RADARSEMARANG.ID, Semarang — Open house saat hari Raya Idul fitri identik dengan kegiatan silaturahmi dan halal bi halal.
Kegiatan tersebut membawa manfaat bagi terciptanya masyarakat Indonesia yang harmonis, ruku, dan memiliki toleransi tinggi.
Baca Juga: Lafal Takbiran Hari Raya Idul Fitri 2025 Arab, Latin, Artinya, dan Waktu Membacanya
Kata open house berasal dari bahasa Inggris yang artinya membuka rumah.
Dalam konteks Lebaran, open house merupakan istilah yang merujuk pada kebiasaan membuka rumah untuk menyambut tamu saat hari Raya Idul fitri.
Open house merupakan istilah keren dari kebiasaan berkunjung ke sanak saudara maupun teman pada saat hari raya Idul fitri tiba.
Baca Juga: Terbaru ChatGPT Bisa Ubah Foto Lawas Jadi Animasi Gaya Studio Ghibli Begini Caranya
Kebiasaan umum orang-orang melakukan open house ini dilakukan sebagai sarana untuk menyambung tali silaturahmi pada bulan Syawal.
Saat open house tuan rumah akan membuka rumahnya dan mengajak orang sekitar untuk berkunjung.
Mulai dari keluarga, kerabat, teman, hingga tetangga.
Terdapat beberapa kegiatan yang bisa dilakukan saat open seperti mengobrol santai, makan-makan, dan bermain games.
Kegiatan open house tidak dilakukan oleh masyarakat umum saja.
Baca Juga: Mak Nyes! Ini Kumpulan Naskah Khutbah Idul Fitri 2025 yang Bisa Disampaikan Besok saat Lebaran
Para pejabat negara seperti walikota hingga presiden juga mengadakan kegiatan tersebut.
Manfaat open house
Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan open house Lebaran di antaranya sebagai berikut.
1. Mempererat Silaturahmi
Baca Juga: Tips dan Trik Mudik Lebaran 2025 yang Nyaman, Aman Penuh Kenangan
Melalui open house, keluarga dan teman-teman bisa saling bertemu.
Momen ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki hubungan yang mungkin tidak terjalin dengan baik.
Mengingat dalam agama Islam, menjaga tali persaudaraan merupakan hal yang sangat dianjurkan.
2. Menjalin Keharmonisan
Open house menjadi kesempatan bagi tetangga dan masyarakat sekitar untuk saling mengunjungi.
Dengan begitu, kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat bisa terjadi.
Ini membantu menciptakan keharmonisan dan rasa kebersamaan dalam lingkungan sekitar.
3. Meningkatkan Rasa Toleransi
Tidak hanya umat muslim saja, seringkali open house juga dihadiri oleh tetangga atau teman beda agama.
Baca Juga: Kumpulan Ucapan Lebaran 2025 Ngagem Boso Jowo Cocok Damel Tiyang Sepah Soho Media Sosial
Hal ini menjadi momen untuk saling berbagi budaya dan tradisi.
Kegiatan tersebut menjadi contoh nyata dari toleransi sosial yang tinggi.
4. Membuat Lebaran Lebih Bermakna
Open house memungkinkan tuan rumah untuk menyambut siapa saja yang datang.
Menjadikan Lebaran terasa lebih bermakna dan penuh dengan kebersamaan.
Baca Juga: Nyes Dihati! Berikut Kumpulan 10 Naskah Khutbah Idul Fitri 2026 yang Bisa Disampaikan saat Lebaran
Berbagi kebahagiaan dengan orang lain merupakan bagian dari inti dari perayaan Lebaran itu sendiri.
Hari kedua Idul Fitri merupakan hari yang ditunggu-tunggu sebagian besar umat Islam di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah.
Pasalnya, hari itu ribuan umat Islam yang merupakan murid dan santri Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya berkesempatan bertemu langsung gurunya yang merupakan mursyid Thariqah Sadzaliyah.
Pada kesempatan itu, ribuan santri berkesempatan bertatap muka untuk ber-halal bi halal, sekedar konsultasi hingga mohon doa.
Baca Juga: Kumpulan 99 Judul Tema Kultum Ramadan yang Menarik dan Menginspirasi
Sehingga tidak heran sejak subuh, bangunan megah Gedung Kanzus Sholawat Pekalongan di Jalan dr Wahidin 70 Pekalongan itu sudah dipadati massa yang sengaja datang dari berbagai daerah, termasuk Semarang, Demak, Solo hingga wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Tidak ada acara khusus, kecuali membaca doa kemudian dilanjutkan bersalaman.
Namun, ribuan pengunjung tampak cukup sabar untuk dapat bertemu langsung dengan ulama dan kiai kharismatik yang juga Mantan Dewan Pertimbangan Presiden itu.
Baca Juga: Agar Siap Kerja Luar Negeri, Pemerintah Merubah Masa Belajar Siswa SMK Jadi 4 Tahun
Salah satu murid dekat Habib Luthfi, KH Zakaria Ansor, mengatakan, acara rutin yang digelar setiap tanggal 2 Syawal itu memang sudah lama dilaksanakan dan sudah ditunggu-tunggu, terutama oleh murid Habib Luthfi.
Menurutnya, di samping mereka berkesempatan bersalaman dengan gurunya, jika acara halal bi halal dimanfaatkan tamu untuk berkonsultasi hingga meminta doa.
“Karena ini sudah menjadi acara rutin setiap tanggal 2 Syawal, maka walau tidak ada publikasi, masyarakat sudah hapal jadwalnya” ujar kiai.
Habib Luthfi nampak cukup sabar sejak pukul 7 pagi melayani ribuan pengunjung untuk sekedar bersalaman hingga meminta doa.
Bahkan, ada salah seorang jamaah yang datang dari Ungaran ingin berfoto bersama Habib Luthfi, dengan sabarnya Habib melayani.
Baca Juga: Jay Idzes Kapten Timnas Indonesia Pemain DIaspora Ternyata Mbahne Wong Semarang, Ini Profilnya
Jadwal Open House Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya:
Tanggal 2 Syawal 1447 H
Ahad 22 Maret 2026
Baca Juga: Rayakan Idul Fitri 2025, Ini Ide Warna Cat Tembok yang Estetik Saat Ini Bisa Dicoba
Pukul 06.00 WIB - selesai
Lokasi Gedung Kanzus Sholawat Jalan dr Wahidin 70 Pekalongan. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi