RADARSEMARANG.ID, Semarang — Bulan Ramadan 2026 akan mulai pada hari kamis tanggal 19 Februari 2026.
Masih ada waktu untuk mempersiapkan diri dalam menyambut ibadah puasa nantinya.
Saat ini menjadi momen yang tepat untuk mengenalkan anak dengan puasa Ramadan yang sebentar lagi akan tiba.
Sehingga saat masuk bulan Ramadan, anak sudah bisa memahami dan mulai ikut melaksanakan ibadah rutin di bulan tersebut.
Berikut 7 tahapan yang perlu diajarkan pada anak dalam proses mengenalkan ibadah puasa.
Cara Mengajarkan Ibadah Puasa Ramadan pada Anak:
1. Ajak anak menonton tayangan animasi seputar bulan Ramadan
Menyaksikan tayangan yang bersifat edukatif akan membantu memberikan pemahaman pada anak betapa pentingnya melakukan puasa.
Namun, menyesuaikan usianya, penyajian video berbasis animasi dan lagu dapat membantu meningkatkan semangat anak untuk belajar hal yang baru.
2. Ajak ikut kegiatan menyambut bulan Ramadan
Upaya menumbuhkan rasa cinta pada anak dalam menghadapi bulan suci Ramadan juga dapat disiasati dengan melibatkan dia dalam kegiatan menyambut bulan Ramadan.
Contohnya adalah aksi pawai yang biasanya ikut dilakukan bersama teman sebayanya, sehingga si kecil dapat merasa bahwa teman-temannya juga ikut merasakan keseruan yang sama.
3. Libatkan dalam kegiatan anak berbuka dan sahur
Mengajak anak-anak untuk mempersiapkan hidangan berbuka dan sahur menjadi cara menarik agar menumbuhkan pembiasaan yang positif.
Sehingga anak belajar memahami apa saja kewajiban yang perlu dilakukan sebagai umat muslim.
Mereka juga dapat belajar menghargai setiap makanan hingga belajar berempati dengan sesamanya yang kesulitan menyambung hidup.
4. Ajak anak ngabuburit
Agar tidak membosankan dan menjaga jiwa semangat anak saat bulan puasa, maka mengajak ngabuburit menjadi salah satu cara yang menarik untuk menumbuhkan rasa sukanya dengan bulan Ramadan.
Kadang di saat hendak melakukan edukasi anak, memberinya pengertian di luar rumah bisa menjadi alternatif cara yang terbaik.
Selain antibosan, mereka juga dapat melatih kesabaran hingga melihat dan memahami bahwa orang di sekitarnya juga melakukan dan merasakan hal yang sama.
5. Ajak anak melakukan ibadah salat tarawih
Mengajak si kecil melakukan ibadah tarawih juga merupakan cara yang mudah untuk membantu memberikan pemahaman seputar ibadah puasa, walau nantinya tidak dilakukan secara penuh.
Dalam mengajak tarawih, orang tua tidak perlu memaksakan mengingat hal tersebut merupakan tahapan adaptasi anak.
6. Mencoba anak untuk belajar Puasa Ramadan
Sebagai tahapan awal, langkah ini menjadi cara yang baik untuk mengajaknya merasakan menahan hawa nafsu dari makan dan minum.
Perlu diingat bahwa sebagai pengenalan saja, mereka masih diperbolehkan untuk melakukan ibadah puasa setengah hari lalu dilanjutkan kembali untuk menumbuhkan pembiasaan.
7. Jangan lupa beri hadiah
Saat si kecil berhasil melakukan puasa Ramadan, maka tidak ada salahnya bila memberi dia penghargaan untuk menghargai jerih payahnya berpuasa.
Bisa dengan mengajaknya membeli baju lebaran atau barang kesukaan anak.
Bagi anak-anak, memahami dan mempersiapkan diri untuk menjalani puasa Ramadan bisa menjadi pengalaman yang menarik dan mendidik.
