Gelar Culture Fest di Borobudur, Lindu Aji Hadirkan 1.000 Penari Jatilan

Muhammad Hariyanto • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 17:39 WIB
Culture Fest 2026 yang digelar di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.
Culture Fest 2026 yang digelar di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang– Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Lindu Aji menggelar Lindu Aji Culture Fest 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (13/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Lindu Aji memperkuat pelestarian seni dan budaya Nusantara sekaligus mendorong ekonomi kreatif dan kepedulian sosial terhadap masyarakat.

Ketua Dewan Pembina Lindu Aji Mayjen (Purn) Fauka Noor Farid yang sekaligus sebagai utusan khusus presiden mengatakan, pemilihan Candi Borobudur sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Menurutnya, Borobudur merupakan peninggalan sejarah yang memiliki nilai budaya dan dikenal hingga dunia internasional.

"Candi Borobudur dipilih karena mengandung sejarah nenek moyang kita yang dikenal dunia internasional dan kearifan lokal. Candi Borobudur menjadi simbol yang sangat penting dalam melestarikan budaya," ungkap Fauka yang juga sebagai komandan timus 08, Selasa (15/9/2026).

Acara yang digelar tersebut juga tak tanggung-tanggung. Lindu Aji juga menampilkan sekitar 1.000 penampil jatilan, dan juga melibatkan puluhan pelaku UMKM, serta memberikan santunan kepada 550 anak yatim, fakir miskin, dan lanjut usia (lansia). 

Fauka mengatakan, Lindu Aji selama ini tidak hanya bergerak dalam bidang olahraga. Organisasi tersebut kini juga berupaya memperkuat kegiatan pelestarian budaya atau nguri-uri budaya.

"Parade budaya sebagai program tahunan. Program juga menjadi ruang bagi anggota dan masyarakat untuk mengenalkan serta menjaga kekayaan budaya Nusantara," katanya.

Fauka Noor Farid sebelumnya resmi mendapat mandat sebagai Ketua Pembina Lindu Aji dalam Kongres III DPP Lindu Aji di Semarang pada 13 Agustus 2026.

Pengurus DPP Lindu Aji periode 2026-2031 kemudian mengikuti pelantikan di Taman Lumbini, kawasan Candi Borobudur, Magelang, pada Minggu (13/9/2026).

Fauka memiliki latar belakang sebagai mantan anggota Tim Mawar Kopassus yang pernah berada di bawah komando Prabowo Subianto. Ia juga dikenal sebagai utusan kusus Presiden Prabowo serta Komandan Tim 08.

Masuknya Fauka ke dalam struktur pembinaan Lindu Aji membawa tantangan baru bagi dirinya. Ia, ingin menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah pengabdian kepada bangsa dan negara melalui kegiatan sosial, budaya, serta kemasyarakatan.

Fauka menegaskan bahwa dirinya belum memiliki rencana membawa Lindu Aji menjadi partai politik.

"Saya ingin menunjukkan bahwa ini adalah ormas yang peduli dengan bangsa, tradisi, dan budayanya. Saya ingin merubah stigma ormas ini," tegasnya.

Ia juga meminta jajaran Lindu Aji di berbagai daerah berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat dalam menjaga ketertiban masyarakat. "Kita kan punya banyak DPC di seluruh Jateng, jadi tugas Kamtibmas-nya diatur dan dikoordinasikan dengan Kodim dan Polres daerah setempat. Tidak boleh menjadi ‘APH’ sendiri dan arogan," tegasnya.

Lindu Aji bermula dari kelompok masyarakat yang didirikan Ikhwan Ubaidillah pada 1989. Organisasi tersebut kemudian berkembang menjadi yayasan sosial sebelum berubah menjadi organisasi kemasyarakatan pada 2015.

Berkembangnya waktu, Lindu Aji mengklaim memiliki sekitar 100 ribu anggota yang tersebar di berbagai wilayah, terutama Jawa Tengah. Basis anggotanya juga banyak berasal dari kalangan pekerja informal, seperti juru parkir, sekuriti, serta kelompok masyarakat lainnya.

Melalui kepengurusan baru periode 2026-2031, Lindu Aji ingin memperluas kiprah di bidang sosial, olahraga, seni, budaya, dan ekonomi kreatif. 

Editor : Miftahul A’la
Culture Fest BOROBUDUR Lindu Aji