RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Semarang mengimbau kepada seluruh peserta, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif maupun pensiunan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang marak terjadi belakangan ini. Para pelaku diketahui menggunakan modus dengan mengatasnamakan Direksi PT TASPEN (Persero) untuk mengelabui korban.
Salah satu modus yang berhasil diidentifikasi adalah penggunaan nomor WhatsApp palsu yang memasang foto profil jajaran direksi atau manajemen TASPEN untuk menghubungi korban secara langsung. Dalam aksinya, oknum tersebut kerap menjanjikan pencairan dana tertentu, pembagian dividen, atau urusan kedinasan lainnya dengan ujung-ujungnya meminta sejumlah uang atau data pribadi yang bersifat rahasia.
Menanggapi fenomena tersebut, Branch Manager PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Semarang, Bapak Riza Nugraha, meminta masyarakat dan para pensiunan di wilayah Semarang dan sekitarnya untuk tidak mudah percaya jika dihubungi oleh nomor-nomor yang mencurigakan.
"Kami menegaskan bahwa Direksi maupun karyawan PT TASPEN (Persero) tidak pernah menghubungi peserta secara pribadi menggunakan nomor seluler atau WhatsApp untuk menjanjikan sesuatu, meminta imbalan, ataupun meminta data pribadi yang sensitif. Segala bentuk komunikasi resmi perusahaan selalu dilakukan melalui saluran komunikasi yang tersertifikasi dan terverifikasi," ujar Riza Nugraha.
Riza juga menambahkan bahwa masyarakat harus lebih teliti dan melakukan cross-check terlebih dahulu sebelum merespons pesan yang masuk. Salah satu contoh nomor palsu yang terdeteksi mengatasnamakan Direksi TASPEN baru-baru ini adalah 0878-6959-2912. Nomor tersebut dipastikan palsu dan merupakan tindakan penipuan (scam alert).
"Jika ada peserta yang menerima pesan atau telepon dari nomor tersebut, atau nomor lain yang mengaku sebagai pihak TASPEN dan dirasa mencurigakan, mohon untuk segera mengabaikannya dan melaporkannya kepada kami," tegas Riza.
TASPEN Semarang menegaskan kembali bahwa segala informasi resmi yang berkaitan dengan program, layanan, dan kebijakan TASPEN hanya dapat diakses secara valid melalui kanal resmi berikut:
Editor : Baskoro Septiadi