RADARSEMARANG.ID, Semarang – Warga Kelurahan Sawah Besar, Kota Semarang, menunjukkan kreativitas dalam mengolah limbah menjadi berbagai barang kreasi. Limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai, dimanfaatkan kembali sehingga memiliki fungsi sekaligus nilai ekonomi.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Bahkan, barang hasil dari kreasi limbah juga dipamerkan dalam bentuk cosplay di kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 81 di Kelurahan Sawah Besar.
"Kostum itu terinspirasi, ditempat kita ketika ada acara limbah daur pilah sampah. Akhirnya dari situ kita minta RT untuk mengirimkan warga memakai cosplay," ungkap Ketua RW 3 Kelurahan Sawah Besar, Imam Tobroni kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Menurutnya, cosplay dari daur ulang ada yang menggunakan bola plastik, kardus, kertas dan kemudian dirakit sendiri, melainkan bukan sewa dari orang lain.
"Tujuannya untuk membuat semarak juga jadi biar menambah variasi semarak jadi biar enggak monoton. Acara ini tadi diikuti ada 7 RT, sekitaran 600 warga dari RW 3," katanya.
Menurutnya, kegiatan positif ini warga diajak tidak hanya membuang limbah, tetapi memilah dan memanfaatkannya menjadi produk yang bisa digunakan kembali. Termasuk juga menambah pemasukan uang kas RT.
"Selain itu juga supaya tidak menyumbat selokan dan tidak menimbulkan banjir. Dulunya disini kan sering banjir," jelasnya.
Kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI dimeriahkan jalan sehat, cek kesehatan gratis dan program Pak Rahman alias Pasar Rakyat Murah dan Aman. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Walikota Semarang, Camat Gayamsari, serta anggota dewan dari putri daerah Sawah Besar.
"Kegiatan ini juga terkait dengan bantuan dari Walikota ya yang 25 juta itu untuk menyemarakkan acara ini apa mendukung acara ini dan warga biar gembira lah karena dengan hari kemerdekaan," pungkasnya.
Sementara, Wakil Walikota Semarang, Iswar Aminuddin menegaskan Pemkot Semarang akan terus hadir bersama masyarakat dalam pembangunan wilayah. Menurutnya, dukungan juga akan diperkuat melalui kolaborasi dengan DPRD Kota Semarang, termasuk wakil rakyat yang merupakan warga asli Sawah Besar.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah banjir yang selama ini masih menghantui kawasan tersebut.
Iswar menyebut pemerintah menargetkan persoalan banjir di Sawah Besar dapat ditangani secara serius sehingga ke depan masyarakat tidak lagi harus menghadapi genangan.
"Saya paham persis Sawah Besar karena saya dilahirkan di PU, saya tahu tentang kondisi Sawah Besar. Insyaallah 2027 wes banjir yang lenyap," katanya, disambut antusias warga.
Selain persoalan banjir, Iswar berharap kawasan Sawah Besar semakin bersih dan masyarakatnya semakin sejahtera. Ia juga mengajak warga mempertahankan budaya guyub, rukun dan kompak.
"Warganya semakin sejahtera, kawasannya semakin bersih. Insyaallah semuanya berkah," pungkasnya.
Editor : Miftahul A’la