RADARSEMARANG.ID - Judi online bisa membuat kecanduan. Awalnya hanya coba-coba, tapi sering berakhir tragis.
Ekonomi hancur, rumah tangga ambyar. Tak jarang berakhir dengan tindakan kriminal.
Baca Juga: Efek Domino Judi Online Bikin Candu dan Rela Pertaruhkan Segalanya
Seperti yang dialami Danang, nama samaran, warga Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.
Ia mengaku pertama kali mencoba bermain judi online slot karena coba-coba. Penasaran dengan cara main menggunakan ponsel pintarnya.
Danang membayangkan, bila menang slot, bisa untuk modal membangun bisnis toko yang direncanakan.
"Karena mau membangun bisnis, awalnya judi bola, lalu slot, asyik awalnya," katanya.
Untuk menjalankan toko kelontong yang diinginkan, kira-kira butuh modal Rp 20 juta. Karena saat itu hanya memiliki uang Rp 100 ribu, maka “diputar” dulu lewat judi slot yang ada gambar Dewa Zeus.
"Lha kok menang Rp 2 juta, saya coba lagi, sekali kalah, lalu menang Rp 25 juta, ya sudah untuk bisnis,” ujarnya.
“Sisanya saya bagi ke keluarga untuk bancakan, keluarga senang awalnya," tambah Danang.
Ternyata bisnis yang dijalankan tak seindah harapan. Tokonya sepi pengunjung, cash flow bisnis seret. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia berutang.
Kalut dengan utang yang terus menumpuk, ia teringat awal mula mendapatkan modal usaha. Judi slot jawabannya.
Kali ini, tak tanggung-tanggung, puluhan hingga ratusan juta rupiah ia gelontorkan untuk modal judi slot.
Ternyata kali ini Dewi Fortuna tak berpihak lagi. Tak ada kemenangan gemilang seperti sebelumnya. Danang berkali-kali kalah. Uangnya ludes digondol “Dewa Zeus”.
Tapi ia benar-benar sudah ketagihan. Danang terus bertaruh secara online dengan harapan bisa mengembalikan modal yang hilang. Tapi hasilnya malah makin terpuruk. Terus-terusan kalah, utang menumpuk.
Agar tetap bisa depo modal main slot, sesekali ia mencuri uang milik ibu dan nenek. "Saya penasaran, mas. Pingin menang, malah rungkat, saya tidak berani pulang ke rumah ini karena utangnya banyak," jelasnya.
Kini, ia tak memberitahukan keberadaannya pada keluarga. Terpaksa keluarganya harus menanggung beban utang yang ditinggalkan.
Gelap mata karena judi online juga pernah dilakukan perempuan berinisial B, 45, warga Gisikdrono, Semarang Barat.
Pada Desember 2023, ia ditangkap anggota Reskrim Polsek Gunungpati. Pembantu rumah tangga ini ketahuan mencuri di rumah majikannya di Sadeng, Gunungpati. Mirisnya, hasil pencurian tersebut digunakan untuk judi online slot.
Kanitreskrim Polsek Gunungpati Iptu Endro Soegijarto pada 3 Desember 2023 menjelaskan, pelaku mencuri dua gelang emas masing-masing seberat 10 gram, satu gelang emas 16,5 gram.
Kemudian uang dolar 50 dolar Amerika, 300 Euro, dan 10 dolar Singapura. Total keseluruhan kerugian mencapai sekitar Rp 35 juta.
"Pengakuannya habis untuk judi sot dengan menggunakan aplikasi di HP tersangka," katanya.
Kepala toko waralaba Mixue di Kota Pekalongan berinisial RAH juga harus berurusan dengan polisi gara-gara imbas judi slot.
Laki-laki warga Wiradesa, Kabupaten Pekalongan ini mengembat uang perusahaan hingga ratusan juta rupiah untuk modal judi online.
“Tersangka RAH bertanggung jawab setor uang harian kepada pemilik, namun tidak disetorkan,” ucap Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota AKP Sumaryono pada Selasa 17 Oktober 2023. Selama 22 hari, RAH tidak menyetor uang hasil penjualan sebesar Rp 251.971.000.
Tersangka RAH di hadapan polisi mengaku menyesal atas perbuatannya. Awalnya ia mengaku tidak sengaja memakai uang perusahaan.
Niatnya dipinjam saja untuk modal judi online. Dengan harapan akan menang dan untung banyak.
Sehingga bisa mengembalikan uang perusahaan yang dipakai. Namun malah uang yang didepokan malah hilang. Karena kalah dalam judi online.
“Saya niatnya saya kembalikan, kalau sudah menang judi online,” katanya. (fgr/mha/han/ton)
Editor : Baskoro Septiadi