Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Lantunkan Ayat Suci Alquran Menggema Menyejukkan Hati

Agus AP • Minggu, 10 April 2022 | 19:18 WIB
Warga binaan salat berjamaah bersama petugas Rutan Demak. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
Warga binaan salat berjamaah bersama petugas Rutan Demak. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID - Puasa Ramadan menjadi momentum bagi warga binaan rumah tahanan negara (Rutan) untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berbagai kegiatan ibadah dilakukan. Selain salat jamaah lima waktu, juga menggelar salat tarawih, tadarus Alquran dan giat keagamaan lainnya.Lantunan ayat suci Alquran terdengar menggema di lingkungan rumah tahanan negara (Rutan) kelas IIB Demak, kemarin. Sejumlah warga binaan, baik narapidana (napi) maupun tahanan membacakan ayat Alquran dan terdengar begitu menyejukkan hati.  Tadarus Alquran dilakukan pagi hingga siang tiap hari selama bulan suci Ramadan. Para warga binaan mengaji bersama-sama dan mengkhatamkan Alquran dengan khusuk.

Selain khataman Alquran, juga dilaksanakan pembacaan arwah jamak. Acara ini dijalankan tiap hari Jumat bertempat di Musala Rutan Demak. Khataman Alquran bentuk implementasi pembinaan kepribadian bagi warga binaan yang beragama Islam. Hal itu dilakukan dalam upaya berproses menjadi manusia seutuhnya demi bisa mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.

“Kegiatan di bulan Ramadan ini sebagai upaya meningkatkan ketaqwaan warga binaan yang tersandung kasus hukum. Ini adalah bekal rohani,” kata  Kepala Rutan kelas II B Demak, Riski Burhanuddin kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menambahkan, khataman dan pembacaan arwah jamak untuk melatih para warga binaan agar menjadi orang yang lebih baik lagi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran mereka.

Pihaknya memberikan kesadaran bagi mereka bahwa apa yang dilakukan terkait kasus hukum itu tidak bermanfaat. Merugikan diri sendiri, keluarga maupun orang lain. “Dengan begitu setelah keluar nanti mereka tidak mengulangi perbuatannya lagi,” ujarnya.

Para warga binaan yang belum bisa mengaji diberikan bekal atau diajari membaca dan baca tulis Alquran. Aa beberapa napi yang belum bisa membaca Alquran. Karena itu, mereka dilatih agar mahir membaca kitab suci umat Islam tersebut. “Mereka kita latih untuk belajar melantunkannya,” tambahnya.

Dalam berbagai kegiatan di bulan suci Ramadan, warga binaan tetap didampingi para petugas Rutan dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes). Pihak rutan juga mengajari warga binaan untuk mandiri.

Misalnya, untuk keperluan buka dan sahur mereka bergantian memasak nasi dan lauk di dapur. Proses memasak makanan dan membuat minuman dijalankan di bawah pengawasan petugas Rutan. “Mereka memasak di dapur yang ada di Rutan,” aku Riski Burhanuddin.

Momentum Ramadan disemarakkan dengan membagi takjil untuk para pengguna jalan jalan raya yang melintasi depan Rutan Demak. Kegiatan takjil dilaksanakan pukul 17.00. Kehadiran petugas Rutan membagikan takjil gratis mendapat sambutan antusias warga pengguna jalan. Paket tersebut pun habis dibagikan dalam hitungan menit.

“Puji syukur, kita bisa kembali menggelar kegiatan bagi-bagi takjil di depan kantor untuk para pengguna jalan. Ini adalah wujud syukur kami dengan cara berbagi kepada sesama di bulan yang suci ini,” tambah Riski Burhannudin. (hib/fth) Editor : Agus AP
#Rutan #Rutan Demak #Ramadan #Tarawih