Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ribuan Lampion Meriahkan Pawai Takbir Keliling Desa Sumberejo-Pabelan Pada Lebaran Idul Fitri 2026

Falakhudin • Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:30 WIB

Ribuan Lampion Meriahkan Pawai Takbir Keliling Desa Sumberejo-Pabelan Lebaran Idul Fitri 2026
Ribuan Lampion Meriahkan Pawai Takbir Keliling Desa Sumberejo-Pabelan Lebaran Idul Fitri 2026

 

RADARSEMARANG.ID - Takbir keliling adalah Tradisi umat Muslim di Indonesia adalah dengan berjalan kaki atau berkendara sambil mengumandangkan takbir (Allahu Akbar) pada malam sebelum hari raya Idul Fitri atau Idul Adha.

Tradisi ini bertujuan untuk merayakan hari raya, mengucapkan rasa syukur atas selesainya ibadah puasa Ramadhan, serta bagian dari promosi agama Islam.

 

Berikut adalah poin-poin penting mengenai takbir keliling:

Pelaksanaan diilakukan dengan berjalan kaki sambil membawa obor atau bedug, atau menggunakan kendaraan hias, berkeliling di sekitar kampung atau kota.

Waktu biasanya dilakukan di malam takbiran (malam lebaran Idul Fitri atau Idul Adha) hingga sebelum hari berikutnya.

Tujuan dan Maknanya sebagai bentuk rasa syukur, memperkuat hubungan silaturahmi, dan ekspresi kebahagiaan yang memiliki nuansa keagamaan.

Saat ini, acara takbir keliling biasanya disajikan dengan elemen seni dan budaya, tetapi inti utamanya tetap adalah memuji nama Tuhan Yang Maha Esa.

 

Baca Juga: Meriah! Karnaval Pembangunan Desa Sumberejo Kecamatan Pabelan Ditonton Ribuan Warga

Di Desa Sumberejo Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang merayakan hari malam idulfitri dengan menyelenggarakan takbir keliling dengan hiasan ribuan lampu lampion yang dimulai start dari Masjid At Taqwa Krajan Kidul Sumberejo. 

Lampion atau tanglung adalah sejenis lentera yang biasanya terbuat dari kertas dengan lilin di dalamnya. 

Lampion yang lebih rumit bisa dibuat dari kerangka bambu yang dilapisi kertas tebal atau kain sutra berwarna, biasanya merah. 

Lampion tidak hanya menyimbolkan kebahagiaan dan membawa keberuntungan, tetapi juga mencerminkan status sosial dan rasa banggaan nasional. 

Warisan budaya yang juga dikenal sebagai "Denglong" ini awalnya dibuat untuk menjaga agar api tidak memadam.

 

Oleh sebab itu, lampion sering dijadikan sumber cahaya. 

Pada awal masa Dinasti Han, orang-orang memasang lampion merah pada tanggal kelima belas bulan pertama dalam kalender lunar agar suasana terasa lebih meriah, serta sebagai tanda kekayaan dan kemakmuran masyarakat dan negara. 

Selain itu, teka-teki etnis sering ditulis di lampion yang digantung sebagai cara menunjukkan kecerdasan dan harapan para pekerja Han terhadap masa depan yang lebih baik. 

Proses ini menciptakan pengalaman yang menarik dan memperkuat interaksi antar masyarakat. 

Selain itu, lampion juga dinyalakan dengan berbagai warna agar menciptakan suasana yang ramai dan menyenangkan.

Lampion, sebagai bagian dari warisan budaya Tiongkok, tumbuh menjadi simbol budaya yang sangat kuat dan mengandung nilai-nilai yang berarti. 

Bukan hanya sebagai hiasan yang menarik, tapi juga menggambarkan harapan, kebahagiaan, dan keberuntungan bagi siapa pun yang melihatnya. 

Kini budaya lampion terus dipertahankan, salah satunya melalui berbagai festival budaya. 

Universitas Ma Chung ikut serta dalam melestarikan budaya dan akulturasi budaya Indonesia.

Malam ini ribuan penduduk Desa Sumberejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang mengikuti acara takbiran keliling pada malam sabtu, 20 Maret 2026.

 

Peserta dari remaja masjid tersebut berkeliling sambil membawa lampion.

"Lampion diproduksi secara massal lalu didistribusikan kepada remaja masjid yang ada di setiap mushala dan masjid," ujar panitia takbir keliling Desa Sumberejo, Dwi Setiawan (20/3/2026).

Ribuan Lampion Meriahkan Pawai Takbir Keliling Desa Sumberejo-Pabelan Lebaran Idul Fitri 2026
Ribuan Lampion Meriahkan Pawai Takbir Keliling Desa Sumberejo-Pabelan Lebaran Idul Fitri 2026

 

"Total ada sekitar 1.200 lampion yang dibawa keliling oleh remaja masjid."  "Perwakilan dari setiap mushola dan masjid membawa lampion," jelasnya.

Menurut Dwi, selain digunakan untuk acara takbiran, pembuatan lampion juga bertujuan agar masyarakat yang menonton bisa merasa senang dan terhibur.



"Jadi memang agar semua merasa senang.  Alhamdulillah, di setiap perjalanan sambutan masyarakat cukup baik,"ujarnya. 

Banyak orang juga mengajak anak-anak untuk menonton film bersama.

 

"Apalagi peserta takbir keliling mencakup anak-anak hingga orang dewasa," ujar Dwi. "Takbir keliling juga berlangsung teratur."  "Mobil yang membawa suara tidak terlalu besar, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas," tutupnya.

Kepala Desa Sumberejo sangat mendukung acara tersebut juga kerap diadakan setiap tahunnya untuk memompa semangat dalam beribadah dan bermasyarakat. (fal)

Editor : Baskoro Septiadi
#twibbon idul fitri 2026 #ucapan hari raya idul fitri #Idul Fitri 2026 jatuh pada tanggal berapa #Masjid At Taqwa Krajan Kidul Sumberejo #Hasil sidang isbat 2026 #Mobil takbir keliling #ucapan idul fitri 2026 islami #Kapan Sidang Isbat Dilaksanakan #hasil sidang isbat hari ini #selamat hari raya idul fitri 1447 H #takbiran #eid mubarak 2026 #tanggal 1 syawal 1447 jatuh pada tanggal berapa #Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 #ucapan lebaran 2026 #Takbir keliling di Desa #twibbon idul fitri #Idul Fitri 2026 jatuh #Kepala Desa Sumberejo #Takbir keliling 2026 #ucapan minal aidin wal faizin #Takbir keliling karnaval #Warisan Budaya Tiongkok #Takbir keliling adalah #ucapan Lebaran #happy eid mubarak #Takbir keliling terdahsyat #Desa Sumberejo Kecamatan Pabelan #Dinasti Han #twibbon Idul Fitri terbaru #Takbir takbir keliling #idul fitri 2026 jatuh pada hari apa #minal aidin wal faizin #Takbir keliling allahu akbar #kata kata minal aidin wal faizin