RADARSEMARANG.ID - Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Provinsi Jawa Tengah memiliki kepengurusan baru. Kini Dyah Anggraeni dipercaya menjadi ketua menggantikan Sri Lestari Sudiro.
Di bawah kepengurusan baru, YJI Jateng menyiapkan sejumlah program untuk memperluas edukasi dan pencegahan penyakit jantung. Salah satunya memperbanyak klub jantung sehat di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Ketua YJI Jateng Dyah Anggraeni mengatakan, pihaknya akan melanjutkan program-program yang telah dirintis kepengurusan sebelumnya. Namun, sejumlah program juga akan diperkuat melalui sinergi dengan berbagai pihak.
“Tentunya program kita yang pertama adalah melanjutkan program-program yang sudah bagus yang sudah dirintis oleh Ibu Sudiro sebagai Ketua Yayasan Jantung sebelumnya. Kemudian yang lain adalah kami meningkatkan sinergi,” katanya.
Sinergi akan dibangun bersama rumah sakit, fasilitas kesehatan, BPJS hingga perusahaan dan para pengusaha. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas jangkauan klub jantung sehat di Jawa Tengah.
Selain itu, YJI Jateng akan mengembangkan pelatihan penanganan henti jantung mendadak dan bantuan hidup dasar. Pelatihan tidak hanya menyasar tenaga kesehatan, tetapi juga masyarakat dan lingkungan perusahaan.
“Harapan saya ke depan kalau ini bisa tersosialisasikan baik, masyarakat akan lebih banyak lagi yang tertangani dan tertolong apabila ada serangan jantung,” ujarnya.
Program lain yang menjadi perhatian adalah menyiapkan kader-kader muda. YJI mulai menyasar anak-anak sekolah hingga mahasiswa melalui kegiatan olahraga dan edukasi kesehatan. Ia menambahkan untuk pelajar SD dan SMP, YJI menyiapkan senam lompat tali. Sementara pelajar SMA dan mahasiswa diarahkan mengikuti kegiatan Hip Heart. Program tersebut diharapkan membiasakan generasi muda menerapkan pola hidup aktif sejak dini.
“Merekalah kader-kader (generasi muda), karena sekarang penyakit jantung itu tidak menunggu tua. Jadi mulai muda ya bisa terkena serangan jantung,” jelasnya.
Dyah mengatakan, program olahraga tersebut nantinya juga dibarengi edukasi pencegahan penyakit jantung. Guru dan tenaga pendidik akan dilibatkan sebagai bagian dari kader yang membantu menyampaikan edukasi kepada anak-anak.
“Mulai dari gurunya, kalau anak-anak SD, SMP gurunya kita latih. Bekerja sama dengan KORMI. Kita akan melatih guru-guru sekolah untuk senam lompat tali,” katanya.
Rangkaian kegiatan pengukuhan juga diisi senam sehat yang diikuti masyarakat dari anak-anak hingga lansia. Setelah berolahraga, peserta mengikuti cek kesehatan gratis di Gedung Gradhika Bhakti Praja.
Pemeriksaan meliputi EKG dan pemeriksaan jantung, radiologi dan rontgen, pemeriksaan mata, skrining kanker leher rahim, hingga konsultasi dengan sejumlah dokter spesialis. Pergantian kepengurusan ini sekaligus menjadi akhir masa kepemimpinan Sri Lestari Sudiro. Selama menjabat, ia mengatakan YJI Jateng telah membantu sekitar 300 pasien, terutama penderita penyakit jantung bawaan usia produktif. Pihaknya pun optimistis kepengurusan baru mampu membawa YJI Jateng berkembang lebih luas.
“Jadi saya percaya semoga beliau ini bisa melanjutkan (program kerja YJI)," tegasnya. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi