RADARSEMARANG.ID - Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) telah mencatat ribuan ton subsidi belum tersalurkan ke petani.
Dikabarkan, hampir sebanyak 22 ribu petani Blora belum menerima dan memanfaatkan pupuk subsidi yang tercatat sekitar 9 ribu ton.
Keterangan tersebut juga dibenarkan oleh Lilik Setiyawan, selaku Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora.
Lilik menjelaskan "Ke depan kami akan berkoordinasi lagi dengan stakeholder, termasuk pihak penyalur dan menggandeng Dukcapil hingga pihak desa agar tahun depan bisa terserap maksimal”.
Dalam penjelasannya, Lilik mengungkapkan bahwa pupuk subsidi yang tidak tersalurkan diduga disebabkan oleh pengaruh musim el nino.
Hal tersebut menyebabkan petani tidak dapat melakukan penanaman dan panen sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, yang dikutip dari Radar Kudus JawaPos.com.
Selain itu, terdapat beberapa kendala yang masih dihadapi oleh petani terkait kartu tani mereka, seperti kuota yang kosong, kartu yang rusak dan terblokir, hingga kartu yang dinyatakan tidak valid oleh sistem.
"Hingga 26 Desember kemarin data di kami masih belum terserap semua. Kondisi tersebut dipengaruhi musim El Nino hingga kartu tani yang bermasalah," ungkapnya.
Kemudian Lilik mengungkapkan bahwa, dari total alokasi yang diterima sebesar 53.000 ton, terdapat penyaluran pupuk Urea sebanyak 47.601 ton.
Jumlah pupuk NPK yang baru terealisasi pada tahun ini adalah sebanyak 28.562 ton, sedangkan alokasi total yang telah ditetapkan sebesar 32.000 ton.
Dari total petani yang terdaftar dalam E-RDKK sebanyak 168.743 petani, namun hanya sekitar 146 ribu petani telah mengaksesnya.
Menurut Lilik, terdapat sekitar 5.399 ton pupuk urea dan 3.437 ton NPK yang belum terserap petani.
Baca Juga: Tanamkan Budaya Minat Baca Generasi Muda di Era Digital, Impian Anak Petani ini Sukses Mencapainya
Sehingga sisa pupuk tersebut tidak mungkin didistribusikan hingga akhir tahun 2023, dan hal tersebut menjadi semacam silpa.
Selanjutnya, sisa pupuk tersebut akan didistribusikan pada tahun ini, dengan cara memasukkan pendataan ke dalam E RDKK tahun 2024.
"Untuk sisa pupuk subsidi yang tidak tersalurkan tahun 2023 tidak akan berdampak pada pengurangan kuota pupuk subsidi bagi petani Blora pada 2024," kata Lilik.
Editor : Baskoro Septiadi