RADARSEMARANG.ID, Semarang — Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan dalam Bulan Ramadan.
Malam ini disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, di mana ibadah yang dilakukan pada malam ini memiliki nilai pahala yang luar biasa.
Lailatul Qadar juga menjadi waktu di mana takdir tahunan manusia ditentukan dan malaikat turun membawa rahmat serta kedamaian.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam ini dengan berbagai amalan ibadah agar mendapatkan keberkahan dan ampunan dari Allah Swt.
Makna dari malam Lailatul Qadar.
Secara Bahasa:
“Lailatul” berarti malam, sedangkan “Qadar” memiliki beberapa makna, yaitu kemuliaan, ketentuan (takdir), dan sempit (karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi).
Menurut Istilah:
Lailatul Qadar adalah malam istimewa dalam bulan Ramadan, di mana Al-Qur’an pertama kali diturunkan dan malam itu lebih baik dari seribu bulan.
Keistimewaan malam Lailatul qadar.
1. Lebih Baik dari 1000 Bulan
Allah Swt. berfirman:
“Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)
Artinya:
ibadah yang dilakukan pada malam ini memiliki pahala lebih besar daripada ibadah selama 83 tahun 4 bulan. Ini menunjukkan betapa luar biasanya kesempatan ini bagi umat Islam untuk mendapatkan pahala yang melimpah.
2. Malam Diturunkannya Al-Qur’an
Allah Swt. berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar.” (QS. Al-Qadr: 1)
Dalam tafsir, ayat ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar.
Hal ini menandakan betapa mulianya malam ini karena menjadi awal petunjuk bagi umat manusia.
3. Malam Penuh Keberkahan
Allah Swt. berfirman:
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi...” (QS. Ad-Dukhan: 3)
Malam Lailatul Qadar disebut sebagai malam yang penuh keberkahan karena pada malam ini Allah Swt. melimpahkan rahmat-Nya kepada hamba-Nya yang beribadah dengan ikhlas.
4. Malam Ditentukannya Takdir Tahunan
Pada malam ini, Allah Swt. menetapkan takdir hamba-Nya untuk satu tahun ke depan, termasuk rezeki, kematian, dan berbagai ketentuan lainnya.
“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad-Dukhan: 4)
Meskipun takdir sudah tertulis di Lauhul Mahfuz, pada malam ini para malaikat menerima catatan takdir yang akan berlaku selama setahun ke depan.
Oleh karena itu, malam ini menjadi waktu yang tepat untuk berdoa agar diberikan takdir yang baik.
Allah Swt. berfirman:
“Pada malam itu turun para Malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (QS. Al-Qadr: 4)
Malaikat turun membawa kedamaian dan keberkahan bagi orang-orang yang beribadah di malam ini.
Turunnya malaikat dalam jumlah yang sangat banyak membuat bumi dipenuhi dengan ketenangan dan cahaya rahmat dari Allah Swt.
6. Malam yang Penuh Kedamaian Hingga Fajar
Allah Swt. berfirman:
“Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 5)
Lailatul Qadar adalah malam yang penuh dengan ketenangan dan kedamaian.
Tidak ada gangguan setan dan suasana malam itu dipenuhi rahmat serta keberkahan hingga terbitnya fajar.
7. Malam Pengampunan Dosa
Dalam hadis, Rasulullah saw. bersabda:
“Barang siapa yang melaksanakan ibadah pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim)
Kesempatan ini sangat berharga karena dosa-dosa yang telah lalu bisa dihapus dengan ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan di malam Lailatul Qadar.
8. Waktu Mustajab untuk Berdoa
Lailatul Qadar adalah salah satu waktu terbaik untuk berdoa.
Rasulullah saw. mengajarkan doa khusus doa Lailatul Qadar yang dianjurkan pada malam ini:
اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai ampunan, maka ampunilah aku.” (HR. Tirmidzi)
Berdoa di malam ini sangat dianjurkan karena bisa mengubah takdir seseorang ke arah yang lebih baik.
9. Waktu yang Tidak Diketahui Secara Pasti
Lailatul Qadar terjadi di salah satu malam di 10 hari terakhir bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil (malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29).
