RADARSEMARANG.ID, Kebumen — Sebuah brand bisa lahir dari sebuah ide sederhana, tetapi mempertahankannya selama satu dekade membutuhkan lebih dari sekadar ide. Itulah yang tergambar dari perjalanan Aden Hijab, brand fashion muslim yang dibangun oleh Pratiwi Anggraeni sejak 2015. Dalam perjalanan tersebut, Aden berkembang dari identitas fashion hijab menuju brand dengan berbagai koleksi busana muslim.
Sepuluh tahun kemudian, perjalanan itu dirayakan melalui acara “Satu Dekade Aden” di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention pada 4 Juli 2026. Namun, jika melihat perjalanan Aden secara lebih panjang, perayaan tersebut sebenarnya hanyalah satu titik dari sebuah cerita yang telah dimulai sejak lebih dari satu dekade lalu.
Berangkat dari Identitas “Simple Is Beauty”
Salah satu identitas yang pernah dibawa Pratiwi dalam perjalanan Aden adalah konsep “simple is beauty”. Dalam pemberitaan mengenai koleksi Aden pada 2022, Pratiwi menjelaskan bahwa karakter tersebut menjadi bagian dari genetik brand: sederhana, tetapi tetap cantik. Konsep itu kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai koleksi fashion Aden.
Pendekatan tersebut menarik karena fashion muslim tidak selalu harus hadir dengan desain yang berlebihan. Kesederhanaan justru dapat menjadi karakter yang kuat ketika dipadukan dengan desain, material, dan detail yang tepat.
Citra Kirana Menjadi Bagian dari Perjalanan
Perjalanan Aden kemudian bertemu dengan dunia entertainment ketika Citra Kirana menjadi muse untuk koleksi Aden dalam Indonesia Fashion Week 2022. Kolaborasi tersebut mendapatkan perhatian karena Citra dikenal memiliki gaya berbusana yang anggun dan sederhana—karakter yang menurut Pratiwi sesuai dengan konsep yang ingin dibawa Aden.
Pertemuan Aden dan Citra tidak berhenti hanya disatu momentum fashion show saja. Pada 2023, Aden kembali mencuri perhatian ketika diberitakan akan tampil di Runway 7 New York, sebuah kesempatan yang membuka langkah Aden menuju panggung fashion internasional. Dalam kesempatan tersebut, Pratiwi menyebut Family Series sebagai salah satu produk unggulan Aden, dengan motif yang menggunakan desain pattern original.
Dari Satu Koleksi ke Perjalanan yang Lebih Besar
Perjalanan Aden menunjukkan bahwa membangun brand fashion bukan hanya tentang menciptakan produk. Ada identitas yang harus dipertahankan, tren yang harus dibaca, konsumen yang harus dipahami, dan keberanian untuk membawa brand ke ruang yang lebih luas.
Pratiwi Anggraeni sendiri tidak hanya berada di balik sisi bisnis Aden. Ia juga dikenal sebagai owner sekaligus desainer yang terlibat dalam pengembangan identitas dan koleksi brand. Dari Indonesia Fashion Week hingga peluang tampil di panggung New York, perjalanan tersebut menunjukkan adanya upaya untuk membawa Aden keluar dari lingkup pasar yang lebih sempit.
Memasuki Dekade Berikutnya
Kini, setelah satu dekade perjalanan, tantangannya berubah. Jika 10 tahun pertama merupakan fase membangun identitas dan memperluas perjalanan, dekade berikutnya menjadi kesempatan untuk memperkuat posisi Aden sebagai brand fashion muslim.
Situs resmi Aden saat ini menunjukkan bahwa lini produknya juga semakin beragam. Tidak hanya hijab, Aden memiliki kategori seperti dress, one set, blouse, pants, skirt, dan scarf.
Sementara melalui Aden Basic, brand ini membawa konsep busana muslim yang mengedepankan kesederhanaan, kenyamanan, dan keanggunan. Pada akhirnya, perjalanan Aden selama 10 tahun tidak hanya bercerita tentang sebuah brand yang bertahan.
Ini adalah cerita tentang bagaimana sebuah identitas dibangun, dikembangkan, diuji, dan kemudian dibawa menuju perjalanan berikutnya. Dan di balik perjalanan tersebut, ada Pratiwi Anggraeni yang sejak awal memilih untuk terus berjalan bersama Aden.(bis)
Editor : Sugiyanto