Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Wilayah Terdampak Rob Demak Capai 35 Ribu Meter Persegi

Agus AP • Kamis, 11 Juni 2020 | 18:38 WIB
Seorang ibu menggendong anaknya melalui jalan Desa Bedono, Kecamatan Sayung yang sekitarnya tampak bangunan rumah dan tambak hancur dikepung rob. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
Seorang ibu menggendong anaknya melalui jalan Desa Bedono, Kecamatan Sayung yang sekitarnya tampak bangunan rumah dan tambak hancur dikepung rob. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Demak - Wilayah terdampak rob di pesisir Demak meluas. Dalam catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD setempat disebutkan, sejauh ini luas daerah yang terdampak rob di pesisir Demak sudah mencapai 35meter persegi.

Kepala pelaksana BPBD Demak, Agus Nugroho mengatakan, salah satu cara untuk mengatasi rob di Sayung adalah dengan menormalisasi Sungai Dombo. Kemudian, perbaikan parapet dan pintu air yang rusak. Adanya tiga kegiatan itu diharapkan dapat mengurangi dampak rob yang sudah merendam pemukiman warga tersebut. “Proyek normalisasi sungai Dombo itu penting,” ujar Agus.

Menurutnya, banjir rob telah menghancurkan ekosistem pesisir yang kemudian berdampak pada hilangnya sumber ekonomi masyarakat sekitar.  Dalam perkembangan terakhir, di Kecamatan Sayung, jumlah bangunan terdampak  di Desa Surodadi ada 360 rumah, 2 SD. Di Desa Sidogemah, ada 1.000 rumah, 8 sekolah, 3 Madrasah Diniyah (Madin), dan 24 tempat ibadah. Di Desa Tugu, ada 1.758 rumah, 2 masjid, 6 musala, 3 Madin, 3 Paud/TK, 1 SD/MI, 1 SMP dan SMA/SMK. 3 makam warga juga tergenang.

Desa Gemulak, ada 1.331 rumah, 4 sekolah, 21 tempat ibadah. Desa Sriwulan, 2.500 rumah, 27 tempat ibadah, 15 sekolah, 5 areal makam. Desa Purwosari, 1.034 rumah, 11 tempat ibadah, 2 SD, 1 SMP/MTs, 2 SMA, 3 pesantren, 3 Madin, 4 TPQ/TK, 4 areal makam. Desa Bedono, 846 rumah, 19 tempat ibadah, 3 SD/MI, 4 Madin, 3 Paud/TK, 4 areal makam.

Desa Timbulsloko, ADA 832 rumah, 8 tempat ibadah, 2 SD, 1 pesantren, 2 Madin, 2 makam. Desa Sayung, ada 212 rumah, 1 tempat ibadah, 7 pabrik. Desa Sidorejo, ada 750 rumah, 3 tempat ibadah, 1 makam. Selain itu, dampak serupa dialami Desa Loireng, Tambakroto dan Kalisari.

Di wilayah Kecamatan Karangtengah, data terbaru dampak rob di Desa Tambakbulusan dan Desa Wonoagung. Kemudian, di Kecamatan Bonang, Desa Margolinduk, ada 400 rumah, 2 tempat ibadah, 5 sekolah, 3 makam. Desa Morodemak banyak yang kena rob.  Ada 1.187 rumah, 7 sekolah, 2 tempat ibadah. Kemudian, Desa Purworejo, ada 500 rumah, 3 SD, 4 Madin, 4 TPQ/TK, 3 makam. Di Kecamatan Wedung, rob di Desa Wedung berdampak pada 178 rumah, 6 tempat ibadah, 3 sekolah, 1 makam. Di Desa Kedungmutih, rob mulai menyerang. Di Desa Babalan, ada 543 rumah, 11 tempat ibadah, 5 sekolah, 1 makam.

“Untuk kerugian material yang menghitung menjadi kewenangan Dinputaru, Dinperkim, dan Dinas Kelautan dan Perikanan. Tiga instansi ini bertanggungjawab langsung terhadap banjir rob,” ujar Agus. (hib/bas) Editor : Agus AP
#Berita Semarang #Sayung #ROB