Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mengapa Rumah Tusuk Sate Dihindari Masyarakat? Ini Dia Penyebab dan Cara Mensiasatinya

Sulistiono • Kamis, 3 Juli 2025 | 17:49 WIB
Sebuah rumah tusuk sate yang sudah di modifikasi pemiliknya, dengan menggeser pintu rumah dan menanam pohon di halaman.
Sebuah rumah tusuk sate yang sudah di modifikasi pemiliknya, dengan menggeser pintu rumah dan menanam pohon di halaman.

RADARSEMARANG.ID - Bagi sebagian masyarakat Indonesia, rumah dengan posisi tusuk sate sebisa mungkin di hindari untuk di tinggali.

Konon, mitos yang berkembang di tengah masyarakat, rumah tusuk sate membawa sial dan petaka bagi penghuninya. Betulkah demikian?

Sebelum mencari tahu betulkah mitos rumah tusuk sate bisa membawa sial atau petaka bagi penghuni rumahnya. Kita harus cari tahu dulu nih, apa yang di sebut dengan rumah tusuk sate.

Rumah tusuk sate adalah rumah yang berada di ujung persimpangan jalan lurus atau lebih mudahnya gambaran posisi rumah tusuk sate membentuk seperti huruf T, di mana garis vertikal pada huruf T digambarkan sebagai jalan, dan garis diagonal sebagai deretan rumah.

Nah, rumah tusuk sate berada di tengah-tengah garis diagonal tersebut yang berhadapan langsung dengan jalan.

Menurut pengusaha property yang juga Wakil Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI), Bambang Ekajaya ada beberapa alasan yang membuat rumah tusuk sate kurang di minati masyarakat atau konsumen.

"Kalau menurut Fengshui lebih karena kepercayaan yang berhubungan dengan fengshui. Orang menganggap tinggal di rumah tusuk tidak baik, baik dari segi rezeki maupun kesehatan,"ungkap Bambang Ekajaya. 

Penjelasan yang lebih logis kenapa rumah tusuk sate di hindari adalah rumah tusuk sate kurang nyaman saat ditinggali. 

"Penjelasan logisnya khan kalau rumah tusuk sate takut ada mobil nyelonong, karena posisi rumah persis pada garis lurus jalan, terus juga pasti sorot lampu kendaraan akan langsung menyorot ke rumah"jelasnya. 

Rumah tusuk sate, tambah Bambang, juga berpotensi membuat penghuninya mudah terserang penyakit khususnya masuk angin. 

"Karena khan angin langsung masuk ke dalam rumah, ini misalnya bisa berpotensi membuat penghuninya gampang kena masuk angin"imbuhnya. 

Namun, rumah tusuk sate juga memiliki kelebihan khususnya jika di gunakan untuk tempat usaha. 

"Karena khan mudah di jangkau serta gampang di lihat warung atau tokonya" jelas Wakil REI itu. 

Untuk mengurangi efek negatif rumah sate, Bambang menyarankan agar pemilik rumah tusuk sate melakukan beberapa modifikasi rumahnya. Seoerti merubah posisi pintu, memasang jendela dengan kaca film. 

Namun yang terpenting menurutnya adalah mindset para penghuni rumah tusuk sate itu sendiri, karena jika terlalu terbawa perasaan negatif, maka akan bisa mempengaruhi kondisi rumah itu sendiri. 

"Yang utama tentu keyakinan. Semua rumah pada dasarnya baik dan tidak boleh ada keyakinan penghuninya bahwa rumah tersebut membawa sial, karena akan menciptakan sugesti dan aura negatif. Yakinlah semua itu pada dasarnya baik-baik saja," tandasnya. 

Sementara itu dalam pandangan agama khususnya Islam, anggapan tentang tentang rumah tusuk sate dapat membawa sial bagi penghuninya adlaah tidak benar.  

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah ceramah mengatakan, anggapan atau mitos itu sangat menyesatkan. 

"Mau tusuk sate, mau tusuk apa...rumah dibangun dengan uang halal, mau di ujung gang, mau di samping, mau bentuknya kotak, nggak ada masalah sama sekali," ungkap Ustadz Khalid Basalamah. 

Khalid Basalamah menyatakan bahwa dalam islam, tidak pernah di sebutkan adanya hubungan rumah tusuk sate dengan kesialan. Masyarakat yang percaya dengan mitos itu di sebutnya tathayyur. 

"Kalau ada masyarakat yang percaya mitos tersebut adalah tathayyur  atau menggantungkan sesuatu pada hal-hal yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan syariat islam" jelas Khalid.

Berbeda dengan ustad Khalid Basallamah,  pakar hongshui fengshui mengungkapkan rumah tusuk sate dapat membawa kemalangan baik bagi penghuni rumahnya ataupun orang yang lewat depan rumah tersebut, jika merujuk adanya kecelakaan di depan rumah tusuk sate. 

Hal ini karena posisi rumah tusuk sate di anggap  tidak bisa menerima energi qi dengan baik. Hal ini membuat energi sudah rusak duluan, sebelum bisa sampai ke dalam ruangan rumah.

Karena berada di posisi yang tertusuk, rumah ini akan menerima panah beracun (poison arrow). Rumah tusuk sate mendapatkan sebuah angin dari jalan yang mengarah rumah tersebut.

Untuk mensiasati agar tidak membawa kemalangan bagi penghuni rumah tusuk sate, pakar hongshui fengshui menyarankan agar pemilik rumah  memasang benda seperti  cermin bagua, lonceng angin, atau water feature.

Atau juga membuat kolam air dan taman di bagian kiri atau kanan rumah. Selain itu dapat menanam pohon yang agak tinggi di depan rumah, agar angin tidak langsung los masuk ke dalam rumah. (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
#fengshui #rei #rumah tusuk sate #mitos #Ustad Khalid Basalamah #Rumah