RADARSEMARANG.ID, Semarang — Bulan Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriah (kalender Islam), yang dianggap sebagai bulan yang sangat suci bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Ramadan adalah waktu yang ditunggu-tunggu karena merupakan bulan penuh berkah, di mana umat Muslim diwajibkan untuk menjalankan puasa dari fajar hingga matahari terbenam, yakni menahan diri dari makan, minum, serta segala bentuk hawa nafsu seperti berbicara buruk dan melakukan perbuatan negatif.
Keutamaan Bulan Ramadan
1. Puasa
Umat Muslim diwajibkan untuk berpuasa dari fajar hingga maghrib, yang berarti tidak makan, minum, atau melakukan hubungan suami-istri selama waktu tersebut.
Puasa adalah bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah dan mengajarkan disiplin serta empati terhadap orang yang kurang mampu.
Puasa Ramadan sendiri adalah salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan oleh setiap muslim.
Sebagai bulan penuh berkah, Ramadan tidak hanya menjadi waktu bagi umat Islam untuk menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga untuk memperbanyak ibadah, introspeksi diri, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Hukum menjalankan Puasa Ramadan adalah fardhu 'ain atau wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat.
Dalil Puasa Ramadan
Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an Surat Al Baqarah ayat 183, Allah SWT berfirman,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨٣
yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba ‘alaikumush-shiyâmu kamâ kutiba ‘alalladzîna ming qablikum la‘allakum tattaqûn
Baca Juga: Begini Cara Daftar JKN Mobile untuk Pengguna Smartphone Android Maupun iOS
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Allah SWT juga berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 185,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
syahru ramadlânalladzî unzila fîhil-qur'ânu hudal lin-nâsi wa bayyinâtim minal-hudâ wal-furqân, fa man syahida mingkumusy-syahra falyashum-h, wa mang kâna marîdlan au ‘alâ safarin fa ‘iddatum min ayyâmin ukhar, yurîdullâhu bikumul-yusra wa lâ yurîdu bikumul-‘usra wa litukmilul-‘iddata wa litukabbirullâha ‘alâ mâ hadâkum wa la‘allakum tasykurûn
Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).
Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah.
Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran.
Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur."
Dengan menjalankan puasa, umat Islam diharapkan dapat mencapai ketakwaan kepada Allah SWT dan membersihkan jiwa dari dosa serta hawa nafsu yang berlebihan.
Baca Juga: Rumah Mantan Presiden RI ke 7 Jokowi jadi Destinasi Wisata Baru Solo
2. Tadarus Al Quran
Selama Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk membaca atau mendengarkan pembacaan Al-Qur'an lebih banyak, karena bulan Ramadan dianggap sebagai waktu diturunkannya kitab suci Al-Qur'an.
Oleh karena itu, banyak orang yang memperbanyak ibadah membaca Al-Qur'an pada bulan ini.
Baca Juga: Daftar Peserta yang Lulus dan LInk Pengumuman Tahap 1 Seleksi PPPK Kementerian Agama
3. Shalat Tarawih
Setelah shalat Isya, umat Muslim melaksanakan shalat sunnah Tarawih, yang dilakukan secara berjamaah di masjid atau secara pribadi.
Shalat ini hanya dilakukan pada bulan Ramadan dan merupakan ibadah yang dianjurkan untuk memperoleh pahala yang lebih banyak.
4. Zakat Fitrah
Zakat Fitrah adalah bentuk zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim pada akhir bulan Ramadan, sebagai bentuk penyucian diri dan untuk membantu sesama, terutama mereka yang membutuhkan.
Zakat ini umumnya dikeluarkan sebelum Hari Raya Idul Fitri.
5. Lailatul Qodar
Lailatul Qodar adalah malam yang sangat istimewa dalam bulan Ramadan, yang diyakini sebagai malam di mana Al-Qur'an diturunkan.
Malam ini lebih baik dari seribu bulan, dan umat Muslim berdoa agar dapat mendapatkan kemuliaan dan ampunan pada malam tersebut.
6. Idul Fitri
Idul Fitri adalah hari raya yang dirayakan setelah berakhirnya bulan Ramadan.
Ini adalah hari kemenangan bagi umat Muslim, sebagai tanda berakhirnya puasa dan ibadah selama Ramadan.
Pada hari ini, umat Muslim merayakan dengan bersilaturahmi, bermaaf-maafan, serta memberikan zakat kepada yang membutuhkan.
Makna Ramadan
Ramadan adalah bulan yang penuh dengan pengampunan, rahmat, dan berkah.
Selain menahan lapar dan haus, puasa juga melatih kesabaran, pengendalian diri, serta memperkuat ikatan sosial dan spiritual dengan Allah dan sesama umat manusia.
Melalui ibadah puasa, umat Muslim diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka baik secara rohani maupun sosial.
Kapan Ramadan Dimulai?
Penentuan Awal Ramadan biasanya dilakukan dengan melihat penampakan bulan baru (hilal) atau dengan perhitungan ilmiah, tergantung pada negara atau komunitas Muslim masing-masing.
Untuk Ramadan 2025 sendiri jika dilihat dalam kalender, 1 Ramadan 1446 jatuh pada 2 Maret 2025, yang berarti pelaksanaan puasa Ramadan 2025 pada hari Minggu 2 Maret.
Kapan Mulai Puasa 2025?
Prediksi Puasa Ramadan 2025 Menurut Pemerintah
Menurut Kalender Hijriah Indonesia 2025 yang diterbitkan Kemenag RI, mulai puasa Ramadan 1446 H bertepatan dengan Sabtu, 1 Maret 2025.
Penanggalan ini sifatnya masih prediksi dan dapat berubah sambil menunggu sidang isbat.
Pemerintah akan menggelar sidang isbat untuk menentukan kapan mulai puasa Ramadhan pada 29 Syaban. Nantinya, Kemenag RI akan menguraikan posisi hilal dari hasil hisab yang dikonfirmasi melalui pengamatan hilal.
Setelah itu, barulah ditetapkan awal bulan dalam sidang isbat.
Puasa Ramadan 2025 Menurut NU
Sampai saat ini, Nahdlatul Ulama (NU) belum mengumumkan awal puasa 2025.
Pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, NU mengacu pada hasil rukyatul hilal (pemantauan hilal) dalam menentukan 1 Ramadan.
Metode tersebut juga diterapkan oleh pemerintah.
Proses pemantauan hilal awal Ramadan biasanya dilakukan serentak di beberapa titik yang telah ditentukan. Nantinya, penetapan dilakukan oleh Lembaga Falakiyah PBNU.
Mulai Puasa Ramadan 2025 Menurut Muhammadiyah
Berbeda dengan pemerintah dan NU, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sudah menetapkan lebih dulu awal puasa Ramadan 2025 berpedoman Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Hasil dari penetapan itu, 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.
Penetapan mulai puasa 2025 menurut Muhammadiyah ini sama seperti prediksi pemerintah.
Dari segi KHGT, puasa berlangsung selama 29 hari dan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Minggu, 30 Maret 2025.
Siswa Diliburkan pada Awal Puasa Ramadan 2025
Berdasarkan Surat Edaran (SE) Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025.
dan Nomor 400.1/320/SJ tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi, libur sekolah siswa awal Ramadhan mulai 27 Februari 2025. Berikut daftarnya:
Kamis, 27 Februari 2025
Jumat, 28 Februari 2025
Senin, 3 Maret 2025
Selasa, 4 Maret 2025
Rabu, 5 Maret 2025. (fal/bas)
Editor : Baskoro Septiadi