Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kultum Ramadan: Apa Sih Kemuliaan Nuzulul Qur’an?

Uswatun Khasanah • Rabu, 20 Maret 2024 | 01:02 WIB
Ilustrasi nuzulul qur
Ilustrasi nuzulul qur

RADARSEMARANG.ID – Berikut contoh kultum Ramadan tentang kemuliaan nuzulul qur’an.

Assalamualaikum Wr. Wb.

Innal hamda lillah, nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruh, wana’udzu billahi min syururi anfusina, wamin sayyiaati a’maalinaa, mayyahdihillahu falaa mudhilla lah, wamayyudhlil falaa haadiya lah.

Asyhadu alla ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah, wa asyhadu anna muhammadan ’abduhu warosuuluh.

Allahumma shalli wasallim wabarik ’ala sayyidina muhammadin wa’ala alihi washahbihi ajm’in. amma ba’du.

Hadirin jamaah tarawih yang dirahmati Allah.

Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan kultum tentang kemuliaan nuzulul qur’an.

Ramadan adalah bulan yang istimewa. Momentum diturunkannya ayat pertama dalam al-Qur’an terjadi pada bulan ini. Sungguh, keistimewaan yang luar biasa. Maka dari itu, memperbanyak membaca Al-Quran menjadi salah satu ibadah yang dianjurkan untuk dilaksanakan di bulan yang suci ini.

Hadirin jamaah tarawih yang dirahmati Allah.

Penting bagi kita mengingat kembali momen yang sangat bersejarah bagi umat Islam, yaitu malam pertama diturunkannya Al-Quran oleh Allah swt. melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw..

Peristiwa itu terjadi tepat pada malam Jumat, bertepatan dengan hari ke-17 Ramadan.

Oleh umat Muslim, peristiwa tersebut dikenal dengan malam Nuzulul Quran.

Melalui nuzulul qur’an, ada hikmah yang bisa kita ambil, tentunya agar ketaqwaan kita semakin kuat dan keyakinan pun semakin mantap, terutama keyakinan terhadap kitab suci Al-Quran yang isinya memberi petunjuk bagi umat manusia serta pembela di antara yang haq dan batil.

Baca Juga: 30 Tema Kultum dan Ceramah Ramadan yang Menarik dan Cocok Disampaikan Kepada Jamaah Tarawih

Adapun ayat Al-Quran yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. adalahQS al-Alaq ayat 1 sampai 5.

Al-Quran diturunkan ke bumi secara bertahap, sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi Rasulullah saw. Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Isra ayat 106 sebagaimana berikut:

وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا

Artinya:

Dan al-Qur’an itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.

Metode ini menjadikan al-Qur’an lebih mudah diterima dan mudah dihafal.

Hal ini terbukti dengan banyaknya para sahabat Nabi yang mampu menghafalkannya.

Sayangnya, mereka tidak bertahan lama karena gugur di medan perang sebagai syuhada. Mereka berjuang memerangi orang-orang kafir dan musyrik yang menentang serta menghalangi dakwah Nabi.

Setelah tragedi itu, lahirlah sebuah gagasan untuk membukukan Al-Quran sebagai suatu kitab, hingga pada akhirnyanya dapat dinikmati sampai saat ini dan Allah senantiasa menjaga keasliannya.

Setelah mengetahui sekilas tentang proses turunnya al-Qur’an, maka hendaknya kita mensyukuri kenikmatan luar biasa yang telah Allah limpahkan kepada umat manusia melalui Rasulullah saw. berupa al-Qur’an yang berisi petunjuk-petunjuk kebenaran.

Sebagai umat nabi Muhammad, sudah sepantasnya bersyukur kepada Allah swt. atas nikmat iman dan islam hingga kini.

Baca Juga: Kultum Ramadan: Bersyukur Kapan Pun dan Dalam Situasi Apa Pun

Bentuk terima kasih dan rasa syukur atas turunnya al-Qur’an ini mesti direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu dengan perlakuan yang sebaik-baiknya dan sungguh-sungguh.

Terutama dalam membaca, memahami makna, menghafalkan, merenungkan, mengamalkan isinya, mengajarkan dan mendakwahkan isi kandungan al-Qur’an dengan harapan kelak di Hari Kiamat mendapat syafaat.

Sebagaimana hadist Nabi yang diriwayatkan Imam Muslim, artinya begini:

"Bacalah Al-Quran karena ia pada Hari Kiamat nanti akan datang untuk memberikan syafaat kepada para pembacanya."

Masya Allah, begitu besarnya fadhilah membaca Al-Quran bagi para pembacanya. Terlebih lagi pada bulan Ramadhan.

Bulan yang dipilih oleh Allah menjadi bulan diturunkanya ayat pertama Al-Quran.

Allah sangat memuliakan orang-orang yang membaca al-Qur’an.

Allah akan mengakuinya sebagai Ahlullah (keluarga Allah) di dunia.

Baca Juga: Kultum Ramadan: Mau Rezeki Berlimpah? Mari Perbanyak Sedekah

Dan Allah memberi kedudukan yang sangat mulia kepada para penghafal Al-Quran, sebagaimana hadist berikut:

"Barang siapa berharap bisa bertemu dengan Allah maka hendaknya menghormati keluarga Allah' Seseorang bertanya, 'Ya Rasul Allah, apakah Allah Azza wa Jallamempunyai keluarga?' Beliau menjawab, 'Keluarga Allah di dunia adalah mereka yang membaca Al-Quran. Ketahuilah, barangsiapa menghormati mereka, maka dihormati Allah dan diberi surga. Dan barangsiapa menghina mereka, maka dihinakan Allah dan dimasukan dalam neraka.” (HR Abu Hurairah)

Hadirin jamaah tarawih yang dirahmati Allah.

Demikian kultum tentang kemuliaan nuzulul qu’an. Semoga kita senantiasa bersyukur dengan membaca al-Qur’an dan mengamalkan makna di dalamnya.

Ke Mushola bawa rombongan. Ambil wudlu langsung tadarusan.

Sekian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf atas segala kesalahan.

Billahi taufiq wal hidayah.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Editor : Baskoro Septiadi
#kultum ramadhan #nuzulul quran #contoh kultum ramadhan #Kultum Ramadhan 2024 #kultum ramadan