PLN UID Jateng Perkuat Sistem Pengamanan Objek Vital Nasional Melalui Audit Implementasi SMP Bersama Polri

Tri Waluyoningsih • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:18 WIB
PLN UID Jawa Tengah Perkuat Sistem Pengamanan Objek Vital Nasional Melalui Audit Implementasi SMP Bersama Polri
PLN UID Jawa Tengah Perkuat Sistem Pengamanan Objek Vital Nasional Melalui Audit Implementasi SMP Bersama Polri

RADARSEMARANG.ID, Semarang — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah terus memperkuat sistem pengamanan infrastruktur ketenagalistrikan sebagai bagian dari komitmen menjaga keamanan dan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Audit Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) oleh Tim Audit Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korps Sabhara Baharkam Polri di lingkungan PLN UID Jawa Tengah dan PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Jawa Tengah, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor PLN UID Jawa Tengah dan PLN UP2D Jawa Tengah tersebut difokuskan pada evaluasi penerapan sistem pengamanan instalasi vital ketenagalistrikan, khususnya pada fasilitas _Distribution Control Center_ (DCC) dan ruang server _Supervisory Control and Data Acquisition_ (SCADA) yang memiliki peran penting dalam pengendalian dan pemantauan sistem distribusi tenaga listrik.

General Manager PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, menyambut baik pelaksanaan audit sebagai bagian dari upaya berkelanjutan PLN dalam memastikan sistem pengamanan objek vital nasional diterapkan secara optimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“PLN berkomitmen menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus memastikan seluruh infrastruktur strategis yang mendukung pelayanan kepada masyarakat memiliki sistem pengamanan yang kuat. Audit ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi dan penyempurnaan secara berkelanjutan, baik dari sisi pengamanan fisik, personel, informasi maupun kesiapsiagaan menghadapi kondisi kedaruratan,” ujar Bramantyo.

Menurutnya, keberadaan DCC dan sistem SCADA memiliki peran strategis dalam operasional sistem distribusi listrik. Karena itu, aspek keamanan terhadap fasilitas tersebut perlu mendapat perhatian serius untuk meminimalkan potensi gangguan yang dapat berdampak terhadap keandalan pelayanan listrik.

Penanggung Jawab Tim Audit, Brigjen Pol Dr. Drs. Ignatius Agung Prasetyoko, S.H., M.H., menegaskan bahwa keberadaan sistem manajemen pengamanan yang terintegrasi menjadi aspek penting dalam menjaga keberlangsungan operasional Objek Vital Nasional.

“Objek vital nasional memiliki peran yang sangat strategis karena apabila terjadi gangguan terhadap operasionalnya, dampaknya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat maupun terhadap aktivitas perekonomian. Karena itu, pengamanan tidak boleh hanya bersifat reaktif, tetapi harus dibangun melalui sistem manajemen yang terencana, terukur dan berkelanjutan, Melalui audit ini kami ingin memastikan seluruh unsur pengamanan, mulai dari kebijakan manajemen, personel, sarana prasarana, pengamanan fisik, hingga kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, dapat berjalan secara terintegrasi.” jelas Ignatius.

Dia menambahkan bahwa audit implementasi SMP bukan semata-mata untuk melihat pemenuhan aspek administratif, tetapi juga memastikan bahwa standar pengamanan yang telah ditetapkan benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan operasional di lapangan.

Pada pelaksanaan hari pertama, Tim Audit Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri melakukan tinjauan lapangan terhadap sejumlah fasilitas strategis di lingkungan PLN UP2D Jawa Tengah. Pemeriksaan meliputi Pos Pengamanan Utama, Ruang Dispatcher atau Distribution Control Center (DCC), Ruang Server SCADA, area genset cadangan, serta rumah pompa _hydrant_ sebagai bagian dari sistem proteksi kebakaran.

Selain pemeriksaan lapangan, tim audit juga melaksanakan wawancara dengan jajaran manajemen dan Tim SMP PLN UP2D Jawa Tengah serta melakukan telaah terhadap sejumlah dokumen teknis, khususnya terkait Elemen 1: Komitmen dan Kebijakan Manajemen. Audit dilaksanakan secara bertahap dengan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengamanan fisik, kesiapan personel, pengamanan informasi, hingga mekanisme penanganan keadaan darurat.

PLN UID Jawa Tengah memandang penguatan sistem manajemen pengamanan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kualitas pelayanan kelistrikan. Melalui evaluasi, kolaborasi, dan peningkatan standar secara berkelanjutan, PLN berkomitmen memastikan infrastruktur ketenagalistrikan tetap terlindungi sehingga mampu mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian di Jawa Tengah secara optimal.

Editor : Baskoro Septiadi
PLN