RADARSEMARANG.ID, Semarang — Bulan Ramadan memiliki banyak keistimewaan, salah satunya yaitu bulan dikabulkannya doa-doa.
Itu mengapa, umat Islam dianjurkan untuk memohon ampunan, perlindungan, serta membaca doa harian bulan Ramadan.
Doa merupakan cara umat Islam untuk berkomunikasi dengan Allah SWT.
Melalui doa, seorang Muslim dapat menyampaikan rasa syukur serta memohon pertolongan dan keberkahan dari-Nya.
Dalam Quran Surat Al Baqarah ayat 186, Allah SWT berjanji akan mengabulkan setiap doa yang dipanjatkan oleh orang-orang yang berpuasa.
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ . ١٨٦
wa idzâ sa'alaka ‘ibâdî ‘annî fa innî qarîb, ujîbu da‘watad-dâ‘i idzâ da‘âni falyastajîbû lî walyu'minû bî la‘allahum yarsyudûn
Artinya:
Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.
Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Oleh karena itu, umat Islam dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.
Berikut bacaan doa harian bulan Ramadan beserta artinya yang bisa Anda simak yang dinukil dari sumber Kitab Mafatihul Jinan :
Doa Puasa Ramadan Hari ke 25
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي فِيهِ مُحِبًّا لِأَوْلِيَائِكَ وَ مُعَادِيًا لأَعْدَائِكَ مُسْتَنَا بِسُنَّةِ خَاتَمِ أَنْبِيَائِكَ يَا عَاصِمَ قُلُوْبِ النَّبِيِّين
Allâhummaj’alnî fîhi muhibban li awliyâika wa mu’âdiyan lia’dâika mustanan bisunnati khâtami anbiyâika yâ ‘âsima qulûbinnabiyyîn.
Artinya:
Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini pencinta para kekasih-Mu, pembenci para musuh-Mu, mengikuti sunnah penutup para nabi- Mu, wahai Penjaga hati para nabi.
Doa Puasa Ramadan Hari ke 26
اللَّهُمَّ اجْعَلْ سَعْيِي فِيهِ مَشْكُورًا وَ ذَنْبِي فِيْهِ مَغْفُوْرًا وَ عَمَلِي فِيْهِ مَقْبُولاً وَ عَيْبِي فِيهِ مَسْتُوْرًا يَا أَسْمَعَ السَّامِعِينَ
Allâhummaj’al sa’yî fîhi masykûran wa dzanbî fîhi maghfûran wa ‘amalî fîhi maqbûlan wa ‘aybî fîhi mastûran yâ asma’as sâmi’îna.
Baca Juga: Bolehkah Salat Tahajud Setelah Salat Tarawih, Salat Witir dan Belum Tidur?
Artinya:
Ya Allah, jadikanlah usahaku di bulan ini disyukuri, dosaku diampuni, amalku diterima dan kejelekanku ditutupi, wahai Dzat Yang Lebih Mendengar dari setiap yang mendengar.
Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi