Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Artis Semarang Banjir Job Akhir Tahun, Rock Star Terima Lima Job

Agus AP • Minggu, 29 Desember 2019 | 12:14 WIB

RADARSEMARANG.ID - Artis-artis lokal Semarang di akhir tahun 2019 banyak yang kebanjiran job. Termasuk saat pesta pergantian tahun. Mereka mendapat job meramaikan malam old and new.


MENGAKHIRI 2019, berkah bagi band dengan genre rock asal Semarang Rock Star.  Mereka kebanjiran job. Tercatat ada empat kota yang telah disambangi selama Desember. Khusus untuk malam pergantian tahun, band yang digawangi Reza (vokal), Heri (gitar), Enggar (bass), Mia (keyboard), dan Hengky (drum), mendapatkan kesempatan untuk manggung di Semarang.


“Bulan-bulan ini banyak tawaran di luar kota, salah satunya di Blora. Namun malam pergantian tahun nanti, kami manggung di acara Pemkot Semarang, tepatnya di Jalan Pemuda,” kata Heri salah satu punggawa Rock Star kepada Jawa Pos Radar Semarang.


Heri mengaku, meski akhir-akhir ini banyak job di luar Semarang, Rock Star tetap membawa nama kota mereka berasal yakni Semarang. Bahkan menurut Heri, Rock Star sudah dikenal dengan band beraliran rock yang berasal dari Semarang.


Ya, tetap bawa Semarang. Mas. Nggak mungkin nggak. Misalnya saja saya pakai kaos bertuliskan Semarang,” tuturnya.


Untuk perjalanan karir band ini, Heri menjelaskan jika band tersebut mulai terbentuk pada 2005 silam. Kelima personel kelompok band ini dipertemukan untuk manggung di acara sebuah kafe bernama Star Queen. Disitulah nama Rock Star mulai dideklarasikan menjadi band papan atas di Semarang. “Kita genre-nya kan rock, kemudian kebetulan main di Star Queen. Ya, akhirnya jadilah Rock Star,” kenangnya.


Ditanya target ke depan, Heri mengaku tidak muluk-muluk, yang penting tetap bisa eksis dan berkarya serta mambawa nama Semarang. “Penginnya bikin single lagi. Dulu sempat ikut album kompilasi, namun kurang bersinar karena mungkin nggak ada promosi,” katanya.


“Kalau sekarang yang penting pengin bisa berkarya dan eksis, karena banyak band seangkatan kami yang sudah bubar,” tambahnya.


Lain halnya dengan penyanyi Hendra Kumbara, pria yang tinggal di Perum Green Village, Gunung Pati, Semarang  ini hampir setiap hari mendapatkan job manggung pada Desember ini. “Alhamdulillah lumayan rapet, Mas. Banyak acara pensi ataupun perusahaan yang ngundang. Ada banyak yang luar kotanya juga,” kata Hendra kepada Jawa Pos Radar Semarang.


Pria kelahiran Pati, 12 Agustus 1989 ini menjelaskan, pada saat mangggung di daerah, dirinya tetap membawa nama Semarang. Hal tersebut dia lakukan untuk membuktikan jika musisi Semarang bisa eksis ataupun berkarya di kancah musik, termasuk musik dangdut, campursari yang terkenal dengan lagu ambyar.


“Saya minta diperkenalkan musisi asal Semarang. Nah ini kan bisa jadi pemacu musisi lain untuk berkarya, ini lho musisi lokal asal Semarang bisa berkarya, musisi Semarang yo ono dan bisa diterima masyarakat,” tuturnya.


Untuk malam pergantian tahun nanti, sama seperti Rock Star, Hendra juga mendapatkan kesempatan manggung di acara Pemkot Semarang di Jalan Pemuda Semarang, bareng dengan Ndarboy Genk, Pendhoza, Denny Caknan dan Naif Band. “Kalau akhir tahun ini, Alhamdulillah banget bisa manggung di Semarang, sama Ndarboy Genk dan musisi lainnya,” tambah pelantun tembang Dalan Liyane ini.


Hendra sendiri mulai berkarya sejak 2008 lalu dengan membuat lagu sendiri bersama band Senggol Tromol, Ndarboy Genk untuk eksistensi dalam seni musik. Hasilnya lagu yang ngetop seperti Balungen Kere, yang ia ciptakan dengan Helarius Daru (Ndarboy) pun mulai dikenal dan viral. Belum lagi lagu  Tibo Mburi, Baik-Baik Saja, dan Wegah Pisah merupakan lagu yang diciptakan dengan lirik menyayat hati.


Kelompok band Semarang lainnya, Soegi Boernean sudah tidak asing lagi di telinga kalangan muda. Meski tergolong pendatang baru, Soegi Boernean sering mendapat job untuk tampil dalam acara di kampus-kampus di Kota Semarang. "Selama 8 bulan ini telah manggung di 46 tempat. Desember ini ada 5 tempat, salah satunya saat peluncuran koridor baru BRT Trans Semarang di Waduk Jatibarang awal bulan lalu," kata gitaris Soegi Boernean, Aditya Ilyas Saputra, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (28/12).


"Memang kita seringnya tampil lokalan di Kota Semarang, terutama di kampus-kampus. Alhamdulillah setiap selesai manggung pasti dapat tawaran di tempat lain," tambahnya.


Kelompok band yang baru terbentuk 21 April 2019 lalu ini digawangi Fanny Sugiarto (vokalis), serta Aditya Ilyas Saputra dan Damar Nindyo Wibowo sebagai gitaris.  Ketiga personel ini seringnya ngumpul sembari memainkan alat musik di bascamp GOR Trilomba Juang, Mugassari, Semarang Selatan. “Ya, awalnya daripada hanya mainan gitaran, nyanyi-nyanyi akhirnya kita ngobrol-ngobrol mengarah untuk membentuk suatu band. Pada intinya kita ingin berkarya bersama, membentuk sebuah ruang untuk membentuk ide-ide positif tentang seni," ungkapnya.


Masukan dan ide yang disampaikan kepada rekan-rekan lainnya, juga mendapat dukungan dan support. Hingga akhirnya terbentuklah Soegi Boernean. Musisi yang akrab disapa Ilyas ini menjelaskan nama Soegi Boernean yang berarti menuju kesuksesan. "Soegi itu kan dari kata sugih atau kaya. Kami memulai dari bawah untuk menuju kesuksesan. Kalau Boernean itu kan diambil dari vokalis yang orang Kalimantan (Borneo)," bebernya.


Dalam waktu dekat, kata Ilyas, Soegi Boernean akan meluncurkan album pertama pada malam tahun baru mendatang. "Memang ada beberapa tawaran di malam pergantian tahun nanti, namun sengaja tidak diambil lantaran mau merilis single mini album di digital platform. Album bertitle Atma, berisikan lagu berjudul Haribaan, Bait Perindu, Kala, Pijar Raya, Saturnus dan Asmalibrasi," bebernya.


Ilyas menambahkan, akan terus berkarya untuk mengenalkan lagu-lagu hitsnya yang terbaru maupun lama. Kelompok band ini juga kerap mendapat job dari luar Kota Semarang. "Rencana ke depan terus berkarya, mulai tour luar kota. Januari 2020 di Tegal, Pekalongan dan Jogjakarta," katanya. (den/mha/aro)

Editor : Agus AP