Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Muslim Harus Tahu, Ini Makna Malam Nuzulul Quran dan Turunnya 5 Ayat Pertama Al-Quran di Bulan Ramadhan

Aris Hariyanto • Selasa, 26 Maret 2024 | 12:08 WIB
Ilustrasi makna malam Nuzulul Quran.
Ilustrasi makna malam Nuzulul Quran.

RADARSEMARANG.ID - Malam Nuzulul Quran memiliki makna yang sangat besar bagi umat Muslim.

Peristiwa turunnya Al-Quran dalam suatu malam Ramadhan ini menjadi momen penting untuk mengingatkan umat Muslim.

Pasalnya, keberadaan Al-Quran sebagai pedoman hidup umat muslim dan sumber petunjuk dalam menjalani kehidupan di dunia.

Selain itu, malam Nuzulul Quran juga dapat memperkuat rasa cinta dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Hal ini dikarenakan Al-Quran adalah wahyu yang diberikan oleh Allah kepada manusia sebagai petunjuk dalam menjalani kehidupan ini.

Saat mengingat peristiwa turunnya wahyu Allah, momen ini memberikan kesempatan kepada umat Muslim untuk lebih mendalami pemahaman tentang isi Al-Quran.

Sehingga, umat Muslim diharapkan dapat meraih inspirasi dan motivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah mereka.

Seperti meningkatkan membaca Al-Quran setiap harinya, melaksanakan amal saleh, dan beribadah dengan lebih khidmat.

Selain itu, peringatan Nuzulul Quran juga dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar keluarga dan tetangga.

Dalam biasnya, saat merayakan peristiwa Nuzulul Quran ini, umat muslim seringkali berkumpul bersama-sama dalam acara-acara keagamaan.

Nuzulul Quran juga menjadi momen diangkatnya Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah.

Tepatnya ketika beliau berusia 40 tahun. Saat itu peristiwa terjadi di Gua Hira pada malam 17 Ramadan atau 611 Masehi.

Saat itu Nabi Muhammad SAW didatangi malaikat Jibril dan berkata “Iqra” yang artinya adalah “Bacalah”.

Setelah peristiwa di Gua Hira itu, turunlah 5 ayat pertama dari surat Al-Alaq dan menjadi wahyu Al-Quran pertama yang turun ke dunia.

Berikut bunyi ayatnya:

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ

Iqra bismirabbikalladzi khalaq
Artinya : “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan”.

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ

Khalaqal insana min ‘alaq
Artinya : “Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah”.

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ

Iqra warabbukal akram
Artinya : “Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia”.

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ

Alladzi ‘alama bil qalam
Artinya : “Yang mengajar (manusia) dengan pena”.

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ

'Alamal insana maa lam ya’lam
Artinya : “Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya”.

Setelah mendengarkan kelima ayat tersebut, Nabi Muhammad SAW segera berlari dan kembali ke rumah istri beliau, Khadijah.

Saat dalam perjalanan dari Gua Hira, beliau mendengar seruan "Wahai Muhammad, engkau adalah utusan dan aku adalah Jibril" secara berulang kali.

Editor : Baskoro Septiadi
#Nuzul Quran #makna malam Nuzulul Quran #hikmah ramadhan #Ramadhan #Turunnya Al Quran ke bumi