RADARSEMARANG.ID - Dunia maya kembali geger setelah video perdebatan antara politisi Dedi Mulyadi dan seorang siswi SMA 1 Cikarang bernama Aura viral di media sosial. Dalam momen tersebut, Dedi menyoroti gaya hidup berlebihan yang kerap dilakukan saat acara wisuda sekolah.
Dalam dialognya, Aura menyampaikan keinginan bahwa anak sekolah masa kini momentum wisuda itu berarti agar bisa mengenang masa putih abu - abu, terlebih Aura anak SMA. Namun, tanggapan Dedi Mulyadi justru membuat suasana memanas.
“Kalau kamu miskin, jangan sok kaya”, tegas Dedi Mulyadi menanggapi keinginan Aura.
Menurut Dedi, banyak keluarga dari kalangan menengah ke bawah yang justru memaksakan diri menggelar pesta wisuda mewah demi gengsi. Ia menilai perilaku seperti itu justru menjadi beban bagi orang tua.
“Pendidikan itu untuk masa depan, bukan buat ajang pamer. Kalau mampu, ya sewajarnya saja. Jangan menambah masalah hanya demi gaya,” tambah Dedi dalam pernyataannya.
Dedi Mulyadi menekankan bahwa wisuda tidak harus selalu dirayakan dengan kemewahan. Ia mengingatkan pentingnya hidup sederhana dan realistis sesuai kemampuan, apalagi di usia muda.
Debat panas ini langsung ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak netizen setuju dengan pandangan Dedi bahwa gaya hidup konsumtif sejak remaja bisa menimbulkan masalah finansial di masa depan. Namun, ada juga yang merasa cara penyampaian Dedi terlalu keras untuk anak seusia Aura.
Meski menimbulkan pro dan kontra, momen ini menjadi bahan refleksi: Apakah budaya “pamer” sudah terlalu melekat dalam perayaan penting seperti wisuda?
Yang jelas, Dedi Mulyadi ingin mengingatkan satu hal: bijaklah dalam bergaya, jangan memaksakan sesuatu diluar batas kemampuan.
Editor : Baskoro Septiadi