Ratusan Warga Tumpah Ruah, KKN UIN Salatiga Ikut Bikin HUT RI Makin Meriah

Dhinar Sasongko • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 09:20 WIB
Pentas kesenian warga dalam acara peringatan HUT RI
Pentas kesenian warga dalam acara peringatan HUT RI

 

RADARSEMARANG.ID, Salatiga — Jalanan Dukuh Rempelas Bodeh, Desa Guwo, Boyolali, Minggu (16/8), berubah menjadi panggung budaya. Lebih dari ratusan warga dari sembilan RT tumpah ruah mengikuti karnaval untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Anak-anak hingga orang tua ikut tampil. Masing-masing RT membawa konsep dan kreativitas berbeda. Tari India, drama, kisah Rama dan Sinta, tari kreasi hingga reog menjadi sajian yang membuat suasana semakin meriah.

Di tengah lautan warga tersebut, mahasiswa KKN Arunika Abhripraya UIN Salatiga ikut ambil bagian. Mereka bukan sekadar menjadi peserta. Mahasiswa dipercaya menjadi dewan juri yang menentukan penampilan terbaik dalam rangkaian lomba antar-RT.

Penjurian dimulai dari lomba K3 atau kebersihan lingkungan pada 14 Agustus. Puncaknya saat karnaval pada Minggu siang. Selama sekitar empat jam, mahasiswa menilai penampilan sembilan RT yang silih berganti menunjukkan kreativitas mereka.

Baca Juga: Begini Nasib Innova Hitam setelah Tabrak Motor dan Dikejar Warga di Salatiga

Tak berhenti di karnaval. Malam harinya, kemeriahan kembali meledak lewat pentas seni. Sejak pukul 19.00 hingga sekitar 23.00 WIB, warga kembali memadati lokasi kegiatan.

Kreativitas menjadi salah satu poin utama penilaian. Selain itu, dewan juri melihat penampilan, kesesuaian tema, teknik, dan kualitas pertunjukan.

Kepala Desa Guwo Suprihanto mengapresiasi antusiasme warga sekaligus keterlibatan mahasiswa KKN UIN Salatiga. Menurutnya, kegiatan berlangsung meriah karena seluruh elemen masyarakat ikut bergerak.

“Pagi, siang sampai sore hari ini sudah berjalan dengan lancar, meriah. Masyarakat saling mendukung, kompak, dan menunjukkan kebersamaan,” kata Suprihanto.

Kegiatan perayaan kemerdekaan dengan konsep tersebut bukan kali pertama digelar. Tradisi itu telah berlangsung lebih dari enam tahun. Persiapannya melibatkan Karang Taruna REMBO, pemerintah desa, Ketua RT, Ketua RW, dan tokoh masyarakat.

Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Merajut Keberagaman Budaya, Menumbuhkan Semangat Nusantara”. Karnaval mengangkat tema “Nusantara Rinengga Budaya, Nyawiji Mbangun Kamulyan Bangsa”.

Bagi mahasiswa KKN Arunika Abhripraya, keterlibatan tersebut menjadi pengalaman langsung berbaur dengan masyarakat. Dari rapat RT, kegiatan sosial, hingga menjadi juri, mahasiswa ikut merasakan bagaimana warga membangun sebuah perayaan secara bersama-sama.

Perayaan HUT RI di Rempelas Bodeh akhirnya bukan sekadar lomba. Sembilan RT menjadikannya ajang adu kreativitas sekaligus unjuk kekompakan. Sementara bagi mahasiswa UIN Salatiga, kegiatan itu menjadi ruang untuk mengabdi sekaligus belajar langsung dari masyarakat.

Rangkaian lomba ditutup dengan pengumuman juara pada 17 Agustus sekitar pukul 11.00 WIB.

Editor : Baskoro Septiadi
kades Guwo Kemerdekaan RI UIN Salatiga