RADARSEMARANG.ID — Salah satu anjuran umat Muslim pada hari Idul Fitri adalah melaksanakan salat id.
Hukum salat id ini adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) sejak disyariatkanya pada tahun kedua hijriah. Rasulullah selalu melaksanakannya hingga beliau wafat dan dilanjutkan oleh umatnya sampai sekarang.
Waktu Pelaksanaan Salat Idulfitri
Salat Idulfitri dilaksanakan pada pagi hari setelah matahari terbit (sekitar 15–20 menit) hingga sebelum masuk waktu zuhur.
Pelaksanaannya dianjurkan secara berjamaah di masjid atau lapangan terbuka, namun tetap sah jika dilakukan sendiri.
Salat Idulfitri bukan hanya ibadah sunnah, tetapi juga menjadi momen kebersamaan dan syiar Islam yang penuh makna.
Dengan memahami tata cara sesuai sunnah, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan salat Idulfitri dengan lebih khusyuk dan sempurna, serta meraih keberkahan di hari kemenangan.
Secara umum syarat dan rukun salat Idulfitri sama sebagaimana salat fardhu lima waktu.
Hanya, ada beberapa tambahan tekins yang sifatnya sunnah.
Waktu salat dimulai sejak matahari terbit sampai masuk waktu salat dhuhur.
Berbeda dari salat Idul Adha yang dianjurkan mengawalkan waktu untuk memberi kesempatan yang luas bagi masyarakat yang hendak berkurban selepas rangkaian salat id, salat Idul Fitri disunnahkan memperlambatnya.
Hal ini untuk memberi kesempatan mereka yang belum berzakat fitrah.
Baca Juga: Waktu yang Tepat Untuk Menghindari Kemacetan Saat Mudik Lebaran Idul Fitri 2026
Tata Cara Salat Idulfitri
1. Pertama adalah niat salat Idul Fitri di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram (membaca Allâhu akbar), dan disunnahkan untuk melafalkan niat sebelumnya.
Berikut lafal niatnya,
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى
Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini ma’mûman (jika jadi imam pakai “imaman”) lillâhi ta’âlâ
Artinya: “Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”
2. Membaca doa ifititah, kemudian disunnahkan untuk tabir sebanyak tujuh kali.
Di sela-sela tiap takbir dianjurkan untuk membaca lafal berikut,
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Allâhu akbar kabîran, wal ḫamdulillâhi katsîran, wa subḫânallâhi bukratan wa ashîla
Artinya:
“Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”
Atau bisa juga lafal ini,
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subḫânallâhi wal ḫamdulillâhi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar
Baca Juga: Ide Bisnis Hampers Lebaran 2026, Modal Dikit Bisa Raih Cuan Maksimal
Artinya:
“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”
3. Membaca surat Al-Fatihah.
Setelah itu disunnahkan untuk membaca surat Al-A’la, lalu dilanjut ke ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti salat biasa.
4. Setelah takbir untuk berdiri rakaat kedua, disunnahkan untuk takbir sebanyak lima kali seperti takbir pada rakaat pertama.
Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan dianjurkan membaca surat Al-Ghasiyah. Lalu lanjut ke ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.
5. Selesai salam, jamaah dianjurkan untuk mendengarkan khutbah yang disampaikan khatib terlebih dulu, jangan dulu beranjak dari tempat.
Takbir Tambahan Salat Ied
Rakaat pertama: tujuh kali takbir setelah takbiratul ihram.
Rakaat kedua: lima kali takbir sebelum membaca Al-Fatihah.
Di sela-sela takbir, dianjurkan membaca dzikir seperti:
“Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar.”
Setelah salat berjamaah, imam menyampaikan khutbah sebanyak dua kali.
Pada khutbah pertama biasanya diawali dengan sembilan kali takbir, sedangkan khutbah kedua diawali tujuh kali takbir.
Jamaah dianjurkan untuk tetap duduk dan mendengarkan khutbah hingga selesai. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi