Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Prediksi Awal Puasa Ramadan 1446 H Jatuh Pada Tanggal 2 Maret 2025, Versi Pemerintah dan NU Berbeda dengan Muhammadiyah

Falakhudin • Rabu, 26 Februari 2025 | 12:40 WIB
Keutamaan, Makna, Dalil Puasa, Ibadah-ibadah Bulan Ramadan 1446 H Maret 2025 M dan Awal Ramadan Menurut Pemerintah, NU dan Muhammadiyah
Keutamaan, Makna, Dalil Puasa, Ibadah-ibadah Bulan Ramadan 1446 H Maret 2025 M dan Awal Ramadan Menurut Pemerintah, NU dan Muhammadiyah

RADARSEMARANG.ID, Semarang  — Selamat Datang Bulan Ramadan, Marhaban Ya Ramadan. 

Bulan suci yang ditunggu Jutaan manusia di belahan dunia.

Puasa ramadan 2025 pemerintah berpotensi mulai 2 Maret 2025 versi BRIN, BMKG hingga Muhammadiyah.

 

Penentuan awal ramadan 2025 berpotensi berbeda.

Hal tersebut karena, Hal tersebut karena, ada dua dasar metode penentuan awal ramadan 2025, yaitu rukyat dan hisab.

Dilansir dari laman Kemenag, rukyat adalah yang dilakukan dengan pengamatan hilal secara langsung, sedangkan hisab yang berbasis perhitungan astronomi.

 

Kementerian Agama (Kemenag) RI akan menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan awal ramadan 1446 Hijriah pada 28 Februari 2025.

Sidang yang dijadwalkan dipimpin oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar ini akan menentukan tanggal pasti dimulainya bulan puasa bagi umat Muslim di Indonesia.

Berikut ini alasan perbedaan penentuan awal ramadan 2025.

Sidang isbat penentuan awal ramadan 1446 H akan digelar oleh Kemenag RI pada Jumat, 28 Februari 2025 mulai pukul 17.00 WIB.

Dalam sidang ini, akan ditetapkan apakah bulan Syaban 1446 H akan berakhir pada hari ke-29 atau dibulatkan jadi 30 hari.

 

Jika pada saat matahari tenggelam pada Jumat (28/2), hilal belum terlihat, ramadan akan dimulai pada Minggu, 2 Maret.

Namun, jika hilal sudah terlihat, bulan puasa akan berlangsung sejak Sabtu, 1 Maret.

BRIN Sebut Potensi Beda Penentuan Awal ramadan 2025

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, mengungkapkan bahwa awal ramadan 2025 berpotensi mengalami perbedaan.

 

 

Berdasarkan hasil rukyat, awal ramadan 2025 diperkirakan jatuh pada 2 Maret 2025.

Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 ramadan 1446 Hijriah jatuh pada 1 Maret 2025 berdasarkan metode hisab. 

“Ada potensi perbedaan penetapan awal ramadan tahun ini,” ujar Thomas.

Posisi Hilal dan Kriteria MABIMS

Menurut Thomas, posisi Bulan pada 28 Februari 2025 malam diperkirakan berada pada ketinggian 4,5 derajat dengan elongasi 6,4 derajat di Banda Aceh.

Posisi ini sedikit di atas kriteria yang ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yang menetapkan bahwa hilal dianggap terlihat jika ketinggiannya minimal 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat.

 

Namun, di Surabaya, posisi Bulan hanya mencapai ketinggian 3,7 derajat dengan elongasi 5,8 derajat, yang masih berada di bawah batas kriteria MABIMS.

“Posisi Bulan yang terlalu dekat dengan Matahari dan ketinggiannya masih cukup rendah menunjukkan bahwa hilal sulit diamati,” jelas Thomas.

Dengan kondisi tersebut, Thomas menduga kemungkinan besar akan terjadi gagal rukyat dalam Sidang Isbat Kemenag.

Dua Skenario Keputusan Sidang Isbat Penetapan Awal ramadan 2025

Sementara itu, di Surabaya, ketinggian Bulan pada waktu yang sama mencapai 3,7 derajat dengan elongasi 5,8 derajat, yang masih di bawah batas kriteria MABIMS.

 

Hal ini menyebabkan kemungkinan rukyat hilal atau pengamatan Bulan sulit dilakukan.

“Posisi bulan yang terlalu dekat dengan Matahari dan ketinggiannya masih cukup rendah menunjukkan bahwa hilal sulit diamati. Kemungkinan gagal rukyat, kita tunggu saja hasil sidang isbat. Ada kemungkinan 1 ramadan 1446 jatuh pada 2 Maret 2025,” ujar Thomas

 

Thomas menyebutkan dua skenario yang dapat diambil dalam Sidang Isbat Kemenag RI.

Pertama, pemerintah dapat menetapkan awal ramadan pada 1 Maret 2025 berdasarkan metode hisab yang memenuhi kriteria di Aceh.

