Demo BEM Undip di Semarang Memanas, Mahasiswa Teriaki DPRD Jateng “Cemen”

Muhammad Hariyanto • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 20:43 WIB

 

Massa aksi demo Bem Undip Semarang meninggalkan lokasi Jalan Pahlawan Senin (24/8/2026) sekitar pukul 18.20
Massa aksi demo Bem Undip Semarang meninggalkan lokasi Jalan Pahlawan Senin (24/8/2026) sekitar pukul 18.20

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Aksi demo mahasiswa Bem Undip di Jalan Pahlawan ditemui satu orang anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Senin (24/8/2026) sore. Namun, mahasiswa kecewa dengan wakil rakyat tersebut.

Sebab, pria wakil rakyat diketahui bernama Abdullah Aminudin, anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PKB ini enggan membacakan tuntutan dan pernyataan sikap dari pihak mahasiswa. 

Sempat terjadi argumen antara wakil rakyat tersebut dengan mahasiswa di atas kendaraan pengeras suara. Meski demikian, wakil rakyat tersebut bersikukuh menolak permintaan mahasiswa.

Baca Juga: BEM Undip Demo di DPRD Jateng, Mahasiswa Soroti MBG, Pendidikan Mahal hingga Ruang Sipil

Kemudian, wakil rakyat tersebut turun dari kendaraan pengeras suara meninggalkan lokasi aksi demo. Selanjutnya, orator melanjutkan orasinya di depan anggota kepolisian yang melakukan pengamanan hingga lebih dari pukul 18.00. 

"Selamat Malam Kawan Kawan Diponegoro. Ayo kawan kawan Maju dulu ke depan, jangan menghalangi lalulintas jalan. Ayo maju, maju, kasihan bapak lalulintas," teriak seorang orator melalui pengeras suara dilokasi aksi demo Jalan Pahlawan Semarang, Senin (24/2026).

"Kawan kawan dibelakang jangan misah maju dulu rapatkan," ajaknya. 

"Maju maju maju kedepan maju kedepan sekarang juga," katanya dengan nada bernyanyi diiringi peserta aksi. 


Selanjutnya orator, meneriakkan doa, supaya kepada wakil rakyat selalu memiliki integritas. Mereka juga menyampaikan membenci terhadap para koruptor yang sekarang masih duduk santai di bangku kekuasaan. 

"Ya Allah ya Tuhan kami, semoga KDMP, MBG di-stop dan dialihkan ke anggaran pendidikan dan kesehatan," teriaknya diikuti kata amiin oleh peserta aksi. 

"Ya Allah ya Tuhan kami, semoga militer, TNI, polisi bisa baik hati dan enggak ngebunuh. Ya Allah ya Tuhan kami, semoga kalau kita demo jangan didorong-dorong, jangan dipukul-pukul, apalagi dilindas," katanya.

"Ya Allah ya Tuhan kami, kalau hari ini negara masih gini-gini aja, kita harus terus perjuangkan," ujarnya.

Baca Juga: Saksi Mahkota Bongkar Alur Uang Caperdes Pati dalam Sidang Dugaan Korupsi Sudewo

Selesai mendoakan, mahasiswa akan kembali melakukan aksi sebagai bentuk melakukan perlawanan terhadap program program pemerintah yang dianggapnya tidak berpihak kepada rakyat. 

"Kita akan lakukan di demonstrasi-demonstrasi lanjutan. Kawan-kawan sekalian, demo hari ini bukan demo seremonial, bukan demo terakhir. Kita akan terus melakukan demo lanjutan. Seperti yang tadi kita lihat bersama-sama," katanya. 

Menurutnya, ratusan anggota DPRD di provinsi Jawa Tengah tidak memiliki keberanian untuk menemui aksi demo mahasiswa. Masa aksi menilai, para wakil rakyat tersebut sangat cemen. 

"Wakil rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat yang jumlahnya 120 orang, yang berani turun cuma satu kawan-kawan. Kita teriakkan cemen kawan-kawan, cemen, cemen, cemen," katanya diturunkan ucapan cemen oleh masa aksi. 

