Akhiri Polemik, Kaesang Tunjuk Melly Jadi Ketua PSI Kota Semarang

Adennyar Wicaksono • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 12:50 WIB
PENGURUS SAH : Melly Pangestu menunjukkan bukti kepengurusan sah DPD Partai Solidaritas Indonesia Kota Semarang
PENGURUS SAH : Melly Pangestu menunjukkan bukti kepengurusan sah DPD Partai Solidaritas Indonesia Kota Semarang

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Polemik yang terjadi di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang akhirnya berakhir, usai Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai berlambang gajah, Kaesang Pangarep menunju Melly Pangestu menjadi Ketua DPD PSI Semarang.

Adapun penetapan Melly tertuang dalam Surat Keputusan (SK) DPP PSI Nomor 355/SK/DPP/2026 yang sekaligus mencabut SK Nomor 096/SK/DPP/2026, yang ditandatangani Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep.

Menurut informasi yang ada, Melly Pangestu menjabat sebagai ketua, didampingi Aisyah Firdausa sebagai wakil ketua, Ivana Haryono sebagai sekretaris, dan Imantaka Muncar Aristamatin sebagai bendahara.  Melly mengatakan kepengurusan baru telah disahkan DPP PSI dan mendapat dukungan dari seluruh ketua DPC se-Kota Semarang.

Baca Juga: Antisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Damkar Kabupaten Semarang Rutin Semprot TPA Blondo Dua Kali Sebulan

"Hari ini kami merilis SK terbaru DPD PSI Kota Semarang. Kepengurusan ini berjumlah sembilan orang dan juga dihadiri 16 ketua DPC PSI Kota Semarang," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (5/8) malam.

Melly menjelaskan, adapun proses penetapan ketua dilakukan sesuai mekanisme partai. Seluruh calon pengurus diminta menyerahkan dokumen dan riwayat hidup sebelum diputuskan oleh DPP.

"Semua proses berjalan sesuai AD/ART. Kami mengirimkan dokumen yang diminta DPP, kemudian DPP mempertimbangkan bersama DPW hingga akhirnya menerbitkan SK," jelasnya.

Dia menerangkan surat keputusan tersebut sebenarnya telah ditandatangani Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep sejak 28 Juli 2026. Namun, kepengurusan baru baru menerima dokumen resmi beberapa hari kemudian.

"SK ini sudah ditandatangani sejak 28 Juli oleh Ketua Umum dan Sekjen. Hari ini baru kami terima secara resmi," ungkapnya.

Melly menegaskan kepengurusan yang kini terbentuk merupakan kepengurusan yang sah karena ditetapkan langsung oleh DPP PSI. Sehingga polemik yang ada sebelumnya resmi berakhir. Dalam SK terbaru itu, tidak ada pengurus lama yang masuk dalam struktur partai yang baru. 

"Struktur lama memang tidak masuk dalam kepengurusan ini. Kami memandang itu sebagai bagian dari dinamika politik yang harus dihormati sebagai proses demokrasi," ujarnya.

Ke depan, DPD PSI Kota Semarang akan fokus memperkuat struktur organisasi hingga tingkat ranting sebagai persiapan menghadapi proses verifikasi partai politik menjelang Pemilu 2029.

Selain itu, PSI Kota Semarang juga berencana menggelar rapat koordinasi daerah (Rakorda) dalam waktu dekat. Rencana kegiatan tersebut dapat dihadiri Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo untuk memberikan semangat kepada kader di Kota Semarang.

"Kami ingin menghadirkan semangat baru. Harapannya Rakorda bisa digelar bulan ini dan dihadiri Mas Kaesang. Kami juga berharap Bapak Jokowi bisa hadir memberikan motivasi kepada seluruh kader," pungkasnya. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
polemik psi Kaesang Pangarep Melly Pangestu