Sekjen Majelis Taman Surga Kecam Keras Booth Miras yang Jadikan Surah Ad-Duha sebagai Challenge

Miftahul A’la • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:43 WIB
Booth Miras Jadikan Surah Ad-Duha sebagai Challenge
Booth Miras Jadikan Surah Ad-Duha sebagai Challenge

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Wakil Ketua Fraksi PPP DPRD Jawa Tengah sekaligus Sekretaris Jenderal Majelis Taman Surga Persatuan Pembangunan,  Ja’far Shodiq, mengecam keras dan mengutuk tindakan sebuah booth brand minuman keras yang diduga menjadikan hafalan Surah Ad-Duha sebagai challenge berhadiah sebotol minuman keras (miras) di sebuah event musik.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi video viral di media sosial, khususnya di Threads akun @jarrkojarr, yang memperlihatkan pengunjung sebuah booth "NewPort" yang menjual produk Miras dalam acara yang diduga "The Sound Project" diminta membaca Surah Ad-Duha untuk mendapatkan hadiah minuman keras.

“Saya mengecam dan mengutuk keras tindakan ini. Ini bukan sekadar tidak etis, ini penghinaan terhadap kesucian Al-Qur’an. Kalimat Allah tidak pantas, tidak boleh, dan haram dijadikan alat promosi apalagi dipasangkan dengan minuman keras,” tegas Ja’far Shodiq.

Ja’far menilai perbuatan tersebut telah melukai rasa keagamaan umat Islam dan mencederai adab sebagai bangsa yang menjunjung tinggi toleransi serta nilai ketuhanan.

“Al-Qur’an adalah kalamullah, pedoman hidup umat Islam. Menjadikannya sebagai bahan ‘challenge’ demi sebotol miras adalah bentuk pelecehan dan tidak punya adab sama sekali. Ini sakit bagi kami umat Islam,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Ja’far meminta aparat penegak hukum dan pihak penyelenggara event untuk segera menindak tegas pihak booth tersebut. Ia juga mendesak Kementerian Agama, MUI maupun Pemerintah setempat untuk melakukan pengawasan lebih ketat terhadap konten promosi yang berpotensi menyinggung nilai-nilai agama.

“Kami minta penyelenggara event bertanggung jawab. Jangan sampai demi keuntungan komersial, kesucian agama dikorbankan. Negara ini punya dasar Pancasila sila pertama. Hal seperti ini tidak boleh terulang,” ujarnya.

Ja’far juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang namun tidak tinggal diam.

 “Silakan sampaikan protes secara konstitusional dan beradab. Jangan terpancing anarkis. Tapi suara umat harus didengar” tutupnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, unggahan terkait di Threads sudah dihujani ribuan komentar dari warganet yang mengkritik penggunaan ayat suci Al-Qur’an sebagai alat promosi.

Editor : Miftahul A’la
boothmiras MIRAS al quran