"Kawan-kawan, kita tidak buat onar. Kita enggak akan mukul. Kita cuma pengen 120 DPR itu turun, mendengarkan dan membacakan. Karena kalau cuma didengarkan, saya enggak yakin akan dibacakan juga kawan-kawan," teriaknya. 

Lanjutnya mengatakan tugas wakil rakyat mendengar suara rakyat. Namun sekarang ini, banyak wakil rakyat yang merubah aturan dan tutup mata terhadap keluhan rakyat. 

"Tugas DPR bukan hanya mendengar. Wakil rakyat di sini tapi merubah. Tapi mengkritisi apa yang dilakukan oleh eksekutif. Yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan. Lewat DPR RI Kawan-kawan sekalian, maka dari itu kita bisa bilang bahwa pekerjaan wakil rakyat kita hari ini cuma tidur," bebernya. 

"Rapat diganti tidur, urus bisnis, urus MBG, urus KDMP dan menyengsarakan rakyat kawan-kawan," tegasnya. 

Masa aksi juga menyoroti terhadap peringatan 17 Agustus yang dianggapnya berlebihan dan berpesta pora. Menurutnya, moment tersebut tidak pantas mengingat bersamaan dengan kejadian musibah kebakaran hutan yang melanda di Kalimantan dan bencana gempa di NTT. 

"Kawan-kawan, kawan-kawan semuanya, di beberapa hari lalu di sana para elite berpesta tanpa mengindahkan sedikitpun rasa kemanusiaan mereka terhadap korban bencana kebakaran hutan di Kalimantan maupun musibah gempa di NTT.  Saya Saya sakit melihat ditontonkan oleh kita," katanya. 

"Di malam hari ini kita menuntut dan kita akan terus menyuarakan apa yang menjadi keresahan kita. Selama 71 tahun juga tidak ada rasanya kemerdekaan di negeri ini," lanjutnya. 

Baca Juga: Buntut Demo Warga Mlilir, Inspektorat Terjunkan Dua Tim Usut Skandal Bansos dan APBDes

Menurutnya juga, aksi demo yang dilakukan tidak hanya sekedar teriak dan bersuara. Namun, juga membawa gagasan.

"Kami di sini tidak datang kosong. Kami di sini datang satu untuk gagasan yang harus di perjuangkan oleh rakyat," katanya.

Kesempatan ini, aksi demo membawa sejumlah tuntutan kepada wakil rakyat termasuk pemerintahan. 

Orator menyampaikan, tuntutan pertama terkait penguatan desentralisasi dan penguatan demokratisasi tata kelola pemerintahan. Menuntut transparansi, akuntabilitas dan pengawasan publik dalam pelaksanaan kebijakan strategis negara.

"Yang ketiga, menuntut perlindungan ruang sipil dan penguatan komunikasi publik pemerintah. Yang keempat, menuntut penguatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap ketahanan pangan masyarakat," kayanya. 

"Yang kelima, menuntut perlindungan dan kesejahteraan atau posisi dan tata kelola pembangunan yang berkeadilan. Terima kasih kawan-kawan semuanya," sambungnya.

Setelah melanjutkan orasi, kemudian orator menyuarakan kepada massa aksi untuk persiapan mengakhiri aksi demo tersebut. Namun demikian, aksi tersebut akan terus berlanjut hingga tuntutan yang dilakukan diterima. 

"Ingat dan kecam para wakil dewan. Ingat dan kecam para gubernur dan wakil gubernur. Kami di sini para pemuda akan kembali ke sini berkali-kali lipat dari hari ini," pungkasnya.

Disela-sela akan berakhirnya demo, massa aksi sempat melakukan pembakaran di depan gerbang kantor Gubernur Jawa Tengah. Kemudian mereka meninggalkan lokasi pukul 18.16. Pihak kepolisian juga langsung sigap memadamkan api tersebut. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
demo jalan pahlawan Demo Mahasiswa Semarang demo undi Semarang berita demo Semarang hari ini demo semarang