RADARSEMARANG.ID, DEMAK - Setelah dibangun secara bertahap sejak 2014, Rabu (9/10) kemarin, bangunan Pasar Mranggen resmi ditempati pedagang untuk berjualan. Peresmian dilakukan Bupati Demak HM Natsir di pelataran depan pasar. Tampak hadir, Ketua DPRD Demak H Fahrudin Bisri Slamet, Kapolres AKBP Arief Bahtiar, Dandim 0716 Demak Letkol Inf Abi Kusnianto, Sekda dr Singgih Setyono serta Forkopimda, Forkopimcam, tokoh masyarakat dan para pedagang lainnya.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Demak, Siti Zuarin mengatakan, tasyakuran dan peresmian Pasar Mranggen ini sekaligus menandai telah diselesaikannya pembangunan Pasar Mranggen yang dibangun selama kurang lebih 6 tahun terakhir.
"Dengan ditempatinya Pasar Mranggen, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya di Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak," kata Zuarin.
Dia mengatakan, Pasar Mranggen dibangun 6 tahap mulai 2014 sampai dengan 2019 dengan menghabiskan anggaran Rp 80.319.449.000. Rinciannya, dari APBD Kabupaten Demak Rp 71.348.515.000 dan APBD Provinsi (Ban Gub) Rp 8.970.934.000.
Pasar Mranggen dengan luas bangunan kurang lebih 12.610 meter persegi ini terdiri atas 2 lantai. Yakni lantai 1 ada 664 kios terdiri atas 190 kios permanen dan 474 kios partisi. Sedangkan, lantai 2 ada 619 kios yang terdiri atas 170 kios permanen, 238 kios partisi dan 211 los. Zuarin berharap, Pasar Mranggen bisa menjadi pasar Standar Nasional Indonesia (SNI).
"Dengan penerapan SNI, maka pasar rakyat ini tidak hanya menguntungkan para pedagang, tapi juga konsumen. Karena SNI pasar rakyat menekankan faktor kebersihan, kesehatan, keamanan, serta adanya zonasi kios/los," katanya.
Bupati HM Natsir menyampaikan dengan dibangunnya kembali Pasar Mranggen, terjadi perubahan perilaku masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Demak bagian selatan untuk kembali berbelanja di pasar tradisional. “Jika pasar tradisional sudah dibangun bagus, seharusnya bisa dirawat dan dijaga kebersihan serta kenyamanannya,” ungkap Bupati.
Menurutnya, semua harus bisa mengubah stigma masyarakat tentang pasar tradisional. Sekarang ini, kata bupati, tidak ada lagi pasar tradisional yang kumuh, bau dan tidak aman. Pasar tradisional yang ada di Demak adalah pasar tradisional dengan konsep modern. Dimana masyarakat dan pedagang bisa bertransaksi dengan nyaman. “Saya berharap e-retribusi bisa diberlakukan bagi pedagang Pasar Mranggen. Ini untuk memudahkan para pedagang. Kepada instansi terkait, saya minta segera menindaklanjuti,” kata bupati. (hib/ida) Editor : Agus AP