hib/zal) Editor : Agus AP