RADARSEMARANG.ID - Sebuah video amatir viral di aplikasi Tiktok menyebut adanya dugaan arahan salah satu sekdes (sekertaris desa) untuk pemenangan salah satu capres.
Video berdurasi 1 menit 32 detik ini merekam sebuah acara yang dihadiri oleh ibu-ibu di sebuah tempat yang dalam video bertuliskan berada di Desa Kenteng, Kecamatan Nogosari, Boyolali.
Akun TikTok @bersamabersinar membagikan video amatir tersebut pada tanggal 10 Desember 2023.
Video pendek tersebut hanya berfokus pada suara yang sedang terdengar memaki-maki dalam bahasa Jawa.
Ada dugaan sang perekam merasa takut dengan intimidasi yang dilakukan oleh seorang ibu yang memakai kacamata, diduga ia adalah seorang sekertaris desa tersebut.
" Susah sekali untuk dibilangin, gausah neko-neko, dapet uang 50.000 rupiah saja kok, mau PKH nya dicabut? " ucap salah seorang yang terlihat mendominasi dalam kumpulan ibu-ibu tersebut.
" Saya berusaha yang terbaik, saya juga tidak minta timbal balik pada panjenengan. Yang berpihak pada saya banyak, gausah neko-neko" ujar wanita berkacamata tersebut.
Ia bahkan mengancam ibu-ibu sekali lagi dengan mengucapkan bahwa ia tidak segan untuk mencabut PKH bila ada ibu-ibu desa tersebut yang ketahuan mengikuti acara yang diselenggarakan timses paslon lain.
" Tolong diperhatikan, PKH ini bisa buat keperluan macam-macam, bisa buat anak sekolah. Tapi kalo panjenengan tidak menurut saya juga akan cabut PKH panjenengan" ujarnya lagi.
Tak lupa sosok sekertaris desa tersebut juga menyuruh ibu-ibu yang berada di ruangan tersebut untuk berintrospeksi diri dan mengakui kesalahannya jika masih ingin mendapatkan PKH.
Padahal PKH adalah program besutan pemerintah yang bersifat bantuan sosial, dengan kata lain PKH tentu gratis tanpa ada syarat yang memberatkan peserta.
Dilansir website Kemensos.go.id ,PKH sendiri merupakan singkatan dari Program Keluarga Harapan, adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH.
PKH membuka akses keluarga miskin terutama ibu hamil dan anak untuk memanfaatkan berbagai fasilitas layanan kesehatan (faskes) dan fasilitas layanan pendidikan (fasdik) yang tersedia di sekitar mereka.
Manfaat PKH juga mulai didorong untuk mencakup penyandang disabilitas dan lanjut usia dengan mempertahankan taraf kesejahteraan sosialnya sesuai dengan amanat konstitusi dan Nawacita Presiden RI.
Akibat viralnya video berdurasi pendek tersebut, warganet menduga adanya sebuah tindak kecurangan dan penyalahgunaan kekuasaan dikarenakan ingin mendapat suara di daerah tersebut.
Salah seorang warganet bernama @Arkhais menyatakan pentingnya edukasi masyarakat apalagi di daerah pedesaan untuk meminimalisir kejadian seperti ini.
" Pentingnya edukasi ke masyarakat desa, biar tau kalo ada oknum gini bisa lapor kemana" ujar @Arkhais. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi