GKR Hemas Tekankan Pentingnya Peran Perempuan dalam Kebijakan Publik

Khafifah Arini Putri • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 16:02 WIB
Webinar Kepemimpinan Perempuan
Webinar Kepemimpinan Perempuan

 

RADARSEMARANG.ID - Ruang perempuan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan publik di Jawa Tengah memang semakin terbuka. Namun, keterwakilan perempuan di lembaga legislatif baru mencapai 20,34 persen.

Angka tersebut disampaikan Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas dalam Webinar Kepemimpinan Perempuan bertajuk Bukan Sekadar Memimpin, Perempuan yang Menggerakkan Perubahan.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan adanya kemajuan dalam partisipasi perempuan di ruang publik. Namun, keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan masih perlu diperkuat.

“Data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah menunjukkan bahwa keterwakilan perempuan dalam lembaga legislatif telah mencapai 20,34 persen yang mencerminkan semakin terbukanya ruang partisipasi dan representasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan publik,” kata GKR Hemas.

Ia menegaskan, bertambahnya jumlah perempuan dalam lembaga pengambilan keputusan bukan satu-satunya hal yang penting. Kehadiran mereka harus mampu membawa pengalaman, kebutuhan, dan aspirasi masyarakat ke dalam kebijakan.

“Namun lebih penting dari sekedar bertambahnya keterwakilan adalah bagaimana kehadiran perempuan benar-benar membawa pengalaman kebutuhan dan aspirasi masyarakat pada proses pengambilan kebijakan,” ujarnya.

Pihaknya mengatakan, perjalanan perempuan menuju posisi kepemimpinan tidak selalu mudah. Mereka harus menghadapi tanggung jawab profesional, keluarga, lingkungan sosial, hingga keraguan terhadap kemampuan diri sendiri. Karena itu, ia mendorong perempuan untuk berani mengambil peran. Menurutnya, perempuan tidak harus menunggu menduduki jabatan tertentu untuk bisa membawa perubahan.

“Perempuan tidak harus menunggu berada pada posisi tertentu untuk melakukan perubahan dari ruang sekolah, organisasi, keluarga, komunitas hingga pemerintahan daerah,” tuturnya.

Kepemimpinan, kata dia, bukan sekadar soal jabatan. Seorang pemimpin harus mampu melihat persoalan, mendengarkan suara orang lain, membangun kepercayaan, serta mengajak lingkungan bergerak menuju kondisi yang lebih baik.

“Memimpin bukan hanya tentang menduduki sebuah jabatan atau berada di depan sebuah organisasi,” katanya.

Sementara Ketua PGRI Jawa Tengah Muhdi mengatakan, pentingnya mendorong kepemimpinan perempuan juga terlihat dari besarnya jumlah perempuan dalam profesi guru. Anggota Komite III DPD RI itu menekankan, dari hampir tiga juta guru di Indonesia, sekitar 63 persen merupakan perempuan. Kendati demikian keterwakilan perempuan dalam kepengurusan organisasi maupun pemimpin masih minim.

“PGRI Jateng ingin perempuan tidak hanya menjadi pelaksana perubahan tetapi juga menjadi pemimpin perubahan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Ketua YPLP Perguruan Tinggi PGRI Semarang dan Sekjend Asosiasi LPTK Swasta Indonesia Sri Suciati dan Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah Eni Winaryati turut memberikan materi tentang pentingnya kepemimpinan perempuan. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
pengambilan keputusan ketua pgri jateng muhdi JAWA TENGAH gkr hemas