Investasi Jawa Tengah Tembus Rp59,94 Triliun, Serap 213 Ribu Tenaga Kerja

Adityo Dwi Riyantoto • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 09:32 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi  menghadiri Gala Dinner Festival Pertengahan Musim Gugur di Hotel PO, Kota Semarang, Sabtu (19/9/2026).
Gubernur Ahmad Luthfi menghadiri Gala Dinner Festival Pertengahan Musim Gugur di Hotel PO, Kota Semarang, Sabtu (19/9/2026).

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jawa Tengah terus memperkuat posisi sebagai salah satu daerah tujuan investasi di Indonesia. Hingga semester I 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp59,94 triliun dan mampu menyerap 213.217 tenaga kerja melalui 55.989 proyek investasi.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pemerintah daerah ingin menjadikan Jawa Tengah sebagai rumah bersama bagi seluruh kelompok masyarakat sekaligus ruang kolaborasi bagi pelaku usaha dan investor.

Menurut Luthfi, keterbukaan dan kolaborasi antarkelompok menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta menciptakan lapangan kerja baru.

“Jawa Tengah adalah rumah kita. Sebagai rumah bersama, festival ini mengajarkan tentang harapan bahwa Jawa Tengah bertumbuh kembang menjadi sentralnya Jawa, sentralnya Indonesia,” kata Ahmad Luthfi saat menghadiri Gala Dinner Festival Pertengahan Musim Gugur di Hotel PO, Kota Semarang, Sabtu (19/9/2026).

Investasi Jateng Capai Rp59,94 Triliun

Luthfi menyampaikan, realisasi investasi Jawa Tengah pada semester I 2026 mencapai Rp59,94 triliun.

Investasi tersebut terdiri atas penanaman modal asing (PMA) Rp25,92 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp22,62 triliun, serta investasi usaha mikro dan kecil (UMK) Rp11,40 triliun.

Sementara itu, investasi dari pengusaha asal Tiongkok tercatat sekitar Rp4,55 triliun pada periode yang sama. Data DPMPTSP Jawa Tengah menempatkan Tiongkok sebagai salah satu negara dengan nilai investasi terbesar di Jawa Tengah pada semester I 2026.

Besarnya realisasi investasi tersebut juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Sebanyak 213.217 orang terserap melalui 55.989 proyek investasi di berbagai sektor.

“Ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah memiliki daya tarik bagi investor, dan peluang kerja sama ekonominya juga semakin besar,” ujar Luthfi.

Jawa Tengah Dorong Investasi dan Lapangan Kerja

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong investasi agar tidak hanya menghasilkan pertumbuhan nilai modal, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Investasi diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi daerah, membuka lapangan pekerjaan, serta memperluas peluang usaha bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Sebelumnya, Pemprov Jateng menyebut investasi menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus instrumen untuk memperluas kesempatan kerja.

Pada semester I 2026, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat 5,80 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,45 persen.

Festival Pertengahan Musim Gugur Jadi Ruang Kolaborasi

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga menyinggung Festival Pertengahan Musim Gugur yang digelar Masyarakat Chinese Jawa Tengah Indonesia.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat kekerabatan, persatuan, dan jejaring antarpelaku usaha.

Para pengusaha dari berbagai latar belakang dapat memanfaatkan ruang tersebut untuk bertemu, membangun jaringan, dan membuka peluang kerja sama ekonomi di Jawa Tengah.

“Ibaratnya seperti sinar rembulan yang menyinari empat benua menjadi satu, sehingga bisnis teman-teman bisa menjadi sukses. Bisa mewarnai masyarakat Jawa Tengah dan seluruh asosiasi yang ada, sehingga Jawa Tengah menjadi maju berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Luthfi menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diperlukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Semakin luas jejaring kerja sama antarpelaku usaha, semakin banyak pula peluang investasi dan pengembangan bisnis yang dapat terbuka.

“Di rumah bersama bernama Jawa Tengah ini, para pengusaha berkolaborasi sehingga mendukung tumbuh kembang investasi,” ujarnya.

Dengan realisasi investasi mencapai Rp59,94 triliun pada semester I 2026, Pemprov Jateng terus mendorong agar investasi memberikan manfaat yang lebih luas.

Indikatornya tidak hanya dilihat dari besarnya nilai investasi, tetapi juga dari kemampuan investasi dalam menggerakkan perekonomian daerah dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Jawa Tengah. (*)

Editor : Baskoro Septiadi
investasi jawa tengah Tenaga Kerja jateng Gubernur Ahmad Luthfi Ahmad Lutfi JAWA TENGAH