Asap TPA Jatibarang Meluas ke 5 Kecamatan, Pemadaman Terus Dikebut

Adennyar Wicaksono • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 05:40 WIB
UPAYAKAN PEMADAMAN : Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, Sekda Handi Priyanto, dan beberapa kepada OPD ketika meninjau kebakaran di TPA Jatibarang. 
ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG
UPAYAKAN PEMADAMAN : Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, Sekda Handi Priyanto, dan beberapa kepada OPD ketika meninjau kebakaran di TPA Jatibarang. ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Api yang membakar TPA Jatibarang, masih belum padam sampai Sabtu (3/10) dini hari. 

Bahkan asap kebakaran saat ini berdampak di lima kecamatan, yakni Ngaliyan, Gunungpati, Mijen, Semarang Barat, dan Tugu.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng datang langsung ke TPA Jatibarang, dan memimpin rapat koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD), Jumat (2/10) malam. 

Hasilnya akan dilakukan upaya komperhensif yakni pemadaman api, dan penanganan dampak asap kebakaran bagi warga yang terpapar, yang melibatkan lintas OPD, sepeda Damkar,DLH, Disperkim, DPU, Dinkes, Satpol PP, hingga PDAM.

Baca Juga: Gas Sulfur Dioksida Lampaui Ambang Batas, Asap Kebakaran TPA Jatibarang Semarang Ancam Pernapasan

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, kebakaran di TPA Jatibarang sudah mulai berkurang memasuki hari ketiga, sejak pertama kali terbakar Rabu (30/9). Titik api kini hanya ada di Zona 1 dan Zona 3, serta jauh lebih berkurang.

Jika hari pertama dan kedua, titik api terlibat menyebar di zona 1,2, dan 3. Ledakan juga kerap terjadi, serta kobaran yang membesar karena adanya gas metana.

Petugas gabungan terus berjibaku untuk memadamkan api, truk tangki dari PDAM, DPU dan Disperkim pun silih berganti masuk kawasan TPA untuk menyalurkan air ke armada Damkar. Beberapa alat berat pun dikerahkan untuk melokalisir api agar tidak merembet ke titik lainnya.

"Memang masih ada titik apik, tapi secara jumlah Iki sudah berkurang dibandingkan kemarin. Masih ada beberapa titik yang membara, juga asap tebal masih mengepul," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto, yang mewakili Agustina, Sabtu (3/10) dini hari.

Dia menerangkan, ada lima kecamatan yang terdampak asap dari kebakaran TPA, yakni Gunungpati, Mijen, Semarang Barat, Ngaliyan dan sebagian Tugu.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng juga membentuk tim gabungan antar OPD agar penangan kebakaran bisa dilakukan secara komperhensif.

"Perintah Bu Wali tadi, siapa berbuat apa walaupun kemarin sudah tetapi ini lebih detail. Jadi, Dinkes melakukan apa, Dinsos melakukan apa, eh kemudian Damkar sendiri apa dan DLH tugasnya apa," jelas Handi.

Menurut pria yang pernah menjabat berbagai jabatan kepala dinas di Pemkot Malang ini, menerangkan ada dua item utama yang harus dilakukan.

Yakni, upaya pemadaman api di area TPA yang masih terbakar, dan yang kedua adalah penanganan dampak dari asap ke masyarakat.

Baca Juga: Arah Angin Berubah, Asap Kebakaran TPA Jatibarang Semarang Bergeser ke Kedungpane Mijen

Menurut Handi, ada beberapa skema dan upaya untuk dilakukan percepatan dalam pemadaman. Yang pertama adalah melakukan inject atau menyuntik ke lokasi-lokasi yang terbakar. 

"Kalau dilihat kasat maga sebagian memang sudah padam, tapi kalau dari drone thermal itu masih panas di bawah sehingga kalau kena angin rawan kebakar lagi," tuturnya.

Inject kata dia, akan dilakukan ke beberapa titik ke dalam tumpukan sampah dengan kedalam lima sampai sepuluh meter, agar mencegah api kembali menyala. 

Selain itu, juga akan dilakukan penyiraman api ke udara dengan beberapa unit Damkar untuk mengurangi potensi polusi udara.

"Ini kita lakukan agar bisa mengurangi dampak bagi masyarakat, karena polusi udara dari asap hasil kebakaran," bebernya.

Pemkot kata , Handi juga telah berkomunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terkait upaya pemadaman kebakaran di TPA Jatibarang, apakah nantinya menggunakan water bombing, ataupun rekayasa cuaca. 

"Ini kita lakukan karena asapnya sudah cukup meluas, harapan kita tidak berdampak bagi masyarakat," katanya.

Selain itu, Dinkes juga diminta untuk memetakan lokasi mana yang terdampak asap.

Dari laporan Kepala Dinkes, lanjut Handi, sampai saat ini belum ada laporan adanya warga yang terkena infeksi saluran pernafasan, di wilayah terdekat dari TPA.

"Pemetaan lokasi yang terdampak asap akan dilakukan Dinkes, puskesmas juga akan disiagakan. Lalu Muha ada pembagian masker bagi petugas, relawan, dan masyarakat yang terdampak, untuk mengurangi potensi ISPA," ujarnya.

Sementara untuk sekolah-sekolah yang ada didekat TPA, masih akan melihat potensi asap yang terjadi beberapa hari kedepan. Jika memang masih parah, menurut Handi, Disdik akan diminta untuk melakukan perpanjangan pembelajaran secara daring.

Untuk penanganan jangka panjang, lanjut Handi, Pemkot Semarang tidak ingin kejadian serupa kembali terulang dikemudian hari.

Menurutnya ada beberapa skenario yang akan dilakukan, salah satunya adalah membuat tempat penampungan air cadangan di TPA.

Untuk rencana sistem hidran, apakah menggunakan pompa atau pipa, kedepannya masih akan dilakukan kajian lebihan lanjut.

"Jadi secara berkala bisa dilakukan penyiraman, lalu ada juga pembuatan jalur hidran, agar DLH bisa menyiram secara berkala, karena gas metana di tumpukan sampah bisa hilang dengan air," katanya.

Handi meyakini, jika melihat titik api yang ada di TPA Jatibarang, Sabtu (3/10) dinihari, dalam waktu dekat api bisa dipadamkan. 

Namun tinggal bagaimana kedepan, dilakukan upaya agar asap dari kebakaran bisa hilang dan potensi api kembali muncul.

"Saat ini semua masih siaga 24 jam dari Damkar, tangki air kita siagakan sampai benar-benar padam," tegasnya.

Selain itu, Handi memastikan akan ada pembatasan di TPA untuk mengurangi potensi atau dampak kebakaran. Selain itu, dia memastikan jika layanan pembuangan sampah juga tetap berjalan normal. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
Handi Priyanto tpa Jatibarang kebakaran Damkar Kota Semarang Agustina Wilujeng