Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Suka Duka Sebagai Penjaga Palang Pintu Rel, Jack Sempat Berkelahi dengan Penyeberang yang Ngeyel

Radar Semarang • Senin, 15 April 2024 | 18:56 WIB

 

BERJAGA: Jack, 25, saat berjaga di palang pintu perlintasan rel KA di di wilayah Tambakharjo, Semarang Barat.
BERJAGA: Jack, 25, saat berjaga di palang pintu perlintasan rel KA di di wilayah Tambakharjo, Semarang Barat.
 

RADARSEMARANG.ID, MENJADI Penjaga Palang Pintu Rel Kereta Api (KA) bukanlah hal mudah.

Selain harus waspada setiap saat, juga harus memastikan pelintas tidak ada yang menerobos palang pintu.

Seperti diakui, Jack, 25, warga Krapyak, Kecamatan Semarang Barat. Ia mengaku menjadi petugas perlintasan palang pintu rel KA di wilayah Tambakharjo, Semarang Barat.

Baca Juga: Lengah Saat Hunting Video di Tengah Rel, Seorang Remaja Railfans Tewas Tersambar Lokomotif di Jatinegara

Hampir setahun menjalani pekerjaannya, pria ini sempat pernah berkelahi dengan pengendara motor yang ngeyel saat ditegur.

Kejadiannya, terjadi sebelum bulan puasa Ramadan. Ketika itu palang pintu yang dibangun swadaya masyarakat ini dalam kondisi sudah diturunkan atau ditutup.

Tapi ada satu pengendara motor yang nekat menyeberang perlintasan double track tersebut. 

"Saya sudah teriak-teriak, saya tegur supaya jangan menyeberang. Tapi dia masih nekat menyeberang. Pas saya tegur, orangnya malah marah. Kemudian terjadi cekcok sampai akhirnya pukul-pukulan," ungkapnya.

 Baca Juga: Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Usai Cekcok dan Pesta Miras di Semarang, Ternyata Teman Korban

Menurutnya, menjadi petugas palang pintu swadaya masyarakat harus sabar. Sebab, banyak pemotor, termasuk pejalan kaki yang tidak merespon haluan ataupun himbauan petugas. 

"Apalagi kalau hujan-hujan, pengennya itu pada pengen cepat sampai rumah. Tapi mereka tidak mengutamakan keselamatan. Nanti kalau terjadi apa-apa, Kami juga bakalan yang ikut disalahkan. Padahal kami juga sudah mencegahnya," bebernya. 

Perlintasan KA di wilayah ini merupakan akses dari Jalan Raya Jrakah menuju perkampungan Tambakharjo. Perlintasan tersebut ramai. Terlihat, hampir setiap lima menit terdapat pengendara motor, mobil yang melintas menyeberang. 

Jack membeberkan, palang pintu tersebut dibangun atas swadaya masyarakat sekitar pada 1 Juni 2023.

Sebelumnya lokasi tersebut tanpa palang pintu. Lokasi tersebut sempat akan ditutup oleh PT KAI lantaran tidak ada penjagaan. 

"Akhirnya warga berdiskusi, ada usulan akan dijaga warga, atau relawan. Akhirnya saya mengusulkan sedia untuk jaga, bersama teman saya," bebernya.  (mha/bud)

Editor : Tasropi
#palang pintu #puasa ramadan #swadaya masyarakat #KERETA API