RADARSEMARANG.ID, Semarang — Umat Islam sudah tidak sabar menantikan Ramadan 2026.
Bulan suci itu akan tiba sebentar lagi. Saat ini sudah memasuki bulan Syaban. Artinya, Ramadan 1447 H tinggal menghitung hari.
Ramadan merupakan bulan yang penuh keberkahan.
Saat Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan amal saleh karena banyak keutamaan bagi yang mengerjakannya.
Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an.
Pada bulan ini, pintu surga akan dibuka sedangkan pintu neraka di tutup.
Masih di bulan ini juga terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yakni Lailatul Qadar.
Ramadan adalah bulan ke-9 dalam kalender Hijriah yang terletak di antara Syaban dan Syawal.
Bulan ini juga dikenal dengan bulan puasa, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ١٨٥
syahru ramadlânalladzî unzila fîhil-qur’ânu hudal lin-nâsi wa bayyinâtim minal-hudâ wal-furqân, fa man syahida mingkumusy-syahra falyashum-h, wa mang kâna marîdlan au ‘alâ safarin fa ‘iddatum min ayyâmin ukhar, yurîdullâhu bikumul-yusra wa lâ yurîdu bikumul-‘usra wa litukmilul-‘iddata wa litukabbirullâha ‘alâ mâ hadâkum wa la‘allakum tasykurûn
Artinya:
Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).
Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah.
Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran.
Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.
Menurut Tafsir Ibnu Katsir berkenaan dengan ayat tersebut, Allah SWT memuji bulan Ramadan di atas bulan-bulan lainnya karena Dia telah memilihnya sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an.
Selain itu, Allah SWT mewajibkan puasa pada bulan tersebut bagi mereka yang menyaksikan hilal dan tubuhnya dalam kondisi sehat.
Persiapan Menyambut Bulan Ramadan
Menyambut datangnya Ramadan, ada sejumlah persiapan yang bisa dilakukan muslim.
1. Membayar Utang Puasa
Seorang muslim boleh meninggalkan puasa dengan alasan yang dibenarkan syariat, seperti sakit, haid, nifas, dan lainnya.
Bagi yang masih memiliki tanggungan puasa tahun lalu, bisa segera melunasinya sebelum Ramadan tiba.
Waktu mengganti puasa Ramadan yang telah lalu adalah sepanjang tahun hingga bulan Syaban atau sesaat sebelum tiba Ramadan berikutnya.
2. Memperbanyak Puasa Sunnah pada Bulan Syaban
Persiapan menyambut Ramadan lainnya adalah memperbanyak puasa sunnah.
Dikatakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA, Rasulullah SAW paling banyak berpuasa sunnah pada bulan Syaban.
لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
Artinya: “Nabi SAW tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Syaban. Nabi SAW biasa berpuasa pada bulan Syaban seluruhnya.” (HR Bukhari)
Ummu Salamah turut meriwayatkan hadits serupa dengan redaksi, “Nabi SAW dalam setahun tidak berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Syaban, lalu dilanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadan.” (HR Abu Daud dan an-Nasa’i, dinyatakan shahih oleh Al-Albani)
3. Membekali Diri dengan Ilmu Seputar Puasa Ramadan
Hal yang tak kalah penting dalam menyambut Ramadan adalah membekali diri dengan ilmu seputar puasa. Bisa disebut fikih puasa.
Ilmu-ilmu ini tentang masalah hukum, tata cara, dan aturan syariat lainnya. Bisa juga seputar keutamaan puasa Ramadan dan cara menggapainya.
4. Berdoa Dipertemukan dengan Bulan Ramadan
Tidak ada yang tahu kapan ajal tiba.
Namun, manusia bisa terus berdoa agar dipertemukan dengan bulan Ramadan.
Doa yang dimaksud adalah doa umum dan dilakukan sendiri-sendiri.
Menurut riwayat, para ulama salaf berdoa selama enam bulan agar dipertemukan dengan Ramadan dan berdoa lagi lima bulan berikutnya agar amalnya diterima.
Berikut kumpulan doa agar dipertemukan dengan Ramadan
1. Doa Bertemu Bulan Ramadan
اللَّهُمَّ أَهْلُهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَ الْإِيْمَانِ وَ السَّلَامِ وَ الْإِسْلَامِ وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَ ارْضَى رَبِّي وَ رَبُّكَ اللَّهُ
Arab latin: Allahumma ahluh ‘alaynâ bil al-yumn wa al-îmân wa as-salâm wa al-islâm wa at-tawfiq limâ tuhibbu wa irdhâ Rabbi wa Rabbuk Allah.
