Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Penghuni Lokalisasi Tegal Panas Rutin Ikut Kajian Keagamaan

Agus AP • Rabu, 6 April 2022 | 18:43 WIB
Masjid Al-Muttaqin yang kerap digunakan majelis taklim. (Nurfaik Nabhan/Jawa Pos Radar Semarang)
Masjid Al-Muttaqin yang kerap digunakan majelis taklim. (Nurfaik Nabhan/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID - Lokalisasi Tegal Panas berada Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Tempat prostitusi ini sudah ada sekitar tahun 1980. Warung remang-remang, karaoke membanjiri kawasan yang dulunya merupakan lahan persawahan dan perkebunan milik warga setempat.

Sebagai pangkalan truk, kawasan ini sudah cukup terkenal. Banyak supir truk yang mampir di lokalisasi tersebut. Jumlah penghuninya juga terus bertambah. Setidaknya ratusan Pekerja Seks Komersial (PSK) menjajakan diri.

Meski begitu, ternyata tidak sedikit dari PSK dan pemandu karaoke di kawasan tersebut mengikuti kajian keagamaan di Masjid Al-Muttaqin. Tempat ibadah yang berada di tengah-tengah kawasan lokalisasi tersebut.

Nuwun sewu ya, penghuni kos sini ada yang jadi PSK. Mereka juga sering ikut kegiatan majelis taklim,” kata salah satu pengurus Masjid Al-Muttaqin Salim kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia tidak menampik jika kawasan tersebut dikenal dengan kawasan kotor. Meski begitu, berbagai kegiatan majelis taklim di Masjid Al-Muttaqin terus digelar. Kegiatan majelis taklim rutin setiap Sabtu Pahing. Kegiatan diikuti jamaah Masjid Al-Muttaqin serta beberapa penghuni kos sekitar.

Hal itu untuk menghidupkan kembali suasana masjid serta dapat memberi pengetahuan tentang Islam. “Sebelum pandemi sering kegiatan majelis taklim disini. Tapi semenjak pandemi mulai dikurangi,” ujarnya.

Selain itu ada TPQ bagi anak-anak dua kali seminggu. Untuk harinya tidak bisa ditentukan. Biasanya ia menuruti kemauan anak-anak yang ikut TPQ. “Lokasi masjid yang cukup jauh dengan perkampungan, namun dekat dengan area kos,” tambahnya.

Ia menambahkan, sebagian warga beribadah di Masjid Al-Muttaqin. Sebagian yang melaksanakan ibadah di musala dekat SPBU yang tidak jauh dari lokasi. Bahkan selama beberapa tahun berdakwah ia tidak terganggu dengan keberadaan lokalisasi.

Sebagai pendatang dari Jatim ia memilih untuk berdakwah dan memberikan pemahaman keagamaan kepada siapa saja, termasuk penghuni lokalisasi Tegal Panas. “Ya sudah memiliki kesadaran masing-masing. Banyak juga yang ikut beribadah di Masjid,” tambahnya.  (cr5/fth) Editor : Agus AP
#Lokalisasi Tegal Panas