RADARSEMARANG.ID – Beberapa hari ini kita memasuki bulan Ramadan, bulan yang menyediakan pahala berlimpah.
Sangat beruntung bagi orang-orang yang mampu memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.
Meskipun melakukan banyak amalan di bulan Ramdan ini, akan ada golongan orang-orang yang merugi di dalamnya.
Hal ini disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, ketika Rasulullah saw. hendak naik ke mimbar untuk menyampaikan khutbah Jumat, beliau mengucapkan aamiin pada anak tangga pertama sampai ketiga.
Usai salat Jumat, para sahabat lantas bertanya: ''Wahai Rasulullah, mengapa engkau mengucapkan amin pada anak tangga pertama sampai ketiga ?”
Rasulullah SAW menjawab, “Pada anak tangga pertama, aku mengucapkan amin, karena malaikat Jibril membisikkan kepada ku, celakalah dan merugilah orang yang ketika disebut namamu wahai Muhammad, dia tidak bershalawat kepadamu.
Pada anak tangga kedua aku mengucapkan amin, karena malaikat Jibril membisikkan kepadaku,
Celakalah dan merugilah orang yang tinggal bersama kedua orang tuanya tetapi tidak membuatnya masuk surga.
Dan pada anak tangga ketiga aku mengucapkan amin, karena malaikat Jibril membisikkan kepadaku,
Celakalah dan merugilah orang yang melaksanakan ibadah shaum di bulan Ramadhan, tetapi Allah tidak mengampuni dosa-dosanya.”
Siapa saja mereka? Berikut orang-orang yang dimaksud:
1. Orang yang menganggap biasa bulan Ramadan
Orang-orang golongan ini menganggap bahwa Ramadan sama seperti bulan-bulan pada umumnya.
Baca Juga: Bolehkah Memotong Kuku saat Puasa? Begini Jawaban Jelasnya
Tidak ada keistimewaan bagi mereka di bulan ini.
Akibatnya, mereka tidak melakukan berbagai amalan shalihan yang apabila mengerjakannya di bulan Ramadan, tentu akan mendapatkan pahala yang berlimpah.
2. Orang yang Berubah Alim hanya saat Ramadan
Golongan ini termasuk seburuk-buruk kaum, sebagaimana yang dikatakan Imam Ahmad bahwa seburuk-buruk kaum adalah mereka yang hanya mengenal Allah di Bulan Ramadan saja.
Sikap yang dilakukan mereka umumnya menunjukkan perubahan yang drastis.
Contohnya, mereka yang sebelumnya meninggalkan Allah mendadak berubah alim dan rajin beribadah kepada-Nya, tapi ketika Ramadan berlalu, mereka akan kembali ke setelan awal.
3. Orang yang Sebatas Menahan Lapar dan Dahaga
Golongan ini adalah kelompok orang-orang yang berpuasa sebatas menahan lapar dan dahaga.
Mereka tidak menahan diri dari melakukan perbuatan maksiat seperti bohong, ghibah, fitnah, dlolim, dan semacamnya.
Dijelaskan dalam sebuah riwayat Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda,
"Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan amalan dusta, maka Allah tidak butuh dengan makanan dan minuman yang ditinggalkannya (puasa).”
4. Orang yang Menyia-nyiakan Bulan Ramadan
Orang-orang dalam golongan ini cenderung lalai dan tidak memanfaatkan momen Ramdan dengan baik.
Contohnya, ngerumpi, tidur berlebihan, main, atau semacamnya di waktu-waktu yang mestinya bisa digunakan untuk tadarusan, dzikir, bakti sosial, ceramah, atau hal baik lainnya.
Baca Juga: Kultum Ramadan: Betapa Istimewanya Bulan Ramadan Hingga Masa Kini
5. Orang yang Tetap Maksiat di Bulan Ramadan
Golongan ini sama sekali tidak melakukan perubahan untuk intropeksi diri agar dekat kepada Allah. Tidak ada tobat yang mereka lakukan.
Mereka tetap menjadi pelaku maksiat sebagaimana biasanya mereka lakukan.
Semoga Ramadan kali ini, kita dapat senantiasa memperbaiki diri dan tidak termasuk orang-orang yang merugi. Aamiin.
Editor : Baskoro Septiadi