Namun, waktu pastinya dirahasiakan oleh Allah Swt. agar umat Islam semakin giat dalam beribadah sepanjang 10 malam terakhir.
Rasulullah saw. bersabda:
“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari & Muslim)
10. Tanda tanda Malam Lailatul Qadar
Meskipun waktu pastinya tidak diketahui, ada beberapa tanda yang sering disebutkan dalam hadis:
• Udara dan suasana malam terasa tenang, tidak panas dan tidak dingin.
• Matahari terbit keesokan harinya dengan cahaya yang lembut dan tidak menyilaukan.
• Tidak ada angin kencang, hujan deras, atau cuaca ekstrem lainnya.
• Hati orang yang mendapat Lailatul Qadar merasakan ketenangan dan kedamaian.
• Untuk mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amalan baik.
Berikut adalah beberapa amalan Lailatul Qadar yang bisa dilakukan.
1. Melaksanakan Salat Malam (Qiyamul Lail)
• Salat Tarawih dan Salat Tahajud dengan penuh kekhusyukan.
• Rasulullah saw. bersabda:
“Barang siapa yang melaksanakan ibadah pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim)
2. Memperbanyak Doa, Terutama Doa yang Diajarkan Rasulullah saw.
• Doa yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadar:
• “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai ampunan, maka ampunilah aku.” (HR. Tirmidzi)
3. Membaca Al-Qur’an
• Membaca dan mentadabburi ayat-ayat Al-Qur’an untuk mendapatkan hidayah dan keberkahan.
Usahakan untuk menyelesaikan khataman Al-Qur’an atau membaca surat-surat tertentu seperti Al-Mulk, Al-Waqi’ah, atau Al-Kahfi.
4. Berdzikir dan Bertakbir
• Membaca tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir, seperti:
• Subhanallah (Maha Suci Allah)
• Alhamdulillah (Segala Puji bagi Allah)
• La ilaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah)
• Allahu Akbar (Allah Maha Besar)
5. Memperbanyak Sedekah dan Amal Kebaikan
Memberikan sedekah kepada fakir miskin, yatim piatu, atau orang yang membutuhkan.
Membantu orang lain dengan tenaga atau ilmu yang dimiliki.
6. I’tikaf di Masjid
Berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah Swt.
Rasulullah saw. selalu melakukan i’tikaf di 10 malam terakhir Ramadan untuk mencari Lailatul Qadar.
7. Memperbanyak Istighfar dan Taubat
Mohon ampunan kepada Allah Swt. dengan membaca istighfar sebanyak mungkin:
“Astaghfirullahal ‘azim wa atubu ilaih.”
Artinya:
“Aku memohon ampun kepada Allah Swt. yang Maha Agung dan aku bertobat kepada-Nya.”
8. Menjaga Lisan dan Perbuatan
Menjauhi ghibah, fitnah, dan perkataan buruk.
Menghindari perbuatan sia-sia dan maksiat.
9. Bershalawat kepada Nabi Muhammad saw.
Memperbanyak sholawat agar mendapatkan syafaat di hari kiamat:
“Allahumma salli wa sallim ‘ala nabiyyina Muhammad.”
10. Memperbaiki Niat dan Meningkatkan Keikhlasan
Semua amalan bernilai tinggi jika dilakukan dengan niat yang ikhlas karena Allah Swt.
Jangan hanya mencari pahala, tetapi juga perbaikan diri dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Malam Lailatul Qadar adalah kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk meraih keberkahan, pengampunan dosa, dan pahala yang berlipat ganda.
Meskipun waktu pastinya dirahasiakan, kita dapat berusaha mendapatkannya dengan meningkatkan ibadah di 10 malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Waktu Malam Lailatul Qadar 2026
Meski tidak diketahui pasti kapan Malam Lailatul Qadar berlangsung, kita dapat menghitung prakiraannya berdasarkan penghitungan malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan setelah tanggal 20.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia, 10 malam terakhir Ramadan 1447 Hijriah dimulai pada tanggal 11 Maret sampai 20 Maret 2026 malam.
