Tonis Muhdi Cup Digelar di UPGRIS, 75 Pasangan Bertanding, Jadi Ajang Jaring Atlet Potensia

Khafifah Arini Putri • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:44 WIB
(tengah) Anggota DPD RI Muhdi dan Rektor UPGRIS Sapto Budoyo usai membuka Kejuaraan Tonis Muhdi Cup Tahun 2026 di GOR Kampus IV UPGRIS.
(tengah) Anggota DPD RI Muhdi dan Rektor UPGRIS Sapto Budoyo usai membuka Kejuaraan Tonis Muhdi Cup Tahun 2026 di GOR Kampus IV UPGRIS.

 

RADARSEMARANG.ID - Olahraga tonis mulai menunjukkan perkembangan di Jawa Tengah. Sebanyak 75 pasangan dari 11 kabupaten/kota ambil bagian dalam Tonis Muhdi Cup 2026 yang digelar di GOR Kampus IV Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), 17-18 Oktober 2026.

Kejuaraan tersebut mempertandingkan nomor ganda putra dan ganda putri. Rinciannya, 50 pasangan turun di nomor ganda putra. Sedangkan 25 pasangan lainnya bertanding pada nomor ganda putri.

Menariknya kegiatan dibuka dengan pemukulan bola tonis antara Anggota DPD RI Muhdi dan Rektor UPGRIS Satpo Budoyo. Mereka pun hanyut dengan permainan dengan sorak sorai para penonton.

Anggota DPD RI Muhdi mengatakan, tonis merupakan olahraga yang cukup baru. Olahraga tersebut diciptakan akademisi di Semarang dan kini mulai berkembang di berbagai daerah.

“Tonis sebuah olahraga menurut saya masih cukup baru dan diciptakan dari Semarang ini dari akademisi Semarang yang sekarang sudah mulai meng-Indonesia dan peminatnya (meningkat), untuk seluruh lapisan masyarakat karena olahraga ini sangat fleksibel,” kata Muhdi.

Menurutnya, tonis memiliki peluang besar untuk berkembang. Peralatan dan lapangannya cukup fleksibel karena dapat dimodifikasi dari lapangan tenis, bulu tangkis, maupun lapangan lainnya.

"Tonis ini saya lihat tadi gabungan antara tenis, kemudian bulutangkis  yang nampaknya sederhana dan saya tadi baru mukul yang pertama saya kira ini memang tidak terlalu sulit. Sehingga harusnya kalau lihat itu mestinya ini bisa tumbuh dengan baik, cocok dengan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Pihaknya berharap olahraga tersebut terus dikembangkan. Termasuk dari sisi standar peralatan, lapangan, hingga aturan pertandingan.

“Yang perlu saya kira ini ada KORMI, ada PERTONSI saya kira harus lebih memasyarakatkan lagi dan terus mengembangkan tidak saja dari permainan, tapi menurut saya juga standar-standar peralatan, lapangan dan sebagainya sehingga nanti kalau dilakukan pertandingan-pertandingan itu standar yang diperlukan itu sudah sudah dipenuhi,” jelasnya.

Ketua Umum KORMI Jawa Tengah Edi Purwanto menyambut baik masukan tersebut. Menurutnya, standarisasi penting agar tonis tidak hanya menjadi olahraga rekreasi.

"Sehingga ini tidak sekedar menjadi olahraga permainan yang untuk mengisi waktu luang saja tetapi ini menjadi sebuah kemasan yang mempunyai aturan yang dibakukan," ungkapnya.

Selain itu harapannya, Tonis Muhdi Cup ini menjadi ajang pembinaan sekaligus seleksi atlet. Atlet potensial akan dipersiapkan untuk mengikuti Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) 2027 di Palu.

Sementara Rektor UPGRIS Sapto Budoyo mengatakan, pihaknya bangga dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Menurutnya, UPGRIS juga memberikan dukungan fasilitas untuk kegiatan tonis.

“Harapannya UPGRIS tentu memberikan dampak, memberikan manfaat kepada masyarakat dan ini menjadi sesuatu hal yang baru saya kira olahraga ini untuk dibudayakan,” katanya.

Sapto berharap olahraga tonis juga dapat menjadi objek penelitian bagi dosen, khususnya dari program studi olahraga UPGRIS. Dengan begitu, pengembangan tonis tidak hanya dilakukan dari sisi permainan, tetapi juga berdasarkan kajian ilmiah.

"Sehingga ada hal yang tidak saja pada memberikan manfaat, tapi ada penelitiannya, ini saya kira tadi harapan Pak Pembina, Pak Muhdi juga dilakukan penelitian terhadap olahraga tonis," pungkasnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
olahraga tonis Rektor UPGRIS anggota dpd ri Muhdi JAWA TENGAH