RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Denga mengusung produk batik lokal, stan Komunitas Batik Demakan dibanjiri pengunjung pameran Demak Expo 2024.
Keberadaan stan komunitas batik tersebut menambah gayeng suasana pameran. Segala macam batik Demakan dipajang di stan yang ada di pameran tersebut.
Pengurus Komunitas Batik Demakan, Fatun menuturkan, komunitas batik telah mengembangkan batik dengan berbagai macam motif.
Ada motif pintu bledek, buah jambu belimbing, motif bunga cempo dan lainnya. Motif hampir sama denga batik Demak lainnya.
"Soal motif tetap setia pada motif lokal. Ini agar potensi daerah bisa tergarap dengan baik,"katanya.
Menurutnya, komunitas batik Demak semakin eksis dengan adanya pembinaan dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Pemkab Demak.
Menurutnya, dengan adanya pembinaan terhadap pelaku UMKM, batik Demakan yang punya basecamp di Kadilangu ini bisa memasarkan produk ke luar daerah melalui jejaring yang telah dibangun bersama komunitas batik lainnya.
"Pemasaran bisa sampai luar kota. Kita juga sering mengikuti pameran baik di Dema sendiri maupun di daerah sekitar termasuk Kota Semarang. Tujuannya, supaya batik Demakan bisa dikenal masyarakat secara luas,"jelasnya.
Dia menambahkan, adanya gabungan komunitas batik membuat pelaku usaha tambah percaya diri dengan apa yang dihasilkan.
Meski sama-sama membuat batik, namun produk tetap bisa saling melengkapi dengan persaingan yang sehat.
Batik Demakan dipatok harga antara Rp 150 ribu hingga Rp 180 ribu. Ada pula yang harga Rp 340 ribu per potong.
Kadang juga ada harga obral Rp 100 ribu menjadi Rp 80 ribu. Dari Rp 150 ribu menjadi Rp 115 ribu.
Harga obral dalam rangka menjaring minat konsumen agar mau membeli barang dagangan yang dijual.
Kepala Dindagkop UKM Pemkab Demak, Iskandar Zulkarnain melalui Kabid Koperasi UMKM, Sunarto menyampaikan, batik Demak telah membawa ciri khas tersendiri sehingga bisa menjadi ikon daerah.
"Saya kira daya kreatifitas pelaku usaha batik memang luar biasa. Dengan kreatifitasnya itu, batik lokal bisa naik kelas dan dikenal oleh masyarakat luas. Kita di Dindagkop tentu sangat mendoronblg agar produk UMKM ini bisa berkembang pesat,"ujarnya.(Adv/web/2.351karakter/hib)
Editor : Agus AP