Berikut ini adalah rincian malam-malam ganjil terakhir Ramadan 2025:
Malam Rabu 11 Maret 2026 (Malam 21 Ramadan)
Malam Jumat 13 Maret 2026 (Malam 23 Ramadan)
Malam Ahad 15 Maret 2026 (Malam 25 Ramadan)
Malam Rabu 17 Maret 2026 (Malam 27 Ramadan)
Malam Kamis 19 Maret 2026 (Malam 29 Ramadan)
Malam Lailatul Qadar adalah kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk meraih keberkahan, pengampunan dosa, dan pahala yang berlipat ganda.
Strategi Mendapatkan Lailatul Qadar
Meskipun Lailatul Qadar dianjurkan dicari di malam-malam ganjil, strategi terbaik adalah menghidupkan setiap malam dari malam ke-21 hingga ke-30 Ramadan dengan ibadah yang maksimal.
Jangan hanya fokus pada satu malam saja, karena Lailatul Qadar bisa saja jatuh di malam genap menurut perhitungan manusia, namun di sisi Allah tetaplah malam ganjil yang sebenarnya.
Baca Juga: 60 Ide Menarik Kegiatan Tarhib Ramadan 2026 yang Bisa Dipakai di Masjid Maupun Sekolahan
Berikut adalah beberapa strategi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:
Tidurlah Secukupnya di Siang Hari:
Istirahat yang cukup di siang hari akan memberikan energi untuk tetap bugar dan fokus beribadah di malam hari.
Baca Juga: Salat Tarawih 23 Rakaat Tercepat Kurang dari 10 Menit Sudah Selesai, Bagaimana Pelaksanaannya?
Berbuka Puasa Secukupnya:
Hindari makan berlebihan saat berbuka agar tidak merasa mengantuk dan malas untuk shalat Isya, Tarawih, dan ibadah malam lainnya.
Kurangi Kesibukan Duniawi:
Batasi penggunaan media sosial, televisi, dan kegiatan lain yang dapat mengalihkan perhatian dari ibadah.
Fokuslah pada tujuan utama: mendekatkan diri kepada Allah.
Baca Juga: Keutamaan Sahur Untuk Meningkatkan Keberkahan Puasa dan Dampak Puasa Ramadan Tanpa Sahur
Buatlah Jadwal Ibadah Malam:
Rencanakan ibadah Anda dengan membuat jadwal harian yang terorganisir untuk sepuluh malam terakhir, sehingga Anda tahu persis kapan harus shalat, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan berdzikir.
Baca Juga: Tips Pola Makan untuk Ibu Hamil Saat Berpuasa Ramadan 2026
Ajak Keluarga Beribadah Bersama:
Dorong anggota keluarga untuk ikut serta dalam beribadah di sepuluh malam terakhir, sehingga suasana di rumah menjadi lebih penuh keberkahan dan semangat.
Jaga Kebersihan dan Kenyamanan:
Pastikan tempat ibadah di rumah atau di masjid tetap bersih dan nyaman, sehingga Anda dapat beribadah dengan khusyuk.
Baca Juga: 10 Manfaat Salat Tarawih di Bulan Ramadan bagi Kesehatan, Ini Kata Ahli Hadis dan Para Dokter
Tingkatkan Kualitas Ibadah:
Tidak hanya memperbanyak kuantitas ibadah, tetapi juga perbaiki kualitasnya dengan memahami makna dari setiap doa dan ayat Al-Qur'an yang dibaca.
Hadirlah di Setiap Malam:
Usahakan untuk hadir di masjid atau di tempat ibadah lainnya di setiap malam di sepuluh hari terakhir Ramadan, baik untuk shalat berjamaah maupun untuk beribadah secara individual.
Baca Juga: Daftar 6 Negara dengan Waktu Puasa Ramadan 2026 Terlama di Dunia, Ada yang Sampai 18 Jam
Manfaatkan Setiap Kesempatan:
Jangan lewatkan kesempatan untuk beribadah meskipun dalam waktu yang singkat, misalnya dengan berdzikir saat berjalan atau berdoa saat sedang istirahat.
Baca Juga: 14 Ide Jualan Es Takjil untuk Berbuka Puasa Ramadan, Modal Kecil Untung Gedhe
Yakinlah pada Janji Allah:
Percayalah bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa kita di Lailatul Qadar dan memberikan pahala yang berlipat ganda bagi siapa saja yang beribadah dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi