RADARSEMARANG.ID, BREBES — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta kepada petani bawang merah di Kabupaten Brebes agar tidak usah khawatir dengan ancaman bawang bombai mini yang masuk ke pasar tradisional.
"Nggak usah khawatir, Brebes itu bawang merahnya justru yang dicari dicari-cari sampai negara lain," kata Ahmad Luthfi usai acara Selapanan Bareng Gubernur untuk Percepatan Penanganan Kemiskinan Ekstrem dan Swasembada Pangan di Pendopo Kabupaten Brebes, Kamis, 7 Mei 2026.
Ia menjelaskan, bawang merah asal Brebes masih menjadi komoditas andalan dengan potensi tinggi dan masih dicari-cari oleh daerah atau negara lain. Bahkan bawang merah Brebes menjadi acuan untuk pengembangan di daerah-daerah lain.
"Meskipun ada bawang merah yang lain, tetapi Brebes masih menjadi prioritas utama. Ini masih menjadi potensi daerah yang harus kita kembangkan. Artinya bawang merah di tempat kita masih ditakuti daerah lain," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Luthfi menyampaikan, fokus pembangunan Jawa Tengah pada 2026 adalah swasembada pangan. Tujuannya untuk mengukuhkan Jawa Tengah menjadi salah satu lumbung pangan dan penumpu pangan ketahanan nasional. Secara tidak langsung, bupati dan walikota termasuk Brebes harus memetakan bagaimana 2026 ikut serta sebagai lumbung pangan nasional.
"Tahun lalu Jawa Tengah dapat memproduksi padi sampai 9,4 juta ton dengan luas lahan 1,5 juta hektare. Tahun ini harus bisa minimal terpenuhi 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG)," katanya.
Tahun ini tantangan sektor pertanian ke depan adalah adanya kemarau yang diprediksi akan panjang. Maka dari itu setiap daerah harus mulai memetakan potensi kekeringan dan mana saja yang memerlukan intervensi pompanisasi maupun sumur. Salah satu contohnya peresmian dua embung yang dilakukan Ahmad Luthfi dalam acara tersebut.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengatakan, sekitar 60% produksi bawang merah Provinsi Jawa Tengah disumbang oleh Kabupaten Brebes. Sementara untuk nasional kontribusinya sekitar 20%, sehingga Badan Pangan Nasional menyebutkan Brebes sebagai barometer produksi bawang merah Indonesia.
"Bawang merah kami tidak hanya memenuhi kebutuhan nasional tapi juga sudah menembus pasar ekspor ke Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Untuk produksi padi di Brebes tahun 2025 lalu mencapai 600 ribu ton lebih. Kami siap menjaga posisi lumbung pangan Jawa Tengah itu," katanya.
Sementara Pemerintah Kabupaten Brebes telah menerbitkan surat edaran yang melarang peredaran bawang bombai mini. Surat edaran tersebut untuk menjaga bawang merah asli Brebes tetap menjadi raja di rumah sendiri dan tahan dari gempuran bawang bombai mini.
Kebijakan itu ditetapkan dengan merujuk pada Keputusan Menteri Pertanian Nomor 015/Kpts/S.130/D/12/R2017 yang mengatur standar karakteristik bawang bombai yang diizinkan untuk diimpor ke Indonesia. Dalam edaran tersebut ditegaskan, bawang bombai yang berdiameter kurang dari 5 sentimeter tidak boleh lagi diperjualbelikan maupun diedarkan. Aturan ini berlaku secara menyeluruh, mencakup pasar induk hingga pasar kecamatan yang tersebar di 17 wilayah Kabupaten Brebes. (*)
Editor : Baskoro Septiadi