Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mitos Kuno Terkait Larangan Bagi Warga Cepu dan Bojonegoro Untuk Mendaki Gunung Lawu

Aby Genta Putra Prasetya • Rabu, 21 Agustus 2024 | 15:31 WIB
Ilustrasi Raja Brawijaya V
Ilustrasi Raja Brawijaya V

RADARSEMARANG.ID - Kebudayaan Jawa memiliki banyak petuah-petuah dan anjuran yang digunakan sebagai local wisdom bagi daerah turunannya hingga sampai saat ini.

Banyak dari kebudayaan ini yang masih diikuti oleh masyarakat Jawa modern, namun banyak juga kalangan masyarakat jaman sekarang yang apatis terhadap mitos-mitos lokal tersebut.

Salah satu yang menarik untuk dibahas  adalah mitos tentang larangan yang menganjurkan agar warga Cepu, Blora dan Bojonegoro untuk tidak mendaki Gunung Lawu.

Kenapa demikian? jika dirunut dalam sejarah, hal ini sudah terjadi sejak lama, tepatnya saat Kerajaan Majapahit masih berkuasa di Bumi Nusantara.

Hal ini bermula dari salah satu sumpah yang dikemukakan oleh Raja Brawijaya V, seorang raja terakhir dan juga tokoh penting dalam sejarah Majapahit.

Sumpah tersebut berbunyi sebuah larangan sekaligus ancaman yang menyebutkan agar para keturunan Adipati Cepu (secara luas dapat diartikan sebagai rakyat Cepu, Blora dan Bojonegoro) agar tidak mendaki Gunung Lawu.

Larangan tersebut bermuara awalnya karena pengkhianatan yang dilakukan Adipati Cepu terhadap Raja Brawijaya.

Dalam pengejaran yang dilakukan oleh Adipati Cepu, Raja Brawijaya dan sisa-sisa pasukannya mengasingkan diri ke Gunung Lawu yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Raja Brawijaya melakukan moksa dan bertibggal di salah satu bagian Gunung Lawu yang bernama Hargo Dalem.

Di akhir masa kepemimpinan serta kerajaannya yang sudah berada di ujung tanduk. Raja Brawijaya V kemudian melakukan sumpah diatas puncak gunung yang mengutuk Adipati Cepu beserta keturunannya akan celaka saat mendaki Gunung Lawu.

Raja terakhir Majapahit ini bahkan menjamin bahwa para keturunan Adipati Cepu yang berani menginjakkan kakinya di Gunung Lawu akan bernasib sial, bahkan celaka di tempat.

Namun, larangan tersebut kini mulai terpatahkan dengan banyaknya warga dari daerah Bojonegoro yang diketahui telah mendaki Gunung Lawu dengan selamat.

Baca Juga: Cerita Rakyat Dibalik Nama Kecamatan Bergas, Sebuah Kisah Perebutan Kekuasaan Antar Saudara

Sedangkan di bagian wilayah lainnya yakni Cepu dan Blora, masyarakat lokal masih banyak yang melarang anak-anak keturunan mereka untuk mendaki Gunung Lawu.

Kebanyakan dari masyarakat Cepu masih menganggap kutukan Brawijaya V atau kerap disebut sebagai Bhre Wirabumi ini masih ada dan mampu mencelakai keturunan dari Adipati Cepu.

Source: Radio Citra Wanodya, Radar Kudus

Editor : Baskoro Septiadi
#Warga Cepu Dilarang Mendaki Gunung Lawu #Mitos Kuno Jawa #Mitos Larangan Mendaki Gunung Lawu #Larangan Mendaki Gunung Lawu #Mitos Rakyat Cepu Blora