Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Jembatan Penghubung Putus Bertahun-Tahun

Agus AP • Selasa, 28 Januari 2020 | 15:00 WIB
SIDAK: Ketua DPRD Demak H Fahrudin Bisri Slamet dan Wakil Ketua DPRD Masykuri saat sidak jembatan putus dipesisir Sayung kemarin.
SIDAK: Ketua DPRD Demak H Fahrudin Bisri Slamet dan Wakil Ketua DPRD Masykuri saat sidak jembatan putus dipesisir Sayung kemarin.
RADARSEMARANG.ID, DEMAK, - Jembatan penghubung antara Dukuh Mondoliko dan Dukuh Sodong, Desa Bedono, Kecamatan Sayung putus setelah tergerus gelombang laut (abrasi) bertahun-tahun.
Akibatnya, warga dua dukuh yang mencapai sekitar 105 kepala keluarga (KK) kesulitan untuk keluar masuk kampung. Untuk mobilitas sehari hari, mereka hanya bisa memakai transportasi perahu.(WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

Ketua DPRD Demak H Fahrudin Bisri Slamet mengatakan, saat ini yang dibutuhkan warga dua dukuh tersebut adalah jembatan darurat. “Untuk mengatasi masalah jembatan yang putus ini, Pemkab Demak harus menyediakan jembatan darurat,” katanya disela sidak lokasi kemarin.

Menurut Slamet, keberadaan jembatan darurat diperlukan agar masyarakat bisa berkegiatan. “Sebab, jalan itu satu satunya akses penghubung,” katanya.

Dengan jembatan darurat, anak-anak juga bisa sekolah. Dia menambahkan, pembangunan jembatan secara permanen akan membutuhkan dana atau anggaran yang sangat besar. Ini terjadi karena musuh alami jembatan adalah gelombang laut dan rob serta banyak jalur atau jalan dikawasan pesisir tersebut yang juga terputus akibat abrasi dan rob bertahun tahun.“Kita sempat berbincang dengan warga, bahwa mereka memilih direlokasi atau dipindahkan saja ke tempat lain,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Demak, Masykuri berharap jembatan putus tersebut segera disambungkan lagi. “Ini supaya warga tidak terisolasi,” katanya.

Dengan jembatan putus, tidak semua warga memiliki perahu sehingga tetap butuh akses menuju desa lainnya. “Jembatan darurat perlu diadakan,” ujarnya.

Bupati Demak HM Natsir mengatakan, jembatan yang putus itu terjadi akibat abarsi air laut sehingga konstruksi bangunan cepat rusak. “Kita sudah koordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum supaya dibuatkan jembatan penyeberangan sementara.

Harapannya, sudah bisa dilewati masyarakat,” katanya.
Untuk sementara ini, akitivitas warga ditunjang dengan rakit bambu. Setiap orang dikenakan biaya Rp 5 ribu sekali menyeberang. (hib/bas) Editor : Agus AP
#Jembatan Penghubung Putus Bertahun-Tahun