CEK KELAYAKAN : Petugas Dishub lakukan pengecekan armada Trans Semarang, di Pool Terminal Mangkang
RADARSEMARANG.ID - Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Trans Semarang, melakukan ram cek atau uji layak jalan kendaraan, untuk armada Koridor I relasi Mangkang - Penggaron, sebagai kelayakan jalan armada.
Langkah ini diambil sebagai bentuk meningkatkan kualitas pelayanan, keamanan, dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa Trans Semarang, ataupun pengguna jalan.
Adapun ram cek kali ini, dilakukan Dishub Kota Semarang, di pool koridor I Terminal Mangkang, Selasa (4/8) malam, yang dilakukan kepada 11 armada. Sementara satu armada tidak dilakukan pengecekan karena dalam perbaikan.
"Kita ingin tingkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna Trans Semarang, termasuk pengguna jalan," kata Kepala BLUD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (5/8).
Haris menerangkan, pemeriksaan teknis secara menyeluruh, seperti unsur administrasi yakni kelengkapan dokumen kendaraan. Kemudian pengujian teknis seperti sistem pengereman, tekanan angin ban, lampu dan lainnya
"Lalu ada unsur penunjang keselamatan lain, seperti APAR, alat pecah kaca, sabuk keselamatan dan lainnya," tutur dia.
Hasilnya kata dia, ditemukan armada yang perlu dilakukan perbaikan. Namun Haris tidak merinci secara pasti jumlah armada tersebut, yang jelas dia meminta rekanan atau pihak ketiga melakukan perbaikan sebelum armada melakukan layanan.
"Seusai SOP kita meminta pihak ketiga melakukan perbaikan, armada yang tidak layak atau perlu perbaikan harus diperbaiki dulu sebelum melakukan layanan," jelasnya.
Haris menerangkan, pemeriksaan dilakukan usai jam operasional. Langkah ini dilakukan agar jadwal pelayanan pen penumpang dan mobilisasi masyarakat tidak terganggu.
"Ram cek akan kita lakukan rutin, dan menyasar seluruh koridor Trans Semarang guna memastikan standar keselamatan yang merata di semua lini operasional," tambah dia.
Selain itu, dari total 132 armada Trans Semarang sekitar 75 unit, merupakan armada baru, untuk mengganti armada yang rusak dan sudah berumur. Pengadaan kata Haris dilakukan secara bertahap.
Khusus Koridor I yang merupakan koridor pertama dan mayoritas armadanya sudah berumur, dalam waktu dekat akan dilakukan penggantian armada baru yakni bus listrik.
"Nanti ada 25 armada bus listrik, pengadaan dilakukan bertahap September sampai Oktober ini menggantikan bus koridor I yang sudah tua," pungkasnya. (den)