Dua Nyawa Melayang Tertimpa Pohon di Pandanaran, Pemkot Semarang Bilang Begini

Adennyar Wicaksono • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 18:29 WIB
Kondisi pengendara motor tertimpa pohon di jalan Pandanaran Semarang Tengah, Jumat (4/9/2026).
Kondisi pengendara motor tertimpa pohon di jalan Pandanaran Semarang Tengah, Jumat (4/9/2026).

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Tumbangnya pohon asam jawa di Jalan Pandaraan, dan menimpa dua unit sepeda motor dan menimbulkan dua korban jiwa.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang  Murni Ediati menuturkan jika kasus tersebut merupakan sebuah musibah yang tidak terduga. Pihaknya juga meminta maaf, dan berduka cita untuk keluarga korban.

Pipie sapaannya, menjelaskan pemeliharaan pohon di sejumlah ruas jalan protokol selama ini dilakukan secara rutin sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Misalnya pohon yang dinilai rawan, seperti mati, keropos, maupun rawan tumbang akan menjadi prioritas untuk dilakukan pemangkasan hingga penebangan.

Baca Juga: Kasus Orang Hilang Berujung Penemuan Kerangka, Polisi Amankan Terduga Pelaku

“Kalau melihat pohon di Jalan Pandanaran, pohon ini masih sehat ya. Sebelumnya sudah dilakukan pengawasan, antisipasi kita lakukan ketika menemukan pohon yang rawan tumbang dengan perempelan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (4/9).

Pipie menerangkan jika kejadian yang menewaskan dua orang tersebut, Pemkot Semarang juga membuka kemungkinan memberikan tali asih kepada keluarga korban luka ataupun yang meninggal dunia.

“Nanti akan kita usulkan ya, biar korbannya bisa menerima tali asih,” jelasnya.

Pipie menjelaskan, Disperkim telah memiliki data kondisi pohon yang berada di lahan milik Pemkot Semarang, terutama di kawasan Ring I Kota Semarang, II ataupun ring III yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Menurut dia, pemantauan tersebut dilakukan menggunakan sistem pendataan untuk mengetahui pohon yang sehat maupun yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Kalau kita pada saat mau melakukan pemangkasan pohon, kita cek dulu pohon-pohonnya. Kita punya datanya, mana yang sehat, mana yang rawan. Kita ada aplikasinya,” tuturnya.

Terkait insiden di Jalan Pandanaran, Pipie menyebut jika pohon tumbang hingga akarnya ikut terangkat dari tanah. Kondisi tersebut berbeda dengan pohon yang patah akibat batang yang telah keropos.

“Saya juga kaget pada saat dikabari teman-teman. Saya tadi juga cek lokasi bersama polisi. Itu masih sehat seakar-akarnya. Akarnya naik atau terangkat. Kecuali kalau patah,” jelasnya.

Pipie menambahkan, ruas Jalan Pandanaran bersama Jalan Pemuda dan Jalan Gajah Mada termasuk kawasan yang menjadi perhatian karena masuk jalur protokol atau kawasan ring satu.

“Untuk jalan protokol terutama Pandanaran, Pemuda, Gajah Mada, Sugiyopranoto, jalan-jalan ring satu itu pasti kita sudah antisipasi untuk SOP pemeliharaannya,” ungkapnya.

Disperkim juga mengklaim telah melakukan pemangkasan dan perempelan pohon secara berkala. Pohon yang mati, keropos, atau dinilai rawan tumbang akan segera ditangani. Selain kawasan ring satu, pemeliharaan juga dilakukan pada ruas jalan yang masuk ring dua dan ring tiga.

Langkah antisipasi disebut telah dilakukan sejak awal tahun untuk menghadapi potensi pohon tumbang saat memasuki musim hujan.

Menurut dia, September hingga Oktober akan dimanfaatkan untuk mengejar penanganan pohon yang masuk kategori rawan, mengingat musim hujan diprediksi mulai berlangsung pada akhir Oktober atau November.

“Sejak Januari, Februari itu kita sudah melakukan antisipasi untuk menyebar teman-teman, terutama khususnya di pohon-pohon yang rawan tumbang. SDM kita prioritaskan berdasarkan data, khusus yang rawan tumbang. Yang keropos, yang sudah besar, terutama yang rawan tumbang itu kita prioritaskan," katanya.

Di sisi lain, Disperkim mengungkapkan rencana mengkaji kembali skema asuransi pohon. Wacana tersebut sebelumnya pernah dibahas, namun terkendala besarnya jumlah pohon dan potensi beban terhadap APBD.

Meski demikian, skema asuransi khusus untuk pohon yang berada di ruas jalan protokol disebut masih memungkinkan untuk diupayakan ke depan.

“Dulu kita pernah mau melakukan asuransi pohon. Kalau ditotal dari sekian juta pohon yang ada di Kota Semarang, kalau diasuransikan sepertinya akan membebani APBD. Ini kita cari formula untuk mengasuransikan pohon tanpa membebani APBD,” pungkasnya.

Baca Juga: Mantri Bank BUMN di Banjarnegara Ditahan, Diduga Selewengkan Kredit Rp4,5 Miliar

Sebelumnya diberitakan sebuah pohon berukuaran besar tumbang di Jalan Pandanaran Semarang, Jumat (4/9). Dalam peristiwa tersebut pengendara motor Honda Beat bernomor polisi H 2401 ZA dan Honda Vario bernomor polisi H 3506 NX tertimpa pohon.

Dua korban meninggal dunia masing-masing Susiana, warga Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, dan Christiawan Purbowo, warga Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan. (den)

 

Editor : Baskoro Septiadi
tertimpa pohon anggrung Jalan Pandanaran