Kedua, pemerintah dapat mengikuti hasil rukyat, yang menetapkan 1 ramadan 1446 Hijriah jatuh pada 2 Maret 2025 karena hilal sulit terlihat di sebagian besar wilayah Indonesia.

 

“Dua pilihan itu mempunyai alasan yang kuat dan tidak menyalahi prinsip penggunaan kriteria Imkan Rukyat,” imbuhnya.

BMKG Prakiraan Awal ramadan 2025

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga melakukan perhitungan awal ramadan 1446 Hijriah berdasarkan data hilal di 37 lokasi di Indonesia.

BMKG menyatakan bahwa pada 28 Februari 2025, posisi Matahari berkisar antara 3,02 derajat di Maluku dan Papua hingga 4,69 derajat di Sabang, Aceh.

 

Elongasi atau sudut antara Bulan dan Matahari bervariasi, dengan posisi terendah 4,78 derajat di Waris, Papua, dan tertinggi 6,4 derajat di Banda Aceh.

Berdasarkan kriteria MABIMS, hilal dianggap terlihat jika ketinggiannya minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Hasil prakiraan BMKG menunjukkan bahwa hilal baru terlihat di beberapa daerah, sehingga awal ramadan 1446 H masih harus menunggu keputusan Sidang Isbat.

 

Muhammadiyah Tetapkan Awal ramadan 1 Maret 2025

Pimpinan Pusat /PP Muhammadiyah telah menetapkan awal ramadan 1446 Hijriah jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Keputusan ini berdasarkan metode hisab wujudul hilal yang dihitung secara astronomi.

 

Dalam menentukan awal bulan kamariah, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Dalam metode ini, yang menjadi kunci adalah peristiwa saat matahari terbenam pada hari yang diperkirakan sebagai hari terakhir sebuah bulan, bulan sudah mendahului matahari dalam gerak dari barat ke timur.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, saat matahari terbenam, bulan berada di atas ufuk.

Untuk memenuhi syarat sudah masuk bulan baru menurut metode hisab hakiki wujudul hilal, ada 3 kriteria yang mesti dipenuhi.

Kriteria tersebut adalah (1) telah terjadi ijtimak (konjungsi), (2) ijtimak terjadi setelah matahari terbenam, dan (3) pada saat terbenamnya matahari, piringan atas bulan berada di atas ufuk (bulan baru telah wujud).

 

Berdasarkan hisab Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, pada Jumat (28/2), ketiga kriteria tersebut sudah terpenuhi.

Hal ini tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1446 Hijriah.

Disebutkan, pada Jumat Legi, 29 Syakban 1446 H bertepatan dengan 28 Februari 2025 M, ijtimak jelang Ramadan 1446 H terjadi pada pukul 07:46:49 WIB.

Di samping itu, tinggi bulan pada saat matahari terbenam di Yogyakarta (f = -07° 48¢ LS dan l = 110° 21¢ BT) = +04° 11¢ 08² (hilal sudah wujud).

Di seluruh wilayah Indonesia, bulan berada di atas ufuk.

Oleh karenanya, 1 Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu Pahing, 1 Maret 2025.

 

“Pada saat Matahari terbenam, Jumat 28 Februari 2025, di Wilayah Indonesia Bulan berada di atas ufuk (hilal sudah wujud).

Di seluruh wilayah Indonesia tanggal 1 ramadan 1445 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025,” jelas Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti.

Selain menetapkan kapan awal puasa, dalam maklumat yang sama, PP Muhammadiyah juga menetapkan 2 hari penting lain dalam kalender 1446 H.

 

Pertama, hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H akan dirayakan pada Senin Pahing, 31 Maret 2025.

Kedua, Idul Adha akan bertepatan dengan Jumat Wage, 6 Juni 2025. (fal)

Editor : Baskoro Septiadi
#metode hisab hakiki wujudul hilal #PP Muhammadiyah Akan Berikan Penjelasan #sidang isbat kemenag #BMKG Prakiraan Awal ramadan 2025 #sidang isbat 1 ramadhan #Sidang isbat Kemenag RI #Awal Ramadan 2025 #MABIMS #Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti #rukyat adalah #Sidang Isbat Penetapan Awal ramadan 2025 #awal ramadan 2025 diperkirakan jatuh pada 2 Maret 2025 #marhaban ya ramadan #Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) #Kementerian Agama (Kemenag) #metode hisab munjid #Rukyat Hilal #thomas djamaluddin #rukyat dan hisab #viral hari ini #alasan perbedaan penentuan awal ramadan 2025 #Viral media sosial #awal ramadan pada 1 Maret 2025 #pp muhammadiyah #metode hisab wujudul hilal #Puasa Ramadan 2025 #metode hisab #Kementerian Agama #Menteri Agama RI Nasaruddin Umar #Puasa Ramadan 2025 Menurut NU #sidang isbat 1 syawal #sidang isbat #awal Ramadan 1446 Hijriah #bulan berada di atas ufuk