Buka Puasa Dianjurkan Makan yang Manis-Manis? Begini Jawaban Versi Hadist dan Medis
Uswatun Khasanah• Sabtu, 9 Maret 2024 | 23:49 WIB
Berbuka puasa bersama
RADARSEMARANG.ID – Usai seharian berpuasa, tentunya kita merasakan rasa lapar dan dahaga. Saat tiba waktunya berbuka puasa, makanan dan minuman manis nampak terlihat menggoda.
Biasanya, aneka makanan dan minuman manis menjadi menu wajib yang mesti disediakan saat berbuka puasa.
Fenomena ini adalah hal yang wajar dan juga dianjurkan oleh Rasulullah saw. serta memiliki tanggapan baik dari sisi medis.
Berdasarkan hadist riwayat Imam Abu Ahmad, Abu Dawud, dan At-Tarmidzi dijelaskan bahwa Anas bin Malik ra. mengatakan bahwa Rasulullah saw. berbuka puasa dengan beberapa kurma matang dan basah sebelum melangsungkan salat. Jika tidak ada kurma basah, Rasulullah saw. berbuka dengan kurma kering. Jika tidak ada kurma kering, Rasulullah saw. meminum beberapa teguk air.
Dilihat dari kacamata medis, proses metabolisme tubuh orang yang berpusa akan terus menguras simpanan gula darah yang merupakan energi utama dalam tubuh.
Pasca seharian berpuasa, kita perlu mengkonsumsi makanan atau minuman manis saat berbuka, tujuannya untuk mengembalikan kembali energi yang hilang.
Kenapa makanan atau minuman yang manis? Kenapa tidak makanan atau minumanyang memiliki rasa asin, asam, pahit, atau gurih? Jawabannya adalah karena makanan atau minuman manis merupakan sumber kalori yang mudah dan cepat diolah oleh tubuh.
Selain itu, rasa manis pada makanan atau minuman mampu menaikkan kadar gula tubuh. Sehingga energi dan stamina kita dapat segera pulih sebagaimana saat sahur.
Nah, nampaknya maksud makanan atau minuman manis ini perlu kita bahas ya.
Dalam konteks hadist, perlu kita garis bawahi bahwa Rasulullah berbuka puasa menggunakan kurma basah atau kering, dan jika tidak ada kurma maka meminum air.
Kurma memang memiliki kandungan manis alami sedangkan air tidak mengandung unsur manis.
Di era modern ini, kita mesti bijak dalam mengaplikasikan informasi yang kita dapat. Konsep manis yang disunnahkan dalam hadist berbeda dengan iklan-iklan yang tersebar di media.
Anjuran berbuka puasa dengan yang manis dan segar justru dimanfaatkan untuk mempromosikan minuman dingin seperti es teh manis, sirup, dan semacamnya.
Padahal, semua produk minuman tersebut mengandung pemanis buatan seperti gula yang apabila dikonsumsi berlebihan dapat membahyakan kesehatan.
Ketika kita berbuka puasa dan ingin makanan atau minuman manis, akan lebih baik jika kita mengkonsumsinya dari sumber yang memiliki cita rasa manis alami.