RADARSEMARANG.ID, Semarang – Menangani sampah bukan perkara mudah. Tiap tahun volume sampah terus bertambah. Perlu seorang pelopor yang menggerakkan masyarakat untuk bertindak.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo tengah menggencarkan pengolahan sampah, karena tempat pembuangan akhir mulai overload. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat terus mendorong transformasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif, Pemerintah Kabupaten Wonosobo mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari sumbernya melalui penguatan TPS3R di berbagai wilayah desa dan kelurahan.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mengurangi beban TPA Wonorejo sekaligus membangun kesadaran kolektif dan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
Atas komitmennya dalam pengelolaan sampah Bupati Afif Nurhidayat mendapat apresiasi Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2026. Penghargaan diserahkan di malam Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2026 di Patra Semarang Hotel & Convention pada Jumat (25/9/2026).
Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein mewakili bupati yang malam itu berhalangan hadir.
“Terima kasih kepada Jawa Pos Radar Semarang. Penghargaan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis masyarakat melalui TPS3R di desa-desa berhasil menekan volume sampah yang masuk ke TPA. Ini kerja keras warga, Pemkab hanya menggerakkan,"ujarnya.
Pada kesempatan yang sama Wakil Bupati Amir Husein juga menerima penghargaan Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2026 dengan kategori Kepemimpinan Responsif dalam Mengawal Program Makan Bergizi Gratis.
Penghargaan diberikan kepada Wakil Bupati Amir Husein atas komitmen nyata dan dedikasi luar biasa dalam mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Wonosobo.
Di tengah tantangan pemenuhan gizi daerah, Amir Husein hadir sebagai sosok pemimpin yang responsif, turun langsung ke lapangan untuk memastikan setiap rantai pasok, mutu pangan, dan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi berjalan dengan standar terbaik.
Melalui kepemimpinan yang tanggap dan berorientasi pada solusi, program nasional ini tidak sekadar menjadi kegiatan distribusi makanan, melainkan pilar strategis dalam menurunkan angka stunting, menjaga keamanan pangan anak sekolah, serta menggerakkan roda ekonomi para petani dan pelaku UMKM lokal di Wonosobo.
Komitmen kuatnya dalam memastikan setiap rupiah dan kebijakan berdampak nyata bagi kesejahteraan publik, menjadikan Wonosobo sebagai teladan daerah yang responsif, dan berintegritas.
"Kunci sukses program Makan Bergizi Gratis terletak pada responsivitas dan akuntabilitas di lapangan. Kami pastikan mutu pangan terjaga, stunting turun, dan ekonomi petani lokal ikut terangkat. Apresiasi Jawa Pos Radar Semarang ini murni buah dari sinergi lintas sektor di Wonosobo,"tandasnya usai menerima penghargaan.
Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2026 memberikan apresiasi kepada 37 tokoh di Jawa Tengah.
Dari kalangan kepala daerah ada Wali Kota Magelang, Wali Kota Salatiga, Wali Kota Semarang, Bupati Semarang, Bupati Kendal, Bupati Demak, Bupati Wonosobo, Wakil Bupati Wonosobo, Bupati Magelang, Wali Kota Pekalongan.
Dari jajaran BUMD ada Perumda Air Minum Tirta Gemilang Kabupaten Magelang, Perumda Tirta Ampera Kabupaten Boyolali, Perumda Air Minum Salatiga.
Kemudian ada Bank Jateng, Bhimasena Power Indonesia, Sido Muncul, Dandim 0705 Magelang. Dari kalangan pendidikan ada Undip, Untidar, UNW, Universitas Harkat Negeri dan masih banyak lagi.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang hadir malam itu menyatakan apresiasi tinggi kepada Jawa Pos Radar Semarang atas gelaran tersebut. Ia berpesan agar penghargaan menjadi pemacu untuk melahirkan terobosan baru. Penghargaan menjadi lebih bermanfaat untuk masyarakat.
Ia juga menyinggung peran media massa terutama di tengah maraknya disinformasi hoax, ujaran kebencian dan informasi belum terverifikasi.
Media menjadi mitra pemerintah untuk menyampaikan kerja-kerja kepada masyarakat. Sekaligus menjadi kontrol sosial.
“Kita kerja banting tulang, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala kalau tidak ter-deliver kepada masyarakat, sama dengan kita tidak kerja,”tandasnya. (lis)
Editor : Lis Retno Wibowo