Berikut adalah panduan untuk orang tua tentang bagaimana anak anak dapat belajar dan menjalani puasa Ramadan dengan baik menurut Jurnal Islamic Society of Britain.
1. Pemahaman Tentang Puasa Ramadan
Anak-anak perlu diberikan pemahaman yang baik tentang makna dan tujuan puasa Ramadan.
Orang tua dapat menjelaskan bahwa puasa adalah cara untuk mendekatkan diri pada Allah, meningkatkan kesabaran, dan belajar empati terhadap orang-orang yang kurang beruntung.
2. Persiapan Fisik dan Mental
Sebelum memulai puasa, ajaklah anak-anak untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental.
Diskusikan dengan mereka tentang pentingnya makan sahur yang sehat dan bernutrisi serta membantu mereka memahami bahwa puasa mungkin akan menantang tetapi bisa dijalani dengan kesabaran dan ketekunan.
3. Latihan Puasa Secara Bertahap
Untuk anak-anak yang belum pernah berpuasa sebelumnya, orang tua dapat memulai dengan latihan puasa secara bertahap, misalnya dengan memulai puasa setengah hari atau beberapa jam pada awal bulan Ramadan, kemudian secara bertahap meningkatkan durasi puasa seiring waktu.
4. Fokus Pada Ibadah dan Aktivitas Positif
Ajaklah anak-anak untuk fokus pada ibadah dan aktivitas positif selama bulan Ramadan.
Baca buku-buku agama, ikuti kelas agama, atau lakukan amal kebaikan bersama-sama sebagai keluarga.
5. Berikan Dukungan dan Pujian
Berikan dukungan dan pujian kepada anak-anak saat mereka menjalani puasa dengan baik.
Berikan penguatan positif untuk membantu memotivasi mereka dan membuat mereka merasa dihargai atas usaha mereka.
6. Perhatikan Kesehatan Anak
Pastikan anak-anak tetap terhidrasi dan mendapatkan nutrisi yang cukup saat berpuasa.
Pastikan juga mereka cukup istirahat untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan selama bulan Ramadan.
Kapan waktu yang tepat untuk ajarkan anak puasa?
Usia di mana anak belajar untuk berpuasa Ramadan dapat bervariasi tergantung pada budaya, tradisi keluarga, dan tingkat kesiapan fisik dan mental anak tersebut.
Secara umum, banyak orang tua mulai mengenalkan konsep puasa kepada anak-anak mereka sejak usia dini, tetapi puasa penuh biasanya dimulai pada usia tertentu.
Berikut adalah panduan umum mengenai Kapan Umur Anak Belajar Puasa:
Usia Dini (3-6 Tahun)
Pada usia ini, orang tua biasanya mulai mengenalkan konsep puasa kepada anak-anak mereka secara perlahan-lahan.
Anak-anak dapat diajarkan tentang makna puasa Ramadan, seperti kesabaran, belas kasihan, dan keberkahan.
Usia Pra Remaja (7-10 Tahun)
Pada usia ini, beberapa anak mungkin sudah siap untuk mencoba berpuasa secara bertahap.
Orang tua dapat membimbing anak-anak mereka untuk mencoba berpuasa selama beberapa jam atau setengah hari pada akhir pekan atau hari-hari tertentu dalam bulan Ramadan.
Usia Remaja (11-14 Tahun)
Pada usia ini, banyak anak-anak sudah siap untuk mencoba berpuasa penuh selama beberapa hari atau bahkan sepanjang bulan Ramadan.
Namun, penting bagi orang tua untuk memastikan bahwa anak-anak mereka siap secara fisik dan mental untuk menjalani puasa penuh.
Melalui pendekatan yang mendukung dan pemahaman yang baik tentang puasa Ramadan, anak-anak dapat belajar dan menjalani ibadah dengan baik.
Orang tua memiliki peran penting dalam membimbing dan mendukung anak-anak mereka selama bulan suci ini. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi