Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Begini Kesaksian Juru Pelihara Benda-benda Purbakala di Batang, Ada Batu yang Hilang Sendiri hingga Suara Tangisan dari Keris

Riyan Fadli • Minggu, 19 Mei 2024 | 18:14 WIB
Juru Pelihara Benda Purbakala di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Sriyatno, sedang membersihkan batu bersejarah. RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG
Juru Pelihara Benda Purbakala di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Sriyatno, sedang membersihkan batu bersejarah. RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID - Benda-benda purbakala di Kabupaten Batang, sebagian besar disimpan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang. Benda-benda bersejarah itu sebagian ditempatkan di halaman kantor dinas.

Lebih dari 500 benda peninggalan bersejarah itu dirawat juru pelihara. Salah satunya Sriyatno, 53. Ia menjaga benda bersejarah tersebut sejak 15 tahun lalu.

"Ada sekitar 500 benda peninggalan purbakala di Kantor Disdikbud Batang. Kalau perawatan biasanya saya cuci dan bersihkan pakai sikat ijuk,” katanya.

Sriyatno mengatakan, benda-benda tersebut sangat rawan rusak. Karena satu faktor usia, dan debu dan kotoran yang kerap kali menempel.

Selain itu, saat musim hujan, lokasi tersebut menjadi langganan kebanjiran.

Kerawanan juga muncul saat di aula Disdikbud yang menjadi tempat penyimpanan benda purbakala dijadikan tempat pagelaran suatu.

Seringkali peserta atau panitia menaruh tas, makanan dan barang-barang lainnya di atas benda purbakala. Ia pun harus terus menerus mengamati dan mengingatkannya.

Saat merawat benda-benda bersejarah tersebut, ia beberapa kali mengalami kejadian aneh. Seperti, batuan kecil-kecil yang berada di lemari penyimpanan tiba-tiba hilang dengan sendirinya.

Hal ini ketahuan saat melakukan penomoran. Selang beberapa waktu, dicek kembali ada nomor batu yang kurang.

Ia juga seringkali membersihkan keris tiap Kamis Wage atau. Keris dirawat secara rutin dengan membasuhnya dengan minyak keris dan bunga setaman serta kemenyan.

Begitu banyak jumlah keris itu terkadang ada yang kelupaan tidak dibersihkan.

"Saya pernah mengalami sendiri, ada satu keris yang lupa tidak saya bersihkan. Tiba-tiba terdengar ada suara tangisan. Setelah dicari, sumber suara itu ternyata dari  keris yang lupa dibersihkan. Seketika itu, langsung saya kasih minyak," akunya.

Selain itu, pegawai di Kantor Disdikbud juga ada yang pernah melihat penampakan. Salah satunya cerita saat pemindahan batu Yoni ke Kantor Disdikbud Batang. Yang membawa batu itu diajak komunikasi.

“Penunggu batu Yoni itu tidak mau pergi. Katanya, rumahnya sudah di sini (Disdikbud), dan dia berjanji tidak akan mengganggu. begitu kira-kira," tambahnya. (yan/bud)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#benda purbakala Batang #keris #Disdikbud Batang #benda purbakala