Bawa Kembang dan Dupa, Kantor BPN Jateng 'Diruqyah' Cegah Pungli

Ida Fadilah • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 19:05 WIB

 

Ormas Gerakan Jalan Lurus membawa uborampe merukiyah Kanwil ATR/BPN Jateng hindari korupsi dan pungli, Jumat (2/10/2026). (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Ormas Gerakan Jalan Lurus membawa uborampe merukiyah Kanwil ATR/BPN Jateng hindari korupsi dan pungli, Jumat (2/10/2026). (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Organisasi massa Gerakan Jalan Lurus (GJL) meruqyah Kantor Wilayah (Kanwil) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Provinsi Jateng.

Mereka membawa uborampe seperti kembang mawar, dupa, aneka jajan pasar, dan lainnya. Barang-barang itu ditata di gerbang kantor yang berada di Jalan Ki Mangunsarkoro, Kecamatan Semarang Tengah.

Massa aksi mengenakan baju putih bertuliskan GJL. Bendera dan spanduk juga dipamerkan ke publik agar masyarakat yang melintas dapat menyaksikan aksi.

Ketua Ormas GJL, Riyanta menyampaikan aksi ini dilakukan mengingat KPK telah melakukan OTT di kementerian ATR BPN RI. Pada kesempatan ini, ia menyampaikan OTT ini bagian dari janji Presiden Prabowo untuk bersih-bersih. Ormas ini bersama ormas Gamat Total turut mendukung.

Baca Juga: Catat Waktunya! Ini Jadwal Rauhah, Puncak Haul Solo 2026, dan Maulid Nabi di Masjid Riyadh

Ia dalam orasinya meminta agar pemerintah dalam hal ini BPN menghentikan pungutan liar (pungli) serta mengevaluasi penataan pejabat.

"Kami berharap pemerintah membangun NKRI dan memberantas semua mafia, premanisme, mafia tanah. Khusus ATR BPN kebijakan pegawai dua tahun dipindah segera dievaluasi," tuturnya, Jumat (2/10/2026). 

Riyanta menyebut, pihaknya sebagai ormas perlu menyampaikan temuan-temuan atau laporan yang ada di masyarakat ke pemerintah. Seperti yang ia dengar adanya dugaan pungli yang dilakukan oknum BPN Kota Semarang.

"Tugas kita sebagai masyarakat ya melakukan pengawasan, melakukan kontrol. Dan kewajiban hukum ketika kita melihat ada peristiwa pidana ya dilaporkan ke penegakan hukum," ucapnya.

Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah, Sri Pranoto dan jajaran serta Ormas GJL duduk bersila menerima aduan dan keluhan dari masyarakat, Jumat (2/10/2026). (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah, Sri Pranoto dan jajaran serta Ormas GJL duduk bersila menerima aduan dan keluhan dari masyarakat, Jumat (2/10/2026). (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Kehadiran puluhan anggota GJL itu disambut Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah, Sri Pranoto. Ia bersama-sama pimpinan dan pegawai serta ormas GJL duduk bersila di depan kantor. Terjadilah forum diskusi. Banyak anggota GJL yang menyampaikan keluhan sulitnya pengurusan tanah, sertifikat, terjadi pungli dan lainnya. Sedangkan Sri Pranoto mengaku kehadiran GJL justru membantunya dalam mengawasi kinerja BPN di daerah.

"Aspirasi yang dilakukan oleh teman-teman GJL ini sebuah sebagai cambukan bagi kami. Bagaimana kami seluruh kantor pertanahan di Jawa Tengah, berterima kasih berarti ada pihak eksternal yang membantu melakukan pengawasan," kata dia.

Usai ini, lanjut dia, pihaknya tetap berkomitmen untuk selalu memperbaiki memperbaiki setiap hari, meningkatkan pelayanan pertanahan kepada masyarakat di seluruh kantor pertanahan.

Ia pun mempertegas akan membuat berbagai kebijakan layanan pertanahan yang harus bebas dengan pungli dan lainnya. Agar masyarakat semakin puas, Kakanwil Toto -sapaan akrabnya- akan mempercepat serta mempermudah inovasi-inovasi layanan ke masyarakat termasuk implementasi layanan-layanan elektronik.

"Justru adanya sorotan dan koreksi dari GJL ini pastinya menjadi koreksi bagi kami semua. Justru sebagai mitra ke depan apabila ada penyelewengan atau ada sesuatu yang tidak benar tentang apa yang kita lakukan, kami terima kasih kalau ada unsur-unsur dari luar mau membantu mengoreksi layanan di BPN," tuturnya.

Dirinya turut mengimbau pada Kantor BPN di daerah senantiasa melaksanakan zona integritas. Ditanya apakah akan melakukan investigasi, Toto mengaku bakal melakukan evaluasi.

"Pastinya evaluasi, monitoring akan kita lakukan. Justru dengan adanya GJL membantu memonitor, mengevaluasi di lapangan. Komitmen kami bersama untuk BPN Kanwil Tengah kita punya moto kerja tuntas, ikhlas, berkualitas," tegasnya. (ifa)

Editor : Baskoro Septiadi
ruqyah ATR/BPN