Artinya: “Ya Allah hadirkanlah kepada kami bulan (Ramadhan) ini dengan keberkatan dan keimanan dan dengan damai dan Islam, serta bimbingan dan keberhasilan melakukan apa yang Engkau senangi. Tuhanku dan Tuhanmu (wahai bulan) adalah Allah.” (HR Tirmidzi)
2. Doa Bertemu Bulan Ramadan
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. اللَّهُمَّ صَلَّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ. اللَّهُمَّ إِنَّهُ قَدْ دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ اللَّهُمَّ رَبَّ شَهْرِ رَمَضَانَ الَّذِي أَنْزَلْتَ فِيهِ الْقُرْآنَ وَجَعَلْتَهُ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ اللَّهُمَّ فَبَارِكْ لَنَا شَهْرَ رَمَضَانَ وَ أَعِنَّا عَلَى صِيَامِهِ وَصَلَوَاتِهِ وَتَقَبَّلْهُ مِنَّا
Bismillabir-rahmanir-rahim (i). Allahumma shalli ‘ala Muhammadin wa âli Muhammad. Allahumma innabu qad dakhala syahru ramadhan(a). Allahumma rabba syahri ramadhânal-ladzi anzalta fibil-qur’ân(a). Wa ja’altabu bayyinatin minal-buda wal-furqan (i). Allahumma fabárik lanâ fî syahra ramadhâna wa a’innâ ‘alâ shiyâmihi wa shalawatibi wa tagabbalbu minna
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, sampaikan sholawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah, sungguh bulan Ramadhan telah tiba. Ya Allah, Tuhan Pemilik bulan Ramadhan, yang di dalamnya Engkau turunkan Alquran. Dan menjadikannya sebagai penjelas antara petunjuk dan pembeda. Ya Allah, berkatilah kami di bulan Ramadhan, bantulah kami dalam menunaikan puasanya dan salat serta terimalah amalan-amalan kami di dalamnya.”
3. Doa Bertemu Bulan Ramadan
اللَّهم سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا
Allaahumma sallimnii li-ramadhaana, wa sallim lii rama- dhaana, wa tasallamhu minnii mutaqabbalaa
Artinya: “Ya Allah, sampaikan aku dengan selamat ke Ramadhan, sampaikan Ramadhan kepadaku, dan terimalah amalku di bulan Ramadhan.”
4. Doa Bertemu Bulan Ramadan
اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ
Allaahumma ahlilhu ‘alainaa bil-yumni wal-iimaani was sa- laamati wal-islaami rabbii wa rabbukallaah
Artinya: “Ya Allah, terbitkanlah bulan tersebut kepada kami dengan berkah, iman, keselamatan, serta Islam. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.” (HR Tirmidzi & Ahmad)
5. Doa Bertemu Bulan Ramadan
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ قَدْ حَلَّ بِنَا فَأَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِأَمْنٍ وَأَمَانٍ وَصِحَّةٍ مِنَ السَّقَمِ وَبِالْفَرَاغِ مِنَ الشُّغْلِ وَأَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ حَتَّى يَنْقَضِيْ عَنَّا وَغَفَرْتَ لَنَا وَرَضِيْتَ عَنَّا
اللَّهُمَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ قَدْ حَصَّ فَسَلِّمْهُ لَنَا وَسَلِّمْنَا لَهُ فِي سُرُوْرٍ مِنْكَ وَعَافِيَةٍ. اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا صِيَامَهُ وَقِيَامَهُ وَبِقَبُوْلٍ مِنْكَ وَامْتِثَالِ أَمْرِكَ وَاجْتِنَابِ نَهْيِكَ. اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْكَسَلَ وَالْفَتْرَةَ وَالسَّئَامَةَ وَارْزُقْنَا فِيْهِ الْخَيْرَ وَالْجَدَّ وَالِاجْتِهَادَ وَالْآجْرَ وَالْقُوَّةَ وَالنَّشَاطَ كَمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى
Bismillahirrahmanirrahim. Allaahumma haadza syahru rama- dhaana qad halla binaa fa adkhilhu ‘alainaa bi-amnin wa amaanin wa sihhatin minas saqami wa bil-faraaghi minas syughli wa a’inna ‘alash shiyaami wal qiyaami wa qiraa-atil qur’aani hattaa yanqadhii ‘annaa wa ghafarta lanaa wa radhiita ‘anna
Allaahumma haadza syahru ramadhaana qad hashsha fa- sallimhu lanaa fii suruurin minka wa ‘aafiyatin. Allaahummar zuqnaa shiyaamahu wa qiyaamahu wa bi-qabuulin minka wam-titsaali amrika waj-tinaabi nahyika. Allaahummarfa’ ‘annal kasala wal fatrata was sa-aamata war zuqna fiihil khaira wal jadda wal ijtihaada wal ajra wal quwwata wan nasyaatha kamaa tuhibbu wa tardhaa
Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ya Allah, bulan ini adalah bulan Ramadhan, sungguh ia (Ramadhan) telah tiba dalam kehidupan kami, maka masukkanlah ia (Ramadhan) dalam kehidupan kami dengan penuh ketenteraman, keamanan, dan kesehatan dari penyakit serta kesempatan yang jauh dari kesibukan.
Bantulah kami untuk melakukan puasa dan ibadah di malam harinya, dan membaca Al-Qur’an hingga Ramadhan berlalu dari kehidupan kami, berilah kami ampunan dan keridhaan.
Ya Allah, bulan ini adalah bulan Ramadhan, sungguh ia (Ramadhan) telah tiba waktunya, maka sampaikanlah ia bagi kehidupan kami dan sampaikanlah kami kepada Ramadhan dalam keadaan bahagia dan sehat sentosa.
Ya Allah, berilah kami rezeki berupa kemampuan untuk berpuasa dan beribadah dan pengabulan puasa dari-Mu, melaksanakan perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu.
Ya Allah, hilangkanlah dari diri kami rasa malas untuk berpuasa, ketidakberdayaan, rasa bosan, berilah kami rezeki di bulan Ramadhan berupa kebaikan, kesungguhan, keseriusan, pahala, kekuatan, semangat sebagaimana yang Kau cintai dan Kau ridhai. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi