RADRSEMARANG.ID, DEMAK-Produk dari bahan tumbuhan mangrove bisa dikreasi menjadi makanan olahan yang bernilai ekonomis.
Pohon mangrove yang hidup di wilayah pesisir ini antara lain bisa diolah sedemikian rupa oleh warga Desa Bedono, Kecamatan Sayung.
Ada yang namanya produk stik mangrove hasil dari produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang dikembangkan warga di Kampung Teles Bedono tersebut.
Adapula yang namanya keripik brayo dari bahan buah mangrove. Jajanan dari mangrove ini telah menjadi ikon desa setempat.
Pohon mamgrove berkembang di kampung yang dilanda rob dan abrasi ini.
Warga yang menggeluti penanaman mangrove yang difungsikan untuk penahan abrasi akhirnya menemukan ide untuk memanfaatkan buah mangrove sebagai bahan baku makanan lokal khas desa setempat.
Makanan olahan mangrove telah dikenal di toko-toko maupun swalayan.
Stik mangrove menjadi salah satu jenis oleh-oleh bagi peziarah di kawasan wisata religi Makam Syech Mudzakir.
Kepala Dindagkop UKM Iskandar Zulkarnain melalui Kabid Koperasi UMKM Sunarto mengatakan, potensi produk UMKM dengan pemanfaatan bahan lokal sangat banyak dan beragam.
"Dengan beragam bahan baku makanan olahan seperti dari mamgrove ini menunjukkan bahwa kreatifitas warga tidak pernah berhenti. Pelaku usaha kecil-kecilan ini terus berinovasi untuk menciptakan produk yang dapat mendatangkan keuntungan ekonomi,"katanya.
Dindagkop UKM mendukung penuh warga yang ingin berkembang dalam berwirausaha untuk memanfaatkan potensi lokal seperti di Desa Bedono tersebut.
Berkembangnya makanan olahan lokal turut mendongkrak ekonomi masyarakat. Hal itu juga bisa mengurangi dampak kemiskinan di desa dan pesisir.
"Kita berharap, dengan adanya Demak Expo ini, produk UMKM dari desa bisa semakin diakui oleh konsumen sehingga dapat menopang ekonomi masyarakat,"katanya.
UMKM merupakan urat nadi bagi warga yang secara ekonomi masih perlu perhatian dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
"Dengan adanya perhatian dan pembinaan, UMKM dapat tumbuh berkembang bersama masyarakat,"jelasnya.(Adv/web/2.229 karakter/hib)
Editor : Agus AP