Anggota DPRD Jateng Pimpin FGD Sinergi Asta Cita demi Ketahanan Pangan di Demak

Miftahul A’la • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 16:50 WIB
FGD “Asta Cita untuk Ketahanan Pangan: Sinergi Mengatasi Kekeringan dan Normalisasi Bendung Barang”
FGD “Asta Cita untuk Ketahanan Pangan: Sinergi Mengatasi Kekeringan dan Normalisasi Bendung Barang”

 

RADARSEMARANG.ID, Mranggen – Menghadapi ancaman kekeringan dan menurunnya produktivitas pertanian, 8 kepala desa di Demak duduk satu meja bersama anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dan sejumlah dinas terkait. Forum ini digelar untuk mencari solusi nyata lewat normalisasi Bendung Barang.

Kegiatan bertajuk FGD “Asta Cita untuk Ketahanan Pangan: Sinergi Mengatasi Kekeringan dan Normalisasi Bendung Barang” berlangsung di Balai Desa Sumberrejo, Kecamatan Mranggen, Selasa (2/9/2026).

Hadir memimpin diskusi H. Nurul Furqon, SE., MM, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Komisi D dari Fraksi PPP. Turut hadir perwakilan Dinas PU, Dinas PSDA Provinsi Jateng, BBWS, serta 8 kepala desa dari 2 kecamatan.

Delapan desa yang terlibat yaitu: Desa Banyumeneng, Sumberrejo, Kebonbatur, Kangkung, Kalitengah dari Kecamatan Mranggen, dan Desa Wonosekar, Margorahayu, Teluk dari Kecamatan Karangawen.

H. Nurul Furqon menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan masyarakat untuk segera menangani krisis air.

“Kita tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Kekeringan ini persoalan bersama. Solusinya ada di kolaborasi. Hari ini kita fokus pada normalisasi Bendung Barang di Banyumeneng sebagai sumber penghidupan utama petani,” ujar H. Nurul.

Ia memaparkan kondisi Bendung Barang saat ini memprihatinkan. Pondasi tanggul mengalami kerusakan dan erosi saat musim hujan, bahkan sebagian “bolong”. Ditambah sedimentasi lumpur tebal yang menutup badan bendung, sehingga saat kemarau air tidak bisa tertampung.

 

“Padahal bendung ini sangat vital. Saat kemarau seperti sekarang, petani benar-benar butuh air dari Bendung Barang untuk menyelamatkan sawah mereka,” tegasnya.

Tema FGD ini selaras dengan program Asta Cita pemerintah, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan, air bersih, dan produktivitas pertanian. 

Para kepala desa sepakat membentuk kerjasama lintas wilayah untuk pengawalan dan pemeliharaan setelah normalisasi. Menurut mereka, jika Bendung Barang berfungsi optimal, maka ribuan hektare sawah di 8 desa akan kembali produktif dan ketersediaan air bersih juga terjaga.

Perwakilan dari Dinas PSDA dan BBWS dalam FGD menyatakan akan menindaklanjuti hasil diskusi ini dengan survei teknis dan pengusulan anggaran ke provinsi. Sementara Dinas PU Kabupaten Demak siap bersinergi dalam hal dukungan alat dan tenaga di lapangan.

FGD ditutup dengan penandatanganan kesepakatan bersama 8 desa untuk mengawal proses normalisasi Bendung Barang hingga tuntas. Dengan adanya langkah awal ini, para petani di Mranggen dan Karangawen berharap kemarau tahun depan tidak lagi menjadi momok yang mengancam gagal panen.

Editor : Miftahul A’la
DPRD JATENG KEKERINGAN